Gunung Lemongan hingga Pegunungan Gajah Mungkur Rawan Karhutla, BPBD Lumajang Perkuat Mitigasi - Lensa Warta

Menu ✖

Mode Gelap
Festival UMKM Meriahkan Gema Sholawat di Stadion Semeru Lumajang, Produk Lokal Jadi Sorotan Ribuan Jemaah Hadiri Gema Sholawat dan Tausiyah Kebangsaan di Stadion Semeru Lumajang Nobar Semifinal Piala Dunia 2026 Gratis di Lumajang, Warga Seru-seruan, UMKM Ikut Panen Peluang Bunda Indah Buka Popkab Lumajang 2026, Dorong Pelajar Bangun Mental Juara 98 PNS Lumajang Terima SK dan Diambil Sumpah, Bupati Tekankan Integritas

Daerah · 26 Agu 2026 11:42 WIB ·

Gunung Lemongan hingga Pegunungan Gajah Mungkur Rawan Karhutla, BPBD Lumajang Perkuat Mitigasi


 Gunung Lemongan hingga Pegunungan Gajah Mungkur Rawan Karhutla, BPBD Lumajang Perkuat Mitigasi Perbesar

Lumajang, – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lumajang memetakan sejumlah kawasan yang berpotensi mengalami kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Wilayah rawan tersebut membentang dari Gunung Lemongan hingga kawasan Pegunungan Gajah Mungkur.

Kepala Pelaksana BPBD Lumajang Isnugroho mengatakan mitigasi dilakukan terhadap sejumlah kawasan yang berdasarkan pemantauan visual memiliki kondisi kering dan berpotensi memicu kebakaran.

“Kalau kita mitigasi mulai dari utara ya, itu ada Gunung Lemongan, bergeser ke Sawaran, Gunung Sawaran itu bukit Sawaran,” katanya, Rabu (26/8/2026).

Selain kawasan pegunungan, BPBD juga menyoroti wilayah yang terdapat lahan tebu. Kawasan Tebu, Sukosari, Rojopolo, hingga Jatiroto disebut memiliki potensi kebakaran karena terdapat hamparan lahan tebu.

“Lalu bergeser lagi di kawasan tebu, Sukosari, Rojopolo, Jatiroto itu kan lahan tebu,” kata dia.

Isnugroho kemudian menyebut sejumlah kawasan perbukitan lainnya, yakni Pucangrangga dan Gunung Tambu.

Potensi karhutla juga menjadi perhatian di sepanjang Pegunungan Gajah Mungkur hingga Dampar.

“Terus yang di bukit lagi yang di Pucangrangga, Gunung Tambu, dan sepanjang Pegunungan Gajah Mungkur hingga Dampar. Itu sangat berpotensi terjadinya kebakaran hutan,” katanya.

Menurut Isnugroho, kondisi kering menjadi salah satu alasan kawasan tersebut masuk dalam perhatian mitigasi BPBD. Pemantauan dilakukan berdasarkan pengamatan visual bersama tim di lapangan.

“Karena itu kawasan-kawasan yang berdasarkan penglihatan visual saya dan kawan-kawan melakukan mitigasi, kondisinya kering,” pungkasnya.

Artikel ini telah dibaca 22 kali

badge-check

Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Karnaval Kandangtepus Lumajang Sajikan Tarian Tradisional dari Sabang hingga Merauke

10 Oktober 2026 - 17:45 WIB

Bupati Sebut Bonus Asian Games, Emas Rp50 Juta dan Perunggu Rp30 Juta

9 Oktober 2026 - 13:51 WIB

Peringati HUT ke-54, Desa Jatigono Lumajang Gelar Pawai dan Grebeg Gunungan

9 Oktober 2026 - 10:33 WIB

Truk Hino Tanpa STNK dan SIM Terlibat Kecelakaan di Candipuro Lumajang

8 Oktober 2026 - 20:40 WIB

Wabup Lumajang Dorong Masjid Nurul Huda Jadi Pusat Pendidikan Al-Qur’an Anak

8 Oktober 2026 - 10:06 WIB

6 Km Jalan Bergelombang di Lumajang Ditangani, Nilai Kontrak Rp10,92 Miliar

8 Oktober 2026 - 08:48 WIB

Trending di Daerah