Yang Tak Terdata Justru Paling Membutuhkan: Bupati Lumajang Dorong Pendataan Lapangan - Lensa Warta

Menu ✖

Mode Gelap
Festival UMKM Meriahkan Gema Sholawat di Stadion Semeru Lumajang, Produk Lokal Jadi Sorotan Ribuan Jemaah Hadiri Gema Sholawat dan Tausiyah Kebangsaan di Stadion Semeru Lumajang Nobar Semifinal Piala Dunia 2026 Gratis di Lumajang, Warga Seru-seruan, UMKM Ikut Panen Peluang Bunda Indah Buka Popkab Lumajang 2026, Dorong Pelajar Bangun Mental Juara 98 PNS Lumajang Terima SK dan Diambil Sumpah, Bupati Tekankan Integritas

Daerah · 1 Agu 2025 18:13 WIB ·

Yang Tak Terdata Justru Paling Membutuhkan: Bupati Lumajang Dorong Pendataan Lapangan


 Yang Tak Terdata Justru Paling Membutuhkan: Bupati Lumajang Dorong Pendataan Lapangan Perbesar

Lumajang, – Realitas kemiskinan tak selalu tercermin dalam angka-angka. Itulah yang disaksikan langsung oleh Bupati Lumajang, Indah Amperawati (Bunda Indah), saat mengunjungi Desa Karanglo, Kecamatan Kunir, Rabu (30/7/2025), dalam rangka program Setor Madu (Sehari Ngantor di Kecamatan Terpadu).

Dalam kunjungan yang semula ditujukan untuk membagikan makanan sehat kepada lansia, Bunda Indah menemukan kondisi yang jauh dari layak, seorang lansia bernama Ibu Tuwas tinggal sendiri di rumah reyot dengan lantai tanah, atap rusak, dan tanpa fasilitas sanitasi.

Rumah itu nyaris roboh. Namun yang mengejutkan, kondisi ini belum pernah masuk dalam laporan formal maupun data bantuan sosial yang tersedia di kantor.

Baca juga: Kejari Lumajang Sita Dokumen Sertifikat Tanah di Sempadan Sungai Asem

“Saya sudah cek. Nama Ibu Tuwas tidak tercatat dalam daftar penerima RTLH (Rumah Tidak Layak Huni). Padahal, dari yang saya lihat, ini salah satu kondisi terparah. Ini menunjukkan ada yang salah dalam cara kita mendata,” ujar Bunda Indah, Jumat (1/8/25).

Bunda Indah menilai bahwa pendekatan semacam ini sering kali gagal menjangkau mereka yang paling rentan terutama para lansia yang tinggal sendiri, jauh dari pusat desa, dan tanpa pendamping keluarga.

Baca juga: Pemkab Lumajang Kirim Sembako untuk Warga Terjebak Banjir

“Kita harus jujur, banyak warga miskin ekstrem yang tidak terdata. Kalau kita hanya mengandalkan data dari kantor, kita akan terus melewatkan mereka. Karena itu, saya tegaskan: kita harus jemput bola, harus turun ke lapangan, lihat langsung, dan catat dari situ,” tegasnya.

Artikel ini telah dibaca 36 kali

badge-check

Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Lahan Makin Kering, Hasil Pisang Lumajang Turun hingga 40 Persen

4 Oktober 2026 - 08:01 WIB

1.974 Pengajuan Santunan Kematian di Lumajang, Mengapa 286 Masih Diproses?

2 Oktober 2026 - 11:00 WIB

Terakhir Terlihat di Sekitar Makam, Warga Yosowilangun Diduga Tenggelam di Sungai Bondoyudo

1 Oktober 2026 - 14:33 WIB

Dari 864.599 Rekam Dinamis KTP, Baru 44.975 Warga Lumajang Gunakan IKD

30 September 2026 - 12:05 WIB

1.600 Pengajuan Santunan Kematian di Lumajang, Berapa yang Lolos Verifikasi?

30 September 2026 - 11:50 WIB

Perbaikan Jalan Lumajang Mencapai Rp60 Miliar, Kok Bisa?

30 September 2026 - 08:41 WIB

Trending di Daerah