Erupsi Gunung Ruang Warga Diminta Hindari Pesisir, Berpotensi Tsunami - Lensa Warta

Menu

Mode Gelap
ASN Lumajang Tak Boleh Live Saat Jam Kerja: Aturan Baru Demi Wibawa Pelayanan Publik Pemdes Tempursari Pasang WiFi Gratis di Dusun Ketindan, Percepat Digitalisasi Desa Pemkab Lumajang Ajak Warga Sambut 2026 dengan Doa dan Kepedulian Sosial Istighotsah Akhir Tahun 2025, Bupati Lumajang Ajak Perbanyak Doa, Empati, dan Refleksi Diri Malam Natal di Lumajang, Bupati Titip Doa dan Tegaskan Komitmen Kerukunan

Nasional · 1 Mei 2024 09:43 WIB ·

Erupsi Gunung Ruang Warga Diminta Hindari Pesisir, Berpotensi Tsunami


 BNPB mengingatkan masyarakat di Pulau Tagulandang menghindari kawasan pesisir karena ada potensi tsunami akibat erupsi Gunung Ruang. Perbesar

BNPB mengingatkan masyarakat di Pulau Tagulandang menghindari kawasan pesisir karena ada potensi tsunami akibat erupsi Gunung Ruang.

Lensawarta – Pengumuman Penting dari BNPB Dalam upaya pencegahan terhadap risiko bencana alam, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyerukan kepada penduduk di Pulau Tagulandang, Sulawesi Utara, untuk tidak mendekati area pantai dan segera meninggalkan zona dalam jarak 7 kilometer dari Gunung Ruang di Kabupaten Kepulauan Sitaro. Hal ini disebabkan oleh adanya ancaman tsunami yang mungkin terjadi menyusul erupsi Gunung Ruang.

Abdul Muhari, Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, dalam konferensi pers virtual yang diadakan pada hari Selasa, 30 April 2024, menekankan pentingnya menjauh dari wilayah pesisir hingga situasi dinyatakan aman.

Baca Juga: Bea Cukai Sebut Ada Miskomunikasi, Hibah Alat Belajar SLB Ditagih Bea Masuk Ratusan Juta Rupiah

Beliau mengungkapkan kekhawatiran atas jumlah besar material vulkanik yang telah memasuki laut sejak malamSenin, 29 April 2024, yang dapat memicu bencana serupa dengan tsunami yang terjadi pada tahun1871.

Mengingat peristiwa historis tersebut, BNPB meminta kewaspadaan tinggi karena mekanisme tsunami yang diakibatkan oleh aktivitas vulkanik berbeda dengan yang disebabkan oleh gempa bumi. Sistem peringatan dini untuk tsunami akibat gempa bumi hanya dapat diaktifkan setelah gempa terdeteksi, sedangkan aktivitas vulkanik telah berlangsung dan banyak material vulkanik telah teramati.

Oleh karena itu, BNPB kembali menghimbau warga di Pulau Tagulandang untuk menghindari area pantai dan tetap waspada terhadap kemungkinan terjadinya tsunami.

Baca Juga: Tes Kepribadian Visual Ungkap Jati Diri Anda Melalui Pilihan Gambar Matahari, Simak Penjelasan Lengkapnya!

Pemerintah Kepulauan Siau Tagulandang Biaro telah memutuskan untuk memperpanjang status tanggap darurat pascaerupsi Gunung Ruang. Status ini akan berlaku selama 14 hari, dari 30 April hingga 14 Mei 2024.

Keselamatan masyarakat adalah prioritas utama kami. Kami mengimbau semua warga untuk mengikuti arahan dari BNPB dan pihak berwenang setempat.

Artikel ini telah dibaca 11 kali

badge-check

Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Perhotelan Malang Siap Sambut 100 Ribu Jemaah NU, Tarif Tetap Stabil

3 Februari 2026 - 15:57 WIB

Erupsi Semeru Picu Hujan Abu di Senduro, Warga Keluhkan Aktivitas Harian Terganggu

3 Februari 2026 - 15:07 WIB

Jalan Rusak Tergerus Lahar, Warga Lumajang Terpaksa Lewati Area Persawahan

3 Februari 2026 - 13:50 WIB

Berpacu dengan Ancaman Lahar, Perbaikan Tanggul Sungai Regoyo Dikebut

3 Februari 2026 - 13:33 WIB

Gunung Semeru Tertutup Kabut, Aktivitas Vulkanik Level III Tetap Siaga

1 Februari 2026 - 11:45 WIB

Hadapi Ancaman Tahunan Semeru, Lumajang Siapkan Generasi Tangguh Bencana

30 Januari 2026 - 08:06 WIB

Trending di Nasional