Dari Lereng Gunung Semeru, Potensi Itu Ternyata Tersimpan di Balik Kulit Pisang - Lensa Warta

Menu

Mode Gelap
Nobar Semifinal Piala Dunia 2026 Gratis di Lumajang, Warga Seru-seruan, UMKM Ikut Panen Peluang Bunda Indah Buka Popkab Lumajang 2026, Dorong Pelajar Bangun Mental Juara 98 PNS Lumajang Terima SK dan Diambil Sumpah, Bupati Tekankan Integritas Pantai Lumajang Padat Saat Kupatan, Perputaran Ekonomi Meningkat Bupati Lumajang: Kebersihan Pantai Jadi Kunci Wisata Berkelanjutan

Daerah · 1 Jun 2026 10:03 WIB ·

Dari Lereng Gunung Semeru, Potensi Itu Ternyata Tersimpan di Balik Kulit Pisang


 Dari Lereng Gunung Semeru, Potensi Itu Ternyata Tersimpan di Balik Kulit Pisang Perbesar

Lumajang, – Gunung Semeru selama ini dikenal sebagai sumber kesuburan yang menghidupi ribuan petani di Kabupaten Lumajang.

Dari tanah vulkanik yang membentang di kaki gunung tertinggi di Pulau Jawa itu, lahir berbagai komoditas unggulan, termasuk Pisang Mas Kirana dan Pisang Agung Semeru yang telah menjadi identitas pertanian daerah.

Namun, sebuah penelitian menunjukkan bahwa nilai tanaman pisang ternyata tidak hanya berada pada buahnya. Bagian yang selama ini sering dianggap limbah justru menyimpan potensi yang menarik untuk dikembangkan lebih lanjut.

Penelitian yang dilakukan Dwi Nur Rikhma Sari dan David Kristian Susilo mengungkap adanya sejumlah senyawa alami pada kulit Pisang Mas Kirana dan Pisang Agung Semeru. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kulit Pisang Mas Kirana mengandung fenol, saponin, dan terpen.

Sementara kulit Pisang Agung Semeru memiliki kandungan yang lebih beragam, yaitu fenol, saponin, terpen, serta alkaloid.

Temuan tersebut memberikan perspektif baru terhadap limbah pertanian yang selama ini belum banyak dimanfaatkan secara optimal.

Dalam publikasi penelitiannya, Dwi Nur Rikhma Sari dan David Kristian Susilo menyebutkan bahwa kulit Pisang Mas Kirana dan Pisang Agung Semeru mengandung sejumlah metabolit sekunder yang memiliki potensi aktivitas biologis.

“Kulit Pisang Mas Kirana dan Pisang Agung Semeru mengandung metabolit sekunder yang memiliki potensi aktivitas biologis dan menarik untuk diteliti lebih lanjut dalam pengembangan berbagai pemanfaatan berbasis bahan alam,” tulis keduanya dalam hasil penelitian tersebut, Senin (1/6/2026).

Bagi sebagian masyarakat, istilah fenol, saponin, terpen, maupun alkaloid mungkin terdengar asing. Namun bagi kalangan peneliti, keberadaan senyawa tersebut menjadi perhatian karena berhubungan dengan berbagai aktivitas biologis yang potensial.

Fenol diketahui memiliki aktivitas antioksidan dan antimikroba. Saponin banyak diteliti karena kemampuannya dalam menghambat pertumbuhan mikroorganisme melalui mekanisme tertentu. Sementara terpen menjadi salah satu kelompok senyawa yang banyak dikaji dalam riset kesehatan karena aktivitas biologisnya yang luas.

Adapun alkaloid selama ini dikenal sebagai kelompok senyawa yang menjadi dasar berbagai penelitian pengembangan obat-obatan modern.

Meski demikian, para peneliti menegaskan bahwa temuan tersebut tidak serta-merta menjadikan kulit pisang sebagai obat atau produk kesehatan yang siap digunakan.

Penelitian ini lebih merupakan langkah awal untuk mengidentifikasi potensi yang tersimpan dalam limbah pertanian yang selama ini kurang mendapat perhatian.

Potensi pemanfaatan kulit pisang sendiri tidak terbatas pada sektor kesehatan. Di sejumlah daerah, limbah kulit pisang mulai dimanfaatkan sebagai bahan baku tepung, sumber antioksidan alami pada produk pangan, hingga media fermentasi dalam berbagai penelitian bioteknologi.

Artikel ini telah dibaca 20 kali

badge-check

Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Diskopindag Lumajang Cabut Tiga Rekomendasi BBM Bersubsidi

5 Agustus 2026 - 14:47 WIB

Usaha Sound System Tak Lagi Bisa Ajukan Rekomendasi BBM Bersubsidi

5 Agustus 2026 - 14:33 WIB

Wabup Lumajang Harap Kapolres Baru Perkuat Sinergi Jaga Kamtibmas

5 Agustus 2026 - 14:06 WIB

Bupati Lumajang Atur Jam Operasional PKL di Kawasan Alun-alun

5 Agustus 2026 - 13:15 WIB

Pemkab Lumajang Kenakan Retribusi Tak Hanya di Pasar, Pertokoan Toga Juga Masuk

4 Agustus 2026 - 12:01 WIB

Kebakaran Hutan Picu Penutupan Jalur Wisata Bromo via Senduro

4 Agustus 2026 - 10:54 WIB

Trending di Daerah