Kelangkaan Solar Subsidi di Lumajang Berdampak pada Aktivitas Angkutan Pasir - Lensa Warta

Menu

Mode Gelap
Bunda Indah Buka Popkab Lumajang 2026, Dorong Pelajar Bangun Mental Juara 98 PNS Lumajang Terima SK dan Diambil Sumpah, Bupati Tekankan Integritas Pantai Lumajang Padat Saat Kupatan, Perputaran Ekonomi Meningkat Bupati Lumajang: Kebersihan Pantai Jadi Kunci Wisata Berkelanjutan Cegah Sejak Dini, Bupati Lumajang Ajak Warga Rutin Periksa Kesehatan Jantung

Daerah · 26 Jun 2026 11:47 WIB ·

Kelangkaan Solar Subsidi di Lumajang Berdampak pada Aktivitas Angkutan Pasir


 Kelangkaan Solar Subsidi di Lumajang Berdampak pada Aktivitas Angkutan Pasir Perbesar

Lumajang, – Kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi jenis Bio Solar di Kabupaten Lumajang mulai mengganggu aktivitas angkutan pasir.

Sejumlah sopir truk mengaku kehilangan jam kerja karena harus mengantre berjam-jam di stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) untuk mendapatkan solar subsidi.

Pantauan pada Jumat (26/6/2026), di SPBU Desa Lempeni, Kecamatan Tempeh, menunjukkan antrean truk mengular hingga sekitar 500 meter sejak dini hari. Puluhan kendaraan parkir di bahu jalan sambil menunggu giliran mengisi BBM.

Abdul Rohim, sopir truk pasir, mengatakan telah mengantre sejak pukul 03.00 WIB. Namun hingga sekitar pukul 10.00 WIB, ia belum juga memperoleh Bio Solar.

“Mulai sebelum subuh jam 3, sampai sekarang belum dapat (BBM), ini saja nanti kalau habis tidak dikasih tahu,” katanya.

Menurut dia, kesulitan mendapatkan solar subsidi mulai dirasakan sejak Rabu, 24 Juni 2026. Namun, ia mengaku tidak mengetahui penyebab kelangkaan tersebut.
“Mulai kemarin, kalau orang kuli seperti saya tidak tahu kenapa-kenapanya,” ujarnya.

Kelangkaan BBM bersubsidi itu berdampak langsung terhadap produktivitas sopir angkutan pasir. Hendra, sopir lainnya, mengatakan pada kondisi normal dirinya sudah dapat mengangkut pasir sebanyak dua rit menuju stockpile sebelum siang hari.

Namun kali ini, ia belum dapat bekerja sama sekali karena masih mengantre BBM.

“Kalau biasanya dapat 2 rit, ini belum sama sekali, jadi ya berdampak sekali,” katanya.

Hendra menambahkan antrean panjang juga terjadi pada BBM bersubsidi jenis Pertalite. Menurut dia, hanya Pertamax yang relatif tersedia, tetapi harganya tidak terjangkau bagi pekerja harian.

“Adanya hanya Pertamax, mahal kalau sebangsa petani sama buruh seperti kami,” ujarnya.

Hingga berita ini ditulis, belum ada penjelasan resmi mengenai penyebab terbatasnya pasokan Bio Solar di Lumajang.

Communication & Relations Pertamina Regional V Jawa Timur, Bali, dan Nusa Tenggara yang dikonfirmasi hanya menyampaikan bahwa keterangan resmi masih disiapkan.
“Ditunggu rilis kita ya,” kata seorang staf Communication & Relations Pertamina Regional V saat dihubungi.

Artikel ini telah dibaca 4 kali

badge-check

Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Ojol dan PKL Jadi Prioritas, Pemkab Lumajang Biayai BPJS Ketenagakerjaan bagi 9.000 Buruh Rentan

26 Juni 2026 - 11:03 WIB

Bupati Lumajang Tegur Kepala OPD yang Keluhkan Anggaran: Tak Siap, Bisa Diganti

25 Juni 2026 - 12:03 WIB

Tak Dilirik Investor, Selokambang Diskon 50 Persen

25 Juni 2026 - 11:28 WIB

Jalan Desa Jadi Fokus Pembangunan, Lumajang Usulkan Ruas Tempeh-Pasrujambe

24 Juni 2026 - 13:26 WIB

PDI Perjuangan Lumajang Dorong Skema 80 Persen Pasien BPJS di Puskesmas

23 Juni 2026 - 10:55 WIB

Bunda Indah Buka Popkab Lumajang 2026, Dorong Pelajar Bangun Mental Juara

22 Juni 2026 - 19:53 WIB

Trending di Daerah