Krisis Pengelolaan Tumpak Sewu: Dari Rp1 Juta ke Rp92 Juta, Bupati Lumajang Bongkar Kebocoran PAD Wisata - Lensa Warta

Menu

Mode Gelap
Nobar Semifinal Piala Dunia 2026 Gratis di Lumajang, Warga Seru-seruan, UMKM Ikut Panen Peluang Bunda Indah Buka Popkab Lumajang 2026, Dorong Pelajar Bangun Mental Juara 98 PNS Lumajang Terima SK dan Diambil Sumpah, Bupati Tekankan Integritas Pantai Lumajang Padat Saat Kupatan, Perputaran Ekonomi Meningkat Bupati Lumajang: Kebersihan Pantai Jadi Kunci Wisata Berkelanjutan

Daerah · 15 Jun 2025 10:05 WIB ·

Krisis Pengelolaan Tumpak Sewu: Dari Rp1 Juta ke Rp92 Juta, Bupati Lumajang Bongkar Kebocoran PAD Wisata


 Krisis Pengelolaan Tumpak Sewu: Dari Rp1 Juta ke Rp92 Juta, Bupati Lumajang Bongkar Kebocoran PAD Wisata Perbesar

Lumajang, – Tumpak Sewu, destinasi wisata air terjun yang memukau di Lumajang, selama ini menghadapi masalah serius dalam pengelolaan yang sangat minim pengawasan, sehingga pendapatan asli daerah (PAD) dari sektor ini sangat rendah.

Namun, setelah Bupati Lumajang Indah Amperawati turun tangan langsung, pengelolaan wisata ini mengalami perubahan drastis yang berdampak signifikan pada peningkatan PAD.

Pendapatan dari tiket masuk yang dikenakan pajak 10 persen hanya sekitar Rp1 juta per bulan pada Maret 2025, jauh dari potensi sebenarnya yang besar sebagai destinasi favorit wisatawan lokal dan mancanegara.

Melihat kondisi tersebut, Bupati Lumajang yang akrab disapa Bunda Indah itu, mengalihkan fokus pengembangan PAD ke sektor pariwisata dengan memperbaiki sistem pengelolaan tiket masuk.

Ia menerapkan sistem pemungutan pajak yang ketat dan transparan, serta merancang sistem pengelolaan PAD yang modern dan terintegrasi untuk menekan kebocoran pendapatan.

Hasilnya sangat mencengangkan, pendapatan pajak dari tiket masuk melonjak dari Rp1 juta menjadi Rp92 juta per bulan.

“Ini 10 persen loh, naik hitungan. Sudah 92 juta. Nah ini bisa naik lagi nih, belum saya bikinkan sistem lagi,” kata dia, Minggu (15/6/25).

Ia juga menyatakan tengah merancang sistem pengelolaan PAD yang lebih modern dan terintegrasi untuk menekan kebocoran pendapatan yang selama ini menjadi kendala utama.

“Jadi semua potensi-potensi PAD akan saya bikinkan sistem. Supaya kebocoran-kebocoran itu semakin kita tekan,” pungkasnya.

Artikel ini telah dibaca 29 kali

badge-check

Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Data Desil 1-5 Dipersoalkan, DPRD Lumajang Dorong Verifikasi Langsung ke Lapangan

26 Agustus 2026 - 16:03 WIB

Mayat Pria Diperkirakan Berusia 58 Tahun Ditemukan di Pantai Pandanwangi Lumajang

26 Agustus 2026 - 15:47 WIB

Gunung Lemongan hingga Pegunungan Gajah Mungkur Rawan Karhutla, BPBD Lumajang Perkuat Mitigasi

26 Agustus 2026 - 11:42 WIB

Bukit Sentong Lumajang Terbakar Sekitar 1 Hektare, Pendinginan Masih Berlangsung

25 Agustus 2026 - 17:22 WIB

Sepanjang 2026, Empat ASN Lumajang Mundur: Tiga PNS Sakit dan Satu PPPK Ikut Suami

25 Agustus 2026 - 12:55 WIB

Bawa Nama Lumajang ke Jawa Timur, Ayra Azzahra Siap Tampil di Grand Final

25 Agustus 2026 - 10:57 WIB

Trending di Daerah