Tercatat Mampu, Merasa Tak Mampu: Kisah Warga Lumajang yang Terjebak Data Desil 10 - Lensa Warta

Menu ✖

Mode Gelap
Ratusan Pemain Mobile Legends dan Free Fire Bersaing dalam Kejurkab E-Sport Lumajang Festival UMKM Meriahkan Gema Sholawat di Stadion Semeru Lumajang, Produk Lokal Jadi Sorotan Ribuan Jemaah Hadiri Gema Sholawat dan Tausiyah Kebangsaan di Stadion Semeru Lumajang Nobar Semifinal Piala Dunia 2026 Gratis di Lumajang, Warga Seru-seruan, UMKM Ikut Panen Peluang Bunda Indah Buka Popkab Lumajang 2026, Dorong Pelajar Bangun Mental Juara

Daerah · 5 Jun 2026 11:11 WIB ·

Tercatat Mampu, Merasa Tak Mampu: Kisah Warga Lumajang yang Terjebak Data Desil 10


 Tercatat Mampu, Merasa Tak Mampu: Kisah Warga Lumajang yang Terjebak Data Desil 10 Perbesar

Lumajang, – Bagi Ilmi, warga RW 18 Kelurahan Tompokersan, Kecamatan Lumajang, angka desil 10 yang tercantum dalam data pemerintah bukan sekadar deretan statistik.

Klasifikasi itu justru memunculkan tanda tanya besar karena dinilai tidak mencerminkan kondisi hidup yang dijalaninya sehari-hari.

Perempuan itu mengaku terkejut saat mengetahui dirinya masuk kategori desil 10 dalam Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN).

Padahal, menurut pengakuannya, kondisi ekonomi keluarganya jauh dari gambaran kelompok masyarakat yang dianggap lebih sejahtera.

Persoalan tersebut terungkap setelaj Ilmi menceritakan berbagai kesulitan yang dialaminya saat berusaha mengurus kembali kepesertaan BPJS Kesehatan setelah suaminya meninggal dunia.

“Setelah suami saya meninggal, saya berhenti menggunakan BPJS. Waktu saya ke kantor BPJS untuk menanyakan apakah ada tunggakan atau tidak, saya juga tidak diberi tahu,” kata Ilmi, Jumat (5/6/2026).

Harapannya untuk memperoleh kepastian justru berujung kebingungan. Saat hendak mengurus kembali kepesertaan, ia diarahkan menggunakan layanan berbasis aplikasi digital. Bagi Ilmi, yang tidak terbiasa menggunakan teknologi tersebut, proses itu menjadi hambatan baru.

“Katanya suruh mengurus lewat aplikasi, saya tidak paham aplikasi,” ujarnya.

Namun persoalan yang paling membuatnya heran bukan hanya soal layanan administrasi. Saat menelusuri data yang tercatat atas namanya, Ilmi menemukan informasi pekerjaan yang menurutnya tidak sesuai dengan kenyataan.

Dalam data administrasi, ia disebut sebagai penjual mobil dan onderdil kendaraan. Padahal, kesehariannya dihabiskan dengan berjualan rokok untuk memenuhi kebutuhan hidup.

“Di data itu tertulis saya penjual mobil dan onderdil mesin mobil sama motor. Padahal saya jualan rokok,” katanya.

Kepala Dinas Sosial Kabupaten Lumajang, Indriono Krishna Murti, mengatakan masyarakat yang merasa data sosial ekonominya tidak sesuai dapat mengajukan pemutakhiran melalui operator desa atau kelurahan.

“Kalau ada masyarakat yang kondisinya tidak sesuai dengan desil di DTSEN, bisa mengusulkan pemutakhiran desil melalui operator di desa setempat,” kata Indriono.

Menurut dia, data yang digunakan saat ini mengacu pada DTSEN dan tetap dapat diperbarui apabila ditemukan ketidaksesuaian di lapangan.

“Saat ini data yang kita gunakan adalah DTSEN dan memungkinkan untuk dikoreksi melalui mekanisme pemutakhiran,” terangnya.

Indriono juga menegaskan bahwa kesalahan klasifikasi desil tidak otomatis menghilangkan hak warga untuk memperoleh layanan kesehatan. Namun, mekanisme pembiayaan yang digunakan dapat berbeda.

“Sebenarnya tidak, hanya mekanismenya yang perlu penyesuaian. Bisa kita usulkan melalui program Biakesmaskin atau PBI daerah,” pungkasnya.

Artikel ini telah dibaca 59 kali

badge-check

Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Warga Sumberlangsep Kembali Terisolasi akibat Banjir Lahar Lahar Hujan Gunung Semeru

2 November 2026 - 12:30 WIB

Bunda Indah Dorong Pariwisata Lumajang Jadi Motor Pertumbuhan Ekonomi dan Peluang Usaha Warga

31 Oktober 2026 - 17:29 WIB

Lumajang Raih Wilwatikta Awards 2026, Bunda Indah Jadikan Penghargaan Motivasi Perkuat Ekonomi

31 Oktober 2026 - 17:28 WIB

Pronojiwo Kembangkan Agrowisata 3 Hektare, Wisatawan Tumpak Sewu Bakal Punya Pilihan Baru

31 Oktober 2026 - 17:25 WIB

Cegah Stunting di Lumajang, Dinkes P2KB Perkuat Peran Posyandu dan Kolaborasi Desa

31 Oktober 2026 - 17:23 WIB

Bunda Indah Salurkan BLT DBHCHT 2026, Sebanyak 4.293 Warga Lumajang Terima Alokasi Rp600 Ribu

31 Oktober 2026 - 17:21 WIB

Trending di Daerah