Lumajang, – Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDI Perjuangan Kabupaten Lumajang menyatakan siap membantu pembiayaan pengobatan warga kurang mampu hingga puluhan juta rupiah.
Pernyataan itu disampaikan dalam rapat koordinasi persiapan Musyawarah Anak Cabang (Musancab) PAC daerah pemilihan Dapil Satu yang meliputi Kecamatan Lumajang, Sukodono, dan Sumbersuko, Minggu (17/5/2026).
Kegiatan yang berlangsung di Alka tersebut dihadiri jajaran pengurus partai dan kader tingkat kecamatan.
Dalam forum itu, persoalan layanan kesehatan masyarakat menjadi salah satu topik utama yang dibahas.
Ketua DPC PDI Perjuangan Lumajang, Supartaman, mengatakan partainya membuka ruang bantuan bagi masyarakat miskin yang mengalami kendala biaya pengobatan, khususnya warga yang masuk kategori Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) desil satu hingga lima.
“Meskipun beberapa juta kalau orang itu tidak punya, bisa kita bantu. Sampaikan saja ke Mbak Ratih. Kalau ada warga sakit, tidak punya BPJS dan masuk desil satu sampai lima, bisa kita gratiskan,” katanya.
Menurut dia, bantuan serupa sudah beberapa kali diberikan kepada masyarakat dengan nominal biaya pengobatan mencapai jutaan.
Ia meminta kader partai di tingkat bawah aktif menyampaikan informasi terkait warga yang membutuhkan pertolongan.
Menurutnya, langkah tersebut merupakan bagian dari pengabdian sosial kepada masyarakat.
“Membantu, memikirkan dan memberikan informasi kepada DPRD itu juga menjadi amal ibadah,” ujarnya.
Sementara itu, anggota Komisi D DPRD Lumajang dari Fraksi PDI Perjuangan, Ratih Damayanti, mengatakan pihaknya siap membantu proses pengajuan bantuan sosial dan layanan kesehatan melalui Dinas Sosial.
Ratih menjelaskan masyarakat cukup menyerahkan data administrasi seperti alamat, kartu tanda penduduk (KTP), dan kartu keluarga (KK) untuk dilakukan pendataan dan pengajuan.
“Kami bantu masukkan desil satu sampai lima. Kemarin sudah ada yang dibantu di wilayah kota, termasuk bantuan kursi roda,” katanya.
Selain bantuan administrasi, Ratih mengaku juga menyiapkan dukungan transportasi bagi warga yang hendak menjalani pengobatan ke puskesmas maupun rumah sakit.
“Kalau tidak punya kendaraan bisa pakai kendaraan saya atau bentor. Per kunjungan ke rumah sakit Rp100 ribu dari saya,” pungkasnya.
Tinggalkan Balasan