Pertamina Cek SPBU di Lumajang, Antrean Bio Solar Ganggu Aktivitas Sopir Truk - Lensa Warta

Menu ✖

Mode Gelap
Festival UMKM Meriahkan Gema Sholawat di Stadion Semeru Lumajang, Produk Lokal Jadi Sorotan Ribuan Jemaah Hadiri Gema Sholawat dan Tausiyah Kebangsaan di Stadion Semeru Lumajang Nobar Semifinal Piala Dunia 2026 Gratis di Lumajang, Warga Seru-seruan, UMKM Ikut Panen Peluang Bunda Indah Buka Popkab Lumajang 2026, Dorong Pelajar Bangun Mental Juara 98 PNS Lumajang Terima SK dan Diambil Sumpah, Bupati Tekankan Integritas

Daerah · 21 Okt 2026 12:06 WIB ·

Pertamina Cek SPBU di Lumajang, Antrean Bio Solar Ganggu Aktivitas Sopir Truk


 Pertamina Cek SPBU di Lumajang, Antrean Bio Solar Ganggu Aktivitas Sopir Truk Perbesar

Lumajang, – PT Pertamina Patra Niaga melakukan pengecekan lapangan ke sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, menyusul antrean panjang bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi jenis Bio Solar.

Antrean tersebut mengganggu aktivitas sopir truk pengangkut pasir yang harus menunggu hingga sekitar dua jam untuk mendapatkan bahan bakar.

Ahmad, sopir truk pengangkut pasir asal Desa Tumpeng, Kecamatan Candipuro, mengaku mulai mengantre di SPBU Sukodono pada Rabu, 21 Oktober 2026, sejak pukul 12.00 WIB. Namun, hingga pukul 14.10 WIB, ia belum mendapatkan giliran untuk mengisi solar.

“Sudah dua jam antre solar. Enggak tahu (kenapa) ya, karena sudah beberapa hari ini agak langka, kayaknya sudah lebih dari dua minggu,” katanya, Rabu (21/10/2026).

Menurut dia, antrean panjang tersebut menghambat aktivitas pengangkutan pasir dari tambang menuju tempat penampungan atau stockpile.

Waktu yang seharusnya digunakan untuk mengirim pasir justru tersita untuk menunggu giliran mengisi bahan bakar.

Dalam kondisi normal, Ahmad mengaku bisa mengirim pasir sebanyak dua kali dalam sehari. Namun, ketika antrean solar berlangsung panjang, ia hanya mampu melakukan satu kali pengiriman.

“Karena biasanya dua kali angkut, gara-gara antre cuma bisa angkut sekali. Biaya sekali angkut kisaran Rp 200.000 hingga Rp 300.000,” ujarnya.

Berkurangnya frekuensi pengiriman itu, menurut Ahmad, berdampak terhadap pendapatan hariannya. Ia memperkirakan kehilangan pendapatan hingga Rp 300.000 ketika hanya bisa melakukan satu kali pengangkutan. Kondisi tersebut disebutnya telah berlangsung sekitar dua pekan.

“Akibatnya, pengiriman pasir yang biasa dilakukannya juga menjangkau luar Kabupaten Lumajang, terutama Kabupaten Probolinggo. Antrean solar membuat jadwal pengiriman menjadi terganggu,” jelasnya.

Sementara itu, Bupati Lumajang Indah Amperawati mengatakan pemerintah daerah telah berkoordinasi dengan Pertamina untuk menindaklanjuti persoalan antrean BBM di sejumlah SPBU. Berdasarkan informasi yang diterimanya, pasokan BBM ke Lumajang tidak mengalami pengurangan.

“Pasokan tetap hanya saja kebutuhannya bertambah karena banyak (pembeli dari luar Lumajang) yang datang,” kata Indah.

Menurut Indah, tingginya permintaan membuat BBM yang masuk ke SPBU cepat habis. Kondisi tersebut menyebabkan ketersediaan solar di sejumlah SPBU belum kembali normal.

“Begitu memasok langsung habis, begitu datang langsung habis. Jadi belum normal lah,” ujarnya.

Area Manager Communication, Relations & CSR PT Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus, Ahad Rahedi, mengatakan tim Pertamina masih melakukan pengecekan langsung ke sejumlah SPBU di Lumajang untuk memastikan kondisi stok BBM.

“Tim masih di lapangan untuk melakukan pengecekan, nanti perkembangan informasinya akan kami sampaikan,” ujar Ahad.

Artikel ini telah dibaca 4 kali

badge-check

Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

TP PKK Lumajang Dorong Edukasi Berbasis Potensi dan Kondisi Lingkungan Setempat

21 Oktober 2026 - 12:14 WIB

BPS Catat Penduduk Miskin Lumajang Turun dari 115 Ribu Jadi 87 Ribu

21 Oktober 2026 - 10:41 WIB

Muatan Tetes Tebu Tumpah ke Jalan Usai Truk Tangki Terguling di Klakah

19 Oktober 2026 - 20:24 WIB

Rusak Lebih dari 20 Tahun, Jalan Desa Lempeni Lumajang Akhirnya Diresmikan Kawendra

19 Oktober 2026 - 19:24 WIB

Tes Urine 11 Orang Negatif, Polisi Temukan Lima Klip Diduga Sabu di Karaoke Lumajang

19 Oktober 2026 - 11:13 WIB

Bunda Indah Cicipi Selai Pepaya di Food Security Expo Lumajang, Ada UMKM dan Pasar Murah!

18 Oktober 2026 - 14:57 WIB

Trending di Daerah