BPC HIPMI Lumajang Kolaborasi Dengan Komunitas RCL untuk Memperkenalkan Pariwisata di Lumajang - Lensa Warta

Menu

Mode Gelap
98 PNS Lumajang Terima SK dan Diambil Sumpah, Bupati Tekankan Integritas Pantai Lumajang Padat Saat Kupatan, Perputaran Ekonomi Meningkat Bupati Lumajang: Kebersihan Pantai Jadi Kunci Wisata Berkelanjutan Cegah Sejak Dini, Bupati Lumajang Ajak Warga Rutin Periksa Kesehatan Jantung Tak Hanya Jaga di Darat, SAR Lumajang Turun ke Laut Amankan Wisata Lebaran

Hiburan · 4 Mei 2026 17:20 WIB ·

BPC HIPMI Lumajang Kolaborasi Dengan Komunitas RCL untuk Memperkenalkan Pariwisata di Lumajang


 BPC HIPMI Lumajang Kolaborasi Dengan Komunitas RCL untuk Memperkenalkan Pariwisata di Lumajang Perbesar

Lumajang, – Di atas tanah basah dan jalur buatan yang dirancang sedemikian rupa, RC (remote control) adventure, diwajibkan untuk melintasi obstakel yang disiapkan panitia, mulai turunan tajam, tanjakan, dan medan lumpur. Selain itu, peserta harus menyiapkan strategi atau skill untuk melibas track yang disediakan panitia.

Bukan sekadar hiburan, kegiatan itu menjadi bagian dari RCL Trail Fest, ajang pertemuan komunitas pecinta RC dari berbagai daerah di Jawa Timur hingga luar provinsi.

Tahun ini, Selokambang dipilih sebagai pusat penyelenggaraan event triwulanan RC Jawa Timur yang rutin digelar setiap tiga bulan sekali.

Di tengah aktivitas itu, Lumajang tidak hanya menjadi lokasi, tetapi tuan rumah yang membawa beban reputasi baru.

Ketua komunitas RC Lumajang22 sekaligus Wakil Ketua Umum BPC HIPMI Kabupaten Lumajang, Muchammad Firman Adiguna Effasa, menyebut kolaborasi antara HIPMI dan komunitas pecinta RC menjadi titik penting dalam pengembangan event tersebut.

“Kmrn kolaborasi HIPMI dengan Pecinta RC. Acaranya di Pemandian Selokambang Lumajang. Ini event triwulanan RC Jatim yang diadakan tiap 3 bulan sekali di Jawa Timur,” katanta, Senin (4/5/2026).

Menurut Firman, posisi Lumajang sebagai tuan rumah bukan terjadi tanpa alasan. Ada proses panjang yang membuat komunitas RC Lumajang22 atau RCL22 mulai diperhitungkan di tingkat yang lebih luas.

Tahun ini, sebanyak 150 peserta hadir dalam gelaran tersebut. Mereka datang dari berbagai daerah di Jawa Timur, namun tidak sedikit pula yang berasal dari luar provinsi seperti Semarang dan Solo. Bahkan, peserta dari Kalimantan turut ambil bagian dalam event yang digelar di Selokambang tersebut.

“Dihadiri 150 peserta dari berbagai daerah se-Jawa Timur, ada beberapa dari Semarang, Solo, dan paling jauh dari Kalimantan yang bergabung di event RCL Trail Fest,” kata Firman.

Bagi komunitas RCL22, kehadiran peserta lintas daerah itu menjadi sinyal bahwa Lumajang mulai masuk dalam peta komunitas RC nasional.

Apalagi, sejak 2025, komunitas ini disebut mulai aktif mengikuti berbagai kejuaraan tingkat nasional dan diperkuat oleh dua tim yang konsisten bertanding di level tersebut.

“Lumajang dipercaya menjadi tuan rumah karena Pecinta RC Lumajang (RCL22) sudah mulai berkibar di kancah nasional sejak 2025 kemarin, karena dikuatkan oleh dua tim yang selalu mengikuti kejuaraan tingkat nasional,” ujarnya.

Kepercayaan itu tidak berhenti pada satu event saja. Tahun 2026 menjadi tahun yang cukup padat bagi Lumajang. Setelah sukses menggelar RC Jatim pada 3 Mei 2026, daerah ini kembali dipercaya menjadi tuan rumah untuk kegiatan serupa sebanyak dua kali dalam satu tahun.

“Dan di tahun 2026 ini Lumajang dipercaya menjadi tuan rumah dua kali. Yang pertama RC Jatim yang terlaksana di tanggal 3 Mei 2026 kemarin, dan yang kedua nanti akan dilaksanakan insyaallah di akhir Agustus 2026,” jelasnya.

Event yang direncanakan pada akhir Agustus tersebut bahkan disebut memiliki skala yang lebih besar. Bukan hanya level regional, tetapi sudah masuk kategori nasional dan disebut sebagai salah satu agenda bergengsi di Indonesia dalam dunia RC.

Meski demikian, Firman menekankan bahwa keberhasilan penyelenggaraan event tidak hanya ditentukan oleh komunitas saja. Kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk HIPMI dan dukungan dari pemerintah daerah melalui Dinas Pariwisata, menjadi bagian penting dari keberlangsungan kegiatan tersebut.

“Untuk itu HIPMI berkolaborasi untuk mensukseskan acara tersebut, karena berpotensi meningkatkan dan mempromosikan kota Lumajang terutama wisata Lumajang,” tuturnya.

Dukungan itu, menurutnya, mulai terlihat dari dampak langsung yang dirasakan di lapangan. Kehadiran ratusan peserta dan pengunjung tidak hanya menghidupkan arena lomba, tetapi juga memberi efek ekonomi ke sektor lain.

“Allhamdulilah event kemarin sukses dan membawa begitu banyak dampak, selain mempromosikan wisata di Lumajang, UMKM dan penginapan juga berdampak,” pungkasnya.

Artikel ini telah dibaca 108 kali

badge-check

Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Dari Laut ke Keheningan, Makna Sakral Melasti hingga Catur Brata Penyepian

18 Maret 2026 - 23:15 WIB

Tawur Agung Kesango, Upaya Menyucikan Buana Alit dan Buana Agung

18 Maret 2026 - 23:04 WIB

Nyepi dan Ramadan Beriringan, Budiono Ajak Jaga Kerukunan

18 Maret 2026 - 22:41 WIB

Ogoh-Ogoh sebagai Simbol Negatif, Tradisi Pengerupukan Sarat Makna

18 Maret 2026 - 22:18 WIB

Pemerintah Kabupaten Lumajang Batasi Operasional Bioskop Selama Ramadhan, Sekda: Jangan Ganggu Tarawih dan Tadarus

23 Februari 2026 - 08:32 WIB

Empat Jam Saja, Hiburan Malam di Lumajang Tetap Buka Selama Ramadhan

22 Februari 2026 - 14:24 WIB

Trending di Hiburan