Audensi Kadin dan Bupati Lumajang: Jembatan Baru Antara Pendidikan Vokasi dan Dunia Industri - Lensa Warta

Menu

Mode Gelap
Pemdes Tempursari Pasang WiFi Gratis di Dusun Ketindan, Percepat Digitalisasi Desa Pemkab Lumajang Ajak Warga Sambut 2026 dengan Doa dan Kepedulian Sosial Istighotsah Akhir Tahun 2025, Bupati Lumajang Ajak Perbanyak Doa, Empati, dan Refleksi Diri Malam Natal di Lumajang, Bupati Titip Doa dan Tegaskan Komitmen Kerukunan Jalan Baru Pasrujambe Buka Akses Ekonomi dan Percepat Pertumbuhan Desa

Pendidikan · 17 Jun 2025 17:53 WIB ·

Audensi Kadin dan Bupati Lumajang: Jembatan Baru Antara Pendidikan Vokasi dan Dunia Industri


 Audensi Kadin dan Bupati Lumajang: Jembatan Baru Antara Pendidikan Vokasi dan Dunia Industri Perbesar

Lumajang, – Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Lumajang melakukan audensi penting dengan Bupati Lumajang, Indah Amperawati, di ruang Mahameru, kantor Bupati Lumajang, Selasa (17/6/25).

Pertemuan ini menjadi momentum untuk menindaklanjuti perintah dari pemerintah pusat terkait revitalisasi pendidikan vokasi di Kabupaten Lumajang, yang diharapkan dapat menjembatani kebutuhan dunia industri dengan kualitas sumber daya manusia yang ada.

Ketua Kadin Lumajang, Agus Setiawan, menyampaikan audensi ini merupakan bagian dari tugas yang diberikan langsung oleh Presiden Republik Indonesia kepada Kadin untuk berkolaborasi dengan pemerintah daerah dalam menghidupkan kembali pendidikan vokasi.

“Kita diberi tugas oleh Presiden untuk melakukan revitalisasi pendidikan vokasi bersama pemerintah daerah. Tujuan audensi ini adalah menindaklanjuti perintah tersebut agar program ini bisa berjalan efektif di Lumajang,” kata Agus.

Agus menegaskan Kadin membutuhkan Surat Keputusan (SK) pembentukan tim koordinasi pendidikan vokasi di tingkat daerah sebagai landasan resmi untuk melaksanakan berbagai kegiatan di lapangan.

“Dengan SK tersebut, kami bisa mengajak teman-teman pengusaha untuk berperan aktif dalam pendidikan vokasi. Ini sangat penting untuk menjembatani lulusan SMK, SMA, dan kampus agar benar-benar siap kerja,” tambahnya.

Menurut Agus, selama ini dunia industri di Lumajang menghadapi tantangan besar karena tenaga kerja yang melamar belum siap pakai.

“Industri sering mengeluh karena mereka harus mengeluarkan biaya besar untuk pelatihan ulang, bisa sampai 3 hingga 6 bulan. Ini sangat memberatkan, apalagi dalam 1-2 tahun tenaga kerja tersebut bisa pindah atau resign,” jelasnya.

Oleh karena itu, revitalisasi pendidikan vokasi diharapkan menjadi solusi strategis yang dapat mengurangi beban pelatihan di industri sekaligus meningkatkan daya saing tenaga kerja lokal.

“Harus ada jembatan yang kuat antara sekolah, kampus, dan industri agar lulusan benar-benar siap kerja,” jelas Agus.

Menanggapi hal itu, Bupati Lumajang, Indah Amperawati, menyambut baik inisiatif Kadin ini dan menegaskan bahwa pendidikan vokasi memiliki dampak luas terhadap kehidupan masyarakat dan pembangunan daerah.

“Pendidikan vokasi menjadi gerakan yang sangat penting. Kita butuh orang-orang yang punya ilmu praktis dan bisa langsung bekerja,” katanya.

Ia menambahkan bahwa pendidikan vokasi saat ini sedang menjadi tren dan harus didorong agar anak-anak muda di Lumajang bisa lebih produktif dan membuka peluang kerja yang lebih luas.

“Kita harus dorong semangat berkarya melalui pendidikan vokasi. Ini juga akan membuka lapangan kerja baru bagi generasi muda. Dan akan segera kita percepat SK-nya,” pungkasnya.

Artikel ini telah dibaca 29 kali

badge-check

Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Akses Masih Panas dan Berlumpur, Guru tak Bisa Menjangkau 46 Siswa Terdampak Lahar Semeru

10 Desember 2025 - 18:06 WIB

Pemkab Lumajang Hentikan Pembangunan Sekolah di Zona Merah

29 November 2025 - 13:34 WIB

Pendidikan Jadi Prioritas Pemkab Lumajang dalam Rehabilitasi Sosial Pascaaerupsi

27 November 2025 - 07:04 WIB

Tak Cukup Tunggu Siswa Datang, Pemkab Lumajang Jemput Bola ke Desa-Desa

31 Oktober 2025 - 09:58 WIB

Bupati Lumajang Gerakkan Program Kejar Paket untuk 48 Ribu Warga Tak Tamat SD

31 Oktober 2025 - 09:51 WIB

67 Persen Warga Lumajang Belum Tamat SMP, Tantangan Serius Dunia Pendidikan

30 Oktober 2025 - 12:33 WIB

Trending di Pendidikan