Dari Lokal ke Global, Tradisi Jolen Jadi Magnet Budaya di Lereng Semeru - Lensa Warta

Menu

Mode Gelap
Nobar Semifinal Piala Dunia 2026 Gratis di Lumajang, Warga Seru-seruan, UMKM Ikut Panen Peluang Bunda Indah Buka Popkab Lumajang 2026, Dorong Pelajar Bangun Mental Juara 98 PNS Lumajang Terima SK dan Diambil Sumpah, Bupati Tekankan Integritas Pantai Lumajang Padat Saat Kupatan, Perputaran Ekonomi Meningkat Bupati Lumajang: Kebersihan Pantai Jadi Kunci Wisata Berkelanjutan

Daerah · 28 Jul 2025 17:50 WIB ·

Dari Lokal ke Global, Tradisi Jolen Jadi Magnet Budaya di Lereng Semeru


 Dari Lokal ke Global, Tradisi Jolen Jadi Magnet Budaya di Lereng Semeru Perbesar

Lumajang, – Tradisi selamatan desa di Desa Kandangan, Kecamatan Senduro, Kabupaten Lumajang, tak hanya menyatukan warga lokal, tetapi kini mulai menarik perhatian dunia.

Tradisi Jolen, yang digelar setiap bulan Suro, kini telah menjadi magnet budaya yang mulai dikenal oleh masyarakat internasional.

Kegiatan ini merupakan bentuk Sedekah Bumi ungkapan rasa syukur masyarakat atas hasil panen dan keselamatan.

Dalam prosesi ini, warga dari delapan RW membawa jolen, yaitu wadah berisi tumpeng, hasil bumi, dan sesaji, yang kemudian diarak secara bersama menuju Situs Selogending, pusat ritual budaya di desa tersebut.

Tahun ini, momen Jolen terasa berbeda karena hadirnya warga negara asing dari berbagai belahan dunia. Mereka tak hanya hadir sebagai pengamat, tetapi juga ikut menyatu dalam prosesi, belajar makna dan nilai-nilai di balik tradisi ini.

Menurut Wira Dharma, Wakil Ketua Pelaksana Tradisi Jolen, keterlibatan tamu internasional merupakan hasil kerja sama antara panitia lokal dan dosen-dosen dari Universitas Negeri Jember (UNED) yang selama ini aktif dalam pelestarian budaya lokal.

Baca juga: Meriah! Warga Kandangan Berebut Isi Jolen dalam Tradisi Sedekah Bumi

“Kita sudah masuk tahun ketiga pelaksanaan Jolen secara terbuka. Tahun ini memang kita paskan waktunya bertepatan dengan selamatan desa, supaya momentum budaya ini bisa dirasakan juga oleh tamu-tamu dari luar negeri,” ungkap Wira, Senin (28/7/25).

Jolen kini tak hanya menjadi sarana ritual, tetapi juga sarana edukasi budaya bagi masyarakat global. Interaksi antara warga lokal dan tamu asing menjadi momen pertukaran budaya yang hangat dan alami.

Tak hanya itu, Wira menyebut bahwa kehadiran tamu asing memberi peluang besar bagi desa untuk mengembangkan wisata budaya berbasis masyarakat.

Baca juga: Ketua ASKAP PSSI Lumajang, Fokus Pemulihan dan Simulasi untuk Persiapan Babak Berikutnya

“Harapan kami ke depan, tidak hanya datang melihat. Tapi mereka bisa ikut memikul Jolen, terlibat aktif, bahkan tinggal selama beberapa hari menikmati kehidupan dan budaya masyarakat Kandangan,” tambahnya.

Antusiasme warga dalam menyambut para tamu juga menunjukkan keterbukaan masyarakat terhadap dunia luar, tanpa meninggalkan akar budayanya.

Tradisi ini membuktikan bahwa kearifan lokal bisa menjadi kekuatan yang menarik wisatawan, sekaligus memperkenalkan Lumajang sebagai salah satu destinasi budaya di kawasan lereng Gunung Semeru.

Artikel ini telah dibaca 21 kali

badge-check

Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Jabatan Kosong Tak Perlu Menunggu, Bunda Indah Dorong Pengisian Bertahap

18 September 2026 - 08:50 WIB

Dapat Amanah Baru, Bunda Indah Minta ASN Lumajang Tak Berhenti Belajar

18 September 2026 - 08:48 WIB

Bukan Sekadar Studi Banding, Bunda Indah Dorong ASN Lumajang Berani Meniru Inovasi yang Lebih Baik

18 September 2026 - 08:46 WIB

Bukan Cuma Hiburan, Bunda Indah Ingin Ponsel Jadi Jendela Pengetahuan di Ruang Publik Lumajang

18 September 2026 - 08:44 WIB

Bunda Indah Soroti Potensi Kebocoran Pendapatan, Minta Pemkab Lumajang Perkuat Sistem Digital

18 September 2026 - 08:41 WIB

Bunda Indah Bekali Pejabat Lumajang: Hadapi Masalah Satu per Satu, Jangan Takut Cari Solusi

18 September 2026 - 08:39 WIB

Trending di Daerah