Pakar ITS Imbau Pemkab Lumajang dan Probolinggo Koordinasi Intensif dengan BMKG dan PVMBG - Lensa Warta

Menu

Mode Gelap
Nobar Semifinal Piala Dunia 2026 Gratis di Lumajang, Warga Seru-seruan, UMKM Ikut Panen Peluang Bunda Indah Buka Popkab Lumajang 2026, Dorong Pelajar Bangun Mental Juara 98 PNS Lumajang Terima SK dan Diambil Sumpah, Bupati Tekankan Integritas Pantai Lumajang Padat Saat Kupatan, Perputaran Ekonomi Meningkat Bupati Lumajang: Kebersihan Pantai Jadi Kunci Wisata Berkelanjutan

Daerah · 19 Jul 2025 19:45 WIB ·

Pakar ITS Imbau Pemkab Lumajang dan Probolinggo Koordinasi Intensif dengan BMKG dan PVMBG


 Pakar ITS Imbau Pemkab Lumajang dan Probolinggo Koordinasi Intensif dengan BMKG dan PVMBG Perbesar

Lumajang, – Pasca rentetan gempa yang mengguncang Lumajang dan Probolinggo sejak Kamis malam (17/7/25), pakar geologi dari Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya, Prof. Dr. Ir. Amien Widodo, M.Si, mengimbau pemerintah daerah untuk segera memperkuat koordinasi dengan dua lembaga kunci, yakni Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) serta Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG).

Menurut Prof. Amien, gempa-gempa yang terjadi secara berulang dalam tiga hari terakhir perlu diwaspadai karena berpotensi mengindikasikan aktivitas tektonik atau vulkanik di sekitar Gunung Lemongan.

Oleh sebab itu, keterlibatan aktif pemkab bersama pos pantau BMKG dan PVMBG sangat diperlukan untuk mengantisipasi potensi bencana lanjutan.

Baca juga: Rentetan 64 Gempa Guncang Lumajang-Probolinggo Selama 3 Hari, BMKG: Tipe Swarm Earthquake

“Kepada kabupaten, saya minta untuk berkoordinasi dengan BMKG dan PVMBG yang punya pos pantau di sana. Karena mereka sedang memantau kejadian di bawah Gunung Lemongan dan wilayah sekitarnya,” ujar Prof. Amien, Sabtu (19/7/2025).

Lebih lanjut, ia menekankan pentingnya komunikasi intensif dan langkah-langkah tanggap darurat di tingkat daerah.

Prof. Amien menyebut bahwa koordinasi teknis dengan lembaga-lembaga tersebut tidak hanya penting untuk monitoring, tetapi juga dalam menyusun strategi mitigasi bencana bagi warga terdampak.

Baca juga: BPBD Lakukan Asesmen, 21 Rumah Rusak Dihantam Gempa Probolinggo

Di sisi lain, Prof. Amien juga menyampaikan imbauan kepada masyarakat untuk tetap waspada. Ia meminta warga segera keluar rumah saat merasakan getaran, terutama bila rumah mereka dibangun sebelum era penerapan standar bangunan tahan gempa.

“Kalau rumahnya tidak dirancang tahan gempa, lebih baik langsung keluar. Kalau ada meja yang kuat, bisa sembunyi sementara di bawahnya. Tapi jika tidak memungkinkan, segera evakuasi. Kita tidak bisa mengambil risiko rumah roboh,” tegasnya.

Ia juga menyoroti bahwa sebagian besar bangunan di Indonesia, khususnya di wilayah pedesaan, masih belum memenuhi standar konstruksi tahan gempa karena dibangun sebelum tahun 1980-an, saat aturan itu baru mulai diberlakukan.

Sementara itu, Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Probolinggo, Oemar Sjarief, mencatat telah terjadi 64 kali gempa di wilayah Lumajang dan Probolinggo sejak Kamis malam hingga Sabtu pagi. Meski gempa tidak menimbulkan korban jiwa, sejumlah rumah warga mengalami kerusakan ringan hingga sedang.

Salah satu gempa tercatat berpusat di timur laut Lumajang, dengan kedalaman 16 km. Titik koordinatnya berada di 8.09 LS dan 113.39 BT, sekitar 18 km dari pusat kota Lumajang.

Artikel ini telah dibaca 26 kali

badge-check

Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Semarak HUT RI di Tunjung Lumajang, Warga Jalan Sehat dan UMKM Ikut Kecipratan

20 Agustus 2026 - 15:11 WIB

Agus Setiawan dan Ratih Damayanti Ajak Warga Jalan Santai, Doorprize Sepeda Listrik Menanti

20 Agustus 2026 - 11:51 WIB

Truk Sound Horeg Terbakar Saat Karnaval di Lumajang, Peserta Tetap Lanjut

20 Agustus 2026 - 10:02 WIB

Perbaikan 27 Ambulans Desa Lumajang Habiskan Rp884,9 Juta, 9 Unit Masih Diperbaiki

19 Agustus 2026 - 12:08 WIB

Bukan Sekadar Adu Strategi! Kejurkab Catur Lumajang Jadi Jalan Lahirnya Bibit Atlet Muda

19 Agustus 2026 - 09:58 WIB

Tape Ketan Wonokerto Siap Mendunia? Jenggolo Tape Fest 2027 Didorong Lebih Besar

19 Agustus 2026 - 09:56 WIB

Trending di Daerah