Lumajang, – Ketua DPC PDI Perjuangan Lumajang Supratman mengatakan dana insentif bagi guru non-ASN di Kabupaten Lumajang akan segera dicairkan.
Menurutnya, proses penyaluran masih menunggu penyelesaian administrasi dan verifikasi data penerima agar bantuan diberikan kepada guru yang masih aktif.
“Untuk guru non-ASN, dana insentif akan segera cair. Semuanya itu butuh proses dan waktu untuk administrasi. Yang diverifikasi betul-betul guru yang masih aktif dan yang sudah tidak aktif, terutama guru non-ASN,” kata Supratman, Rabu (1/7/2026).
Ia mengatakan proses verifikasi dilakukan agar penyaluran insentif tepat sasaran. Pendataan tersebut juga melibatkan organisasi terkait, termasuk Himpunan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Anak Usia Dini Indonesia (Himpaudi), untuk memastikan data penerima telah sesuai.
Supratman mengatakan mekanisme penyaluran pada tahun depan juga akan menyesuaikan kelengkapan administrasi dari masing-masing lembaga.
“Tahun depan, lembaga yang lebih dulu menyelesaikan proposal akan lebih dulu dicairkan. Ketua Himpaudi juga sudah mengantisipasi agar guru yang tidak aktif tidak masuk dalam daftar penerima,” jelasnya.
Ia mengucapkan selamat kepada para guru yang akan menerima dana insentif tersebut dan berharap bantuan itu dapat memberikan manfaat bagi para penerima.
“Kami ucapkan selamat kepada guru-guru yang akan menerima. Semoga bermanfaat,” katanya.
Selain membahas insentif guru non-ASN, Supratman menyebut realisasi bantuan tersebut merupakan salah satu janji politik Bupati dan Wakil Bupati Lumajang yang mulai dipenuhi. Menurut dia, sejumlah program lain juga telah masuk dalam Perubahan Anggaran Keuangan (PAK) 2026.
“Beberapa janji politik sudah terpenuhi di perubahan anggaran, termasuk penanganan sebagian jalan yang rusak. Sektor kesehatan juga menjadi perhatian penuh Bupati dan Wakil Bupati. Ke depan, jalan raya akan ditata agar lebih nyaman dan aman digunakan masyarakat,” pungkasnya.
Tinggalkan Balasan