UMKM Jadi Pilar Ekonomi Daerah
Pemerintah Kabupaten Lumajang terus memperkuat koperasi dan UMKM sebagai penopang utama ekonomi rakyat. Sektor ini dinilai paling tangguh menghadapi perubahan ekonomi, terutama di tingkat lokal.
Bupati Lumajang, Indah Amperawati, menegaskan bahwa pelaku usaha harus mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman. Ia menyampaikan hal tersebut saat membuka Musda Dekopinda di Pendopo Arya Wiraraja, Kamis (30/4/2026).
“Koperasi dan UMKM harus semakin kuat, modern, dan mampu beradaptasi,” tegasnya.
Empat Strategi Dorong UMKM Naik Kelas
Untuk memperkuat sektor ini, pemerintah daerah menjalankan empat strategi utama. Pertama, pemerintah mempercepat digitalisasi melalui e-commerce, marketplace, dan sistem pembayaran non-tunai.
Kedua, pemerintah memperluas akses permodalan dengan menggandeng lembaga keuangan. Skema seperti KUR dan dana bergulir juga terus didorong agar lebih mudah diakses.
Selanjutnya, pemerintah meningkatkan kapasitas pelaku usaha melalui pelatihan. Materi pelatihan mencakup manajemen, branding, pengemasan, hingga sertifikasi halal dan SNI.
Selain itu, pemerintah memperluas jaringan pemasaran. Pelaku UMKM didorong masuk ke rantai pasok industri serta mengikuti pameran nasional dan internasional.
“Empat strategi ini kami dorong agar UMKM benar-benar naik kelas dan berdaya saing,” jelasnya.
Adaptasi Jadi Kunci Daya Saing
Perubahan ekonomi yang cepat menuntut pelaku usaha untuk terus berinovasi. Karena itu, adaptasi menjadi kunci agar UMKM tidak tertinggal.
Pemerintah berharap koperasi dan UMKM mampu menjadi motor penggerak ekonomi yang lebih kuat. Selain itu, sektor ini juga diharapkan dapat menciptakan pertumbuhan yang berkelanjutan.
Dengan langkah tersebut, Lumajang berupaya memperkuat ekonomi kerakyatan sekaligus meningkatkan daya saing di tengah pasar yang semakin terbuka.
Tinggalkan Balasan