Lumajang, – Kepolisian Resor Lumajang menyatakan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Blok Bantengan, Desa Ranupani, Kecamatan Senduro, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, berhasil dilokalisir pada area sekitar 3 hektare.
Personel yang diterjunkan terdiri atas 25 anggota Polres Lumajang, 20 anggota Masyarakat Peduli Api (MPA), dan 10 petugas Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS).
Pemadaman dimulai pukul 08.00 WIB di kawasan konservasi tersebut.
Kapolres Lumajang AKBP Riki Yariandi mengatakan pengerahan personel gabungan dilakukan untuk mengendalikan api agar tidak meluas ke area konservasi lainnya.
“Sinergi seluruh unsur ini sangat krusial agar penanganan titik api di Blok Bantengan dapat dilakukan secara cepat dan terukur,” kata Riki, Kamis (22/10/2026).
Untuk mendukung pemadaman, tim gabungan mengerahkan lima kendaraan operasional, yakni satu truk Dinas Baglog Polres Lumajang, satu kendaraan R4 Strada milik Polsek Senduro, satu kendaraan R4 Isuzu D-Max milik Satuan Samapta Polres Lumajang, serta satu kendaraan R4 dan satu kendaraan R3 Triseda milik TNBTS.
Petugas juga menggunakan empat tandon air berkapasitas masing-masing 1.000 liter dan empat alat semprot pemadam kebakaran. Peralatan tersebut digunakan untuk membasahi area yang terbakar dan menangani sisa bara api.
Riki mengatakan dukungan armada dan peralatan pemadam membantu petugas dalam mengendalikan kebakaran di Blok Bantengan.
“Berkat kerja keras seluruh tim di lapangan, luas area terdampak dapat dilokalisir di kisaran 3 hektare dan seluruh rangkaian kegiatan pemadaman berjalan dengan aman serta lancar,” ujarnya.
Riki mengimbau masyarakat dan wisatawan agar tidak melakukan aktivitas yang berpotensi memicu munculnya titik api baru di kawasan konservasi.
“Kami mengimbau kepada seluruh masyarakat dan pengunjung kawasan TNBTS untuk tetap waspada dan tidak melakukan aktivitas yang memicu timbulnya titik api baru,” katanya.
Tinggalkan Balasan