Majelis As-tsuroya, Simbol Spiritual Baru dari Pendopo Lumajang - Lensa Warta

Menu

Mode Gelap
ASN Lumajang Tak Boleh Live Saat Jam Kerja: Aturan Baru Demi Wibawa Pelayanan Publik Pemdes Tempursari Pasang WiFi Gratis di Dusun Ketindan, Percepat Digitalisasi Desa Pemkab Lumajang Ajak Warga Sambut 2026 dengan Doa dan Kepedulian Sosial Istighotsah Akhir Tahun 2025, Bupati Lumajang Ajak Perbanyak Doa, Empati, dan Refleksi Diri Malam Natal di Lumajang, Bupati Titip Doa dan Tegaskan Komitmen Kerukunan

Daerah · 24 Mei 2025 11:09 WIB ·

Majelis As-tsuroya, Simbol Spiritual Baru dari Pendopo Lumajang


 Majelis As-tsuroya, Simbol Spiritual Baru dari Pendopo Lumajang Perbesar

Lumajang – Pendopo Arya Wiraraja kini berfungsi lebih dari sekadar pusat pemerintahan. Tempat ini juga menjadi pusat kegiatan spiritual bagi warga Kabupaten Lumajang. Untuk pertama kalinya, Majelis Taklim As-tsuroya menggelar pengajian dan doa bersama di pendopo.

Bupati Lumajang Indah Amperawati (Bunda Indah) memimpin langsung majelis tersebut bersama Ketua TP PKK Lumajang, Dewi Natalia Yudha Adji Kusuma. Kegiatan yang berlangsung menjelang senja ini dipenuhi lantunan sholawat dan dzikir yang menggema penuh khidmat.

Bunda Indah menyampaikan rasa syukur atas kehadiran Majelis As-tsuroya. Ia ingin menjadikan pendopo sebagai rumah spiritual, tempat berdoa dan mempererat hubungan antara pemimpin, ulama, dan masyarakat.

“Alhamdulillah, ini majelis baru yang membawa semangat luar biasa. Kami ingin dzikir dan sholawat hidup terus di pendopo,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa kegiatan ini akan rutin diadakan dua bulan sekali, dengan mengundang majelis taklim dari berbagai kecamatan di Lumajang.

Melalui Majelis As-tsuroya, Bupati mengajak seluruh elemen masyarakat mendoakan kemaslahatan Lumajang. Ia menegaskan bahwa membangun daerah bukan hanya soal kebijakan, tetapi juga perlu ikhtiar spiritual yang kolektif.

“Saya ingin pendopo menjadi tempat berkumpulnya semua pihak untuk berdoa bersama. Ini bagian dari usaha batin kita menjaga Lumajang,” kata Bunda Indah.

Meskipun baru terbentuk, Majelis As-tsuroya langsung mendapat sambutan positif dari masyarakat. Majelis ini mengusung misi rahmatan lil alamin, terbuka untuk semua, dan membawa semangat toleransi serta persatuan.

Bupati berharap majelis ini terus berkembang dan memberi manfaat luas. Ia percaya bahwa doa adalah kekuatan yang mampu menjaga daerah dari bencana dan membawa keberkahan.

“Semoga majelis ini tumbuh dan memberi manfaat nyata. Kita semua butuh kekuatan doa untuk menjaga Lumajang,” pungkasnya.

Artikel ini telah dibaca 15 kali

badge-check

Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Jam Kerja ASN Kota Malang Turun Jadi 32,5 Jam per Pekan Selama Ramadan

20 Februari 2026 - 14:38 WIB

BI Malang Siapkan Rp3,913 Triliun Uang Tunai untuk Ramadan dan Idulfitri 2026

20 Februari 2026 - 14:28 WIB

Bank Indonesia Jember Siapkan Rp1,9 Triliun Uang Baru untuk Lebaran 2026

20 Februari 2026 - 13:51 WIB

Temuan Pasutri Terdaftar di RDKK, Komisi B DPRD Jember Minta Kejelasan Data

20 Februari 2026 - 13:43 WIB

Jangan Lewatkan! Kuota Terbatas, Pendaftaran Mudik Gratis Lumajang 2026 Sudah Dibuka

20 Februari 2026 - 12:10 WIB

Komisi B DPRD Jember Desak Bupati Muhammad Fawait Evaluasi Kadis TPHP yang Mangkir RDP

19 Februari 2026 - 16:43 WIB

Trending di Daerah