Produsen Tempe Lumajang Hadapi Dilema, Jaga Kualitas atau Tekan Biaya - Lensa Warta

Menu

Mode Gelap
98 PNS Lumajang Terima SK dan Diambil Sumpah, Bupati Tekankan Integritas Pantai Lumajang Padat Saat Kupatan, Perputaran Ekonomi Meningkat Bupati Lumajang: Kebersihan Pantai Jadi Kunci Wisata Berkelanjutan Cegah Sejak Dini, Bupati Lumajang Ajak Warga Rutin Periksa Kesehatan Jantung Tak Hanya Jaga di Darat, SAR Lumajang Turun ke Laut Amankan Wisata Lebaran

Bisnis · 8 Apr 2026 11:46 WIB ·

Produsen Tempe Lumajang Hadapi Dilema, Jaga Kualitas atau Tekan Biaya


 Produsen Tempe Lumajang Hadapi Dilema, Jaga Kualitas atau Tekan Biaya Perbesar

Lumajang, – Kenaikan harga kedelai impor menempatkan produsen tempe di Kabupaten Lumajang, dalam posisi serba sulit. Lonjakan harga bahan baku memaksa pelaku usaha memilih antara menjaga kualitas produk atau menekan biaya produksi.

Dalam sebulan terakhir, harga kedelai impor naik dari kisaran Rp9.000-Rp9.500 menjadi Rp10.500 per kilogram. Kenaikan ini dinilai cukup signifikan bagi industri tempe rumahan yang bergantung pada bahan baku impor.

Seorang produsen tempe di Kampung Tempe Bagusari, Kelurahan Jogotrunan, mengatakan kondisi tersebut membuat pelaku usaha harus berhitung ulang dalam menjalankan produksi.

“Kalau kualitas turun, pembeli bisa pergi. Tapi kalau biaya terus naik, kami juga bisa rugi,” katanya Rabu (8/4/2026).

Menurut dia, sebagian produsen mulai melakukan berbagai langkah efisiensi untuk menekan biaya. Salah satunya dengan mengubah metode produksi agar penggunaan kedelai lebih hemat tanpa mengurangi mutu tempe.

Namun, upaya tersebut tidak sepenuhnya menyelesaikan persoalan. Margin keuntungan tetap tergerus karena kenaikan harga bahan baku tidak diimbangi dengan kenaikan harga jual.

Kondisi ini juga berdampak pada keberlangsungan usaha kecil yang selama ini menjadi penopang ekonomi rumah tangga. Jika harga kedelai terus meningkat, bukan tidak mungkin sebagian produsen akan mengurangi produksi, bahkan menghentikan usaha.

Para pelaku usaha berharap ada stabilisasi harga kedelai impor agar mereka dapat mempertahankan kualitas sekaligus menjaga kelangsungan usaha.

“Harapannya harga bisa kembali normal, supaya kami tidak terus berada dalam posisi sulit seperti sekarang,” kata dia.

Artikel ini telah dibaca 13 kali

badge-check

Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Harga Sapi Besar di Lumajang Tembus Rp 30 Juta per Ekor

21 Mei 2026 - 13:07 WIB

Harga Pertamina Dex Naik, Pengusaha Pasir Lumajang Kelimpungan

7 Mei 2026 - 11:46 WIB

Ketika Gitar Tak Lagi Sekadar Alat Musik, Sentuhan Seni Bung Tiok Jadi Buruan Kolektor Dunia

3 Mei 2026 - 07:49 WIB

Berawal dari Botol Bekas, Arif Kini Panen 7 Kuintal Selada Setiap 40 Hari

23 April 2026 - 07:43 WIB

Halal Bihalal Kadin Lumajang–Sidoarjo, Pertanyakan Minimnya Kekompakan Pengusaha Lokal

11 April 2026 - 16:54 WIB

Tak Bisa Sajikan Teh Hangat, Pedagang Bakso di Lumajang Kehilangan Pelanggannya

10 April 2026 - 11:10 WIB

Trending di Bisnis