Keindahan Air Terjun Tumpak Sewu kini menginspirasi pengembangan ekonomi kreatif di Kabupaten Lumajang. Pemerintah Kabupaten Lumajang mendorong perajin batik mengangkat ikon wisata tersebut menjadi motif lokal yang kuat, bernilai budaya, dan memiliki daya tarik ekonomi.
Air Terjun Tumpak Sewu selama ini dikenal sebagai salah satu destinasi unggulan Lumajang. Pesona alamnya tidak hanya menarik wisatawan, tetapi juga dapat menjadi sumber gagasan kreatif bagi pelaku UMKM dan perajin batik daerah.
Bupati Lumajang Indah Amperawati mengajak pelaku usaha batik memanfaatkan kekayaan alam dan budaya daerah sebagai sumber kreativitas. Menurutnya, batik motif Tumpak Sewu dapat memperkuat identitas Lumajang sekaligus membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat.
Tumpak Sewu Jadi Inspirasi Motif Batik Lokal
Bunda Indah menyampaikan bahwa batik tidak hanya berfungsi sebagai warisan budaya. Batik juga memiliki potensi ekonomi besar jika pelaku usaha mampu mengembangkannya melalui inovasi, kreativitas, dan identitas lokal yang kuat.
“Batik bukan hanya warisan budaya, tetapi juga memiliki nilai ekonomi yang besar. Saya mengajak para pengusaha batik di Lumajang untuk berkreasi menghadirkan motif yang terinspirasi dari Tumpak Sewu sebagai salah satu ikon wisata daerah,” ujarnya, Kamis (18/6/2026).
Menurutnya, Tumpak Sewu memiliki karakter visual yang kuat dan mudah dikenali. Keindahan air terjun bertingkat, lanskap alam, serta daya tarik wisatanya dapat menjadi inspirasi bagi perajin untuk menciptakan motif batik khas Lumajang.
Dengan menghadirkan motif yang terinspirasi dari destinasi unggulan, batik lokal dapat memiliki cerita yang lebih kuat. Produk tersebut tidak hanya menjadi kain bermotif, tetapi juga membawa narasi tentang kekayaan alam dan identitas daerah.
Batik Khas Wisata Buka Peluang Ekonomi Kreatif
Bunda Indah menilai tingginya minat wisatawan terhadap Tumpak Sewu dapat menjadi peluang bagi pelaku UMKM. Perajin batik dapat menghadirkan produk yang memiliki keterkaitan langsung dengan pengalaman wisata dan ciri khas Lumajang.
Kehadiran batik motif Tumpak Sewu juga dapat memperluas pilihan produk khas daerah. Wisatawan yang datang ke Lumajang tidak hanya menikmati keindahan alam, tetapi juga dapat membawa pulang produk lokal yang memiliki nilai estetika, budaya, dan cerita.
“Ketika wisata tumbuh, ekonomi masyarakat juga harus ikut bergerak. Kita ingin wisatawan yang datang ke Lumajang tidak hanya menikmati keindahan alam, tetapi juga mengenal dan membawa pulang produk khas daerah yang memiliki cerita dan identitas tersendiri,” katanya.
Menurut Bunda Indah, pengembangan ekonomi kreatif membutuhkan kolaborasi antara sektor pariwisata, budaya, dan UMKM. Melalui kolaborasi tersebut, potensi lokal dapat berkembang menjadi produk yang memiliki nilai tambah dan daya saing.
Produk Lokal Perkuat Identitas Lumajang
Batik yang terinspirasi dari Tumpak Sewu dapat menjadi media promosi daerah. Melalui karya kreatif masyarakat, kekayaan alam Lumajang dapat dikenal lebih luas oleh wisatawan dan masyarakat umum.
Bunda Indah menilai motif batik berbasis ikon wisata juga dapat memperkuat citra Lumajang sebagai daerah yang kaya potensi alam, budaya, dan kreativitas. Produk tersebut dapat menjadi bagian dari strategi promosi yang menghubungkan pariwisata dengan ekonomi kreatif.
Gagasan ini sekaligus membuka ruang bagi perajin batik untuk terus berinovasi. Pelaku usaha dapat menghadirkan karya yang sesuai dengan perkembangan pasar tanpa meninggalkan nilai budaya lokal yang menjadi ciri khas daerah.
Di tengah meningkatnya perhatian terhadap produk ekonomi kreatif, batik dengan identitas lokal yang kuat dapat memberikan nilai tambah bagi pelaku usaha. Produk seperti batik motif Tumpak Sewu juga berpeluang memperluas pemasaran UMKM Lumajang.
Melalui penguatan kolaborasi antara pariwisata dan ekonomi kreatif, Pemerintah Kabupaten Lumajang berharap potensi alam daerah tidak hanya menjadi daya tarik wisata. Potensi tersebut juga dapat menjadi sumber inspirasi yang menggerakkan ekonomi masyarakat secara berkelanjutan.
Tinggalkan Balasan