Penguatan Peran Masyarakat dan Kolaborasi Multisektor dalam Pengelolaan Sampah Pasuruan - Lensa Warta

Menu

Mode Gelap
98 PNS Lumajang Terima SK dan Diambil Sumpah, Bupati Tekankan Integritas Pantai Lumajang Padat Saat Kupatan, Perputaran Ekonomi Meningkat Bupati Lumajang: Kebersihan Pantai Jadi Kunci Wisata Berkelanjutan Cegah Sejak Dini, Bupati Lumajang Ajak Warga Rutin Periksa Kesehatan Jantung Tak Hanya Jaga di Darat, SAR Lumajang Turun ke Laut Amankan Wisata Lebaran

Bisnis · 26 Jun 2025 16:36 WIB ·

Penguatan Peran Masyarakat dan Kolaborasi Multisektor dalam Pengelolaan Sampah Pasuruan


 Penguatan Peran Masyarakat dan Kolaborasi Multisektor dalam Pengelolaan Sampah Pasuruan Perbesar

Pasuruan, – Pemerintah Kabupaten Pasuruan terus memperkuat upaya pengelolaan sampah melalui berbagai pendekatan berbasis masyarakat dan kolaborasi lintas sektor.

Tidak hanya fokus pada solusi teknologi dan industri, Pemkab Pasuruan juga menekankan pentingnya peran aktif warga dan komunitas lingkungan dalam mengurangi timbulan sampah dari sumbernya.

Bupati Pasuruan Rusdi Sutejo mengarakan, salah satu langkah konkret yang dilakukan adalah pembentukan Kader Lingkungan di tingkat desa dan kelurahan.

“Kader-kader ini bertugas memberikan edukasi, melakukan pemilahan sampah, serta mendorong penerapan prinsip 3R (Reduce, Reuse, Recycle) di masyarakat,” ungkapnya, Kamis (26/6/25).

Selain itu, pemerintah daerah menyediakan lahan khusus untuk Tempat Pengelolaan Sampah 3R (TPS3R) dan menganggarkan dana khusus untuk pembinaan serta operasional pengelolaan sampah.

Kata dia, DLH Kabupaten Pasuruan juga aktif melakukan pendampingan kepada komunitas dan penggiat lingkungan, serta memperkuat fungsi bank sampah.

Bank sampah kini menjadi salah satu strategi utama dalam mengurangi sampah yang masuk ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA).

“Melalui pelatihan dan pendampingan, masyarakat didorong untuk memilah dan menyalurkan sampah bernilai ekonomi ke bank sampah, sehingga volume sampah yang dibuang dapat ditekan secara signifikan,” katanya.

Tak hanya itu, Pemkab Pasuruan menjalin kerja sama dengan berbagai pihak, termasuk perusahaan multinasional dan lembaga internasional, untuk membangun fasilitas pengelolaan sampah terpadu.

Contohnya, dua fasilitas TPST3R di Kecamatan Lekok dan Nguling yang dibangun bersama Project Stop dan didanai oleh Nestle serta mitra global lainnya, mampu mengolah hingga 32 ton sampah per hari atau sekitar 65% dari total sampah yang dihasilkan di Pasuruan.

“Fasilitas ini berfokus pada pengumpulan, pemilahan, dan daur ulang sampah, sehingga dapat mencegah kebocoran sampah plastik ke lingkungan,” jelasnya.

Inovasi lain yang sedang dikembangkan adalah pemanfaatan sampah menjadi energi alternatif melalui kerja sama dengan PT PLN.

“Sampah diolah menjadi Bahan Bakar Jumputan Padat (BBJP), yang kemudian digunakan sebagai sumber energi, mendukung upaya pengurangan ketergantungan pada TPA dan mendukung ekonomi sirkular,” pungkasnya.

Artikel ini telah dibaca 21 kali

badge-check

Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Ketika Gitar Tak Lagi Sekadar Alat Musik, Sentuhan Seni Bung Tiok Jadi Buruan Kolektor Dunia

3 Mei 2026 - 07:49 WIB

Berawal dari Botol Bekas, Arif Kini Panen 7 Kuintal Selada Setiap 40 Hari

23 April 2026 - 07:43 WIB

Halal Bihalal Kadin Lumajang–Sidoarjo, Pertanyakan Minimnya Kekompakan Pengusaha Lokal

11 April 2026 - 16:54 WIB

Tak Bisa Sajikan Teh Hangat, Pedagang Bakso di Lumajang Kehilangan Pelanggannya

10 April 2026 - 11:10 WIB

Produsen Tempe Lumajang Hadapi Dilema, Jaga Kualitas atau Tekan Biaya

8 April 2026 - 11:46 WIB

Kambing Melimpah, Harga Jatuh, Dampak Peralihan Usaha Peternak Pasca PMK

7 April 2026 - 10:30 WIB

Trending di Bisnis