Fatwa MUI Tidak Larang Total Sound Horeg, Bupati Lumajang: Yang Penting Tidak Ganggu Lingkungan - Lensa Warta

Menu ✖

Mode Gelap
Ratusan Pemain Mobile Legends dan Free Fire Bersaing dalam Kejurkab E-Sport Lumajang Festival UMKM Meriahkan Gema Sholawat di Stadion Semeru Lumajang, Produk Lokal Jadi Sorotan Ribuan Jemaah Hadiri Gema Sholawat dan Tausiyah Kebangsaan di Stadion Semeru Lumajang Nobar Semifinal Piala Dunia 2026 Gratis di Lumajang, Warga Seru-seruan, UMKM Ikut Panen Peluang Bunda Indah Buka Popkab Lumajang 2026, Dorong Pelajar Bangun Mental Juara

Nasional · 13 Jul 2025 13:09 WIB ·

Fatwa MUI Tidak Larang Total Sound Horeg, Bupati Lumajang: Yang Penting Tidak Ganggu Lingkungan


 Fatwa MUI Tidak Larang Total Sound Horeg, Bupati Lumajang: Yang Penting Tidak Ganggu Lingkungan Perbesar

Lumajang, – Bupati Lumajang Indah Amperawati menanggapi keluarnya fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) terkait penggunaan “sound horeg” dengan sikap terbuka namun tetap tegas.

Ia menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten mendukung penggunaan sound system dalam kegiatan masyarakat, selama tidak melanggar aturan dan tidak menimbulkan gangguan terhadap lingkungan sekitar.

“Setelah saya pelajari, fatwa MUI tidak melarang secara total penggunaan sound horeg. Tetapi ada catatan penting yang harus dipatuhi, terutama agar tidak mengganggu lingkungan dan tetap menjaga kondusivitas,” jelas Bupati Lumajang, Minggu (13/7/25).

Baca juga: Ponpes Besuk Keluarkan Fatwa Haram untuk Penggunaan Sound Horeg

Menurutnya, Pemerintah Kabupaten Lumajang akan mengikuti arahan MUI dan menunggu instruksi teknis dari Pemerintah Provinsi. Dalam fatwa tersebut, MUI juga merekomendasikan agar Pemerintah Provinsi memberikan petunjuk kepada kabupaten/kota dalam penanganan isu ini.

“Saya sebagai kepala daerah tentu mengikuti apa yang menjadi kewenangan MUI. Dan kami juga menunggu petunjuk teknis dari Pemerintah Provinsi. Kalau nanti ada instruksi atau kebijakan teknis, tentu akan kami pelajari lebih lanjut,” ujarnya.

Baca juga: Fatwa Haram FSM Soal Sound Horeg: Budaya Hiburan atau Ancaman Ketertiban?

Untuk mengantisipasi potensi gangguan, Bupati menyampaikan bahwa ke depan Polres akan diminta mengatur batasan tingkat kebisingan (desibel) bagi setiap kegiatan yang menggunakan sound system besar, seperti karnaval, konser, dan pentas seni.

“Kami akan minta Polres untuk mengatur batas desibel yang diperbolehkan. Supaya tetap bisa digunakan tapi tidak berlebihan. Yang penting suaranya tidak sampai menggetarkan kaca rumah warga atau membuat ketidaknyamanan,” katanya.

Bupati menekankan bahwa yang menjadi perhatian bukan hanya volume suara, melainkan dampaknya terhadap lingkungan sekitar. Dalam beberapa kasus, penggunaan sound horeg dinilai terlalu ekstrem karena sampai membuat rumah-rumah warga bergetar.

“Sound horeg itu yang dikhawatirkan bukan suaranya saja, tapi getarannya. Jangan sampai membuat masyarakat terganggu, bahkan kaca rumah sampai gedek-gedek. Jadi nanti yang perlu diatur adalah standar maksimalnya,” imbuhnya.

Menariknya, hingga saat ini belum ada laporan resmi dari masyarakat yang mengeluhkan penggunaan sound horeg. Baik dalam bentuk surat, pesan, maupun laporan langsung ke pihak pemerintah.

“Sampai sekarang belum ada keluhan yang masuk ke saya secara resmi, baik WA maupun surat. Tapi kami tetap mengantisipasi. Karena saat ini juga banyak event, seperti karnaval, yang berpotensi menggunakan sound besar,” tambahnya.

Artikel ini telah dibaca 63 kali

badge-check

Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Sudetan Sungai Dibangun di Wareng, Upaya Mengurangi Ancaman Lahar Semeru ke Permukiman

4 November 2026 - 16:00 WIB

Tujuh Kecamatan Dilanda Bencana, Pemkab Lumajang Berlakukan Siaga Darurat hingga Januari 2027

4 November 2026 - 09:33 WIB

Demi Sekolah dan Belanja, Warga Sumberlangsep Harus Menyeberangi Aliran Lahar

3 November 2026 - 12:39 WIB

Bupati Lumajang Sebut Tidak Ada Korban Jiwa dalam Banjir Lahar Semeru

3 November 2026 - 10:01 WIB

Banjir Lahar Semeru Hanyutkan 600 Bronjong di Sungai Glidik Lumajang

3 November 2026 - 08:31 WIB

Badan Geologi: Lahar Semeru Bukan Indikasi Peningkatan Tekanan Magmatik

2 November 2026 - 20:53 WIB

Trending di Nasional