Kasus Kematian Penonton Karnaval Sound Horeg di Lumajang Tak Dilanjutkan, Polisi Evaluasi Izin Acara - Lensa Warta

Menu ✖

Mode Gelap
Ratusan Pemain Mobile Legends dan Free Fire Bersaing dalam Kejurkab E-Sport Lumajang Festival UMKM Meriahkan Gema Sholawat di Stadion Semeru Lumajang, Produk Lokal Jadi Sorotan Ribuan Jemaah Hadiri Gema Sholawat dan Tausiyah Kebangsaan di Stadion Semeru Lumajang Nobar Semifinal Piala Dunia 2026 Gratis di Lumajang, Warga Seru-seruan, UMKM Ikut Panen Peluang Bunda Indah Buka Popkab Lumajang 2026, Dorong Pelajar Bangun Mental Juara

Daerah · 5 Agu 2025 17:13 WIB ·

Kasus Kematian Penonton Karnaval Sound Horeg di Lumajang Tak Dilanjutkan, Polisi Evaluasi Izin Acara


 Kasus Kematian Penonton Karnaval Sound Horeg di Lumajang Tak Dilanjutkan, Polisi Evaluasi Izin Acara Perbesar

Lumajang, – Kepolisian Resor (Polres) Lumajang menyatakan tidak akan melanjutkan proses hukum dalam kasus meninggalnya Anik Mutmainah (38), penonton karnaval sound horeg di Desa Selok Awar-awar, Kecamatan Pasirian, Kabupaten Lumajang, pada Sabtu malam (2/8/25).

Kasi Humas Polres Lumajang, Ipda Untoro Abimanyu, menjelaskan bahwa keputusan tersebut diambil karena pihak keluarga korban tidak mengajukan penuntutan maupun persetujuan untuk autopsi jenazah.

“Terkait yang orang meninggal kemarin, keluarga korban tidak melakukan penuntutan,” ujar Untoro di Mapolres Lumajang, Selasa (5/8/25).

Baca juga: Dinkes Lumajang: Anak dan Lansia Paling Rentan Terpapar Bahaya Suara Ekstrem Sound Horeg

“Keluarga juga menolak dilakukan otopsi, sehingga kami tidak bisa memastikan penyebab kematiannya,” tambahnya.

Meski proses hukum tidak berlanjut, Polres Lumajang tetap melakukan audit internal terhadap panitia penyelenggara karnaval, terutama menyangkut aspek teknis dan keamanan dalam penggunaan perangkat sound horeg yang diketahui menghasilkan kebisingan ekstrem.

“Tindakan kepolisian saat ini adalah melakukan audit terhadap kinerja panitia kegiatan karnaval,” kata Untoro.

Baca juga: Dinkes Lumajang: Anak dan Lansia Paling Rentan Terpapar Bahaya Suara Ekstrem Sound Horeg

Menanggapi dampak sosial yang ditimbulkan oleh insiden tersebut yang sempat viral di berbagai media sosial seperti TikTok, Facebook, dan Instagram Polres Lumajang juga menyatakan akan segera melakukan koordinasi dengan Pemerintah Kabupaten Lumajang.

“Ke depan, kami akan berkoordinasi dengan pemerintah daerah terkait penyelenggaraan karnaval dan kemungkinan pembatasan dalam penggunaan sound horeg,” tegas Untoro.

Pihak kepolisian menilai perlunya regulasi yang lebih ketat terhadap kegiatan masyarakat yang melibatkan peralatan audio berdaya besar demi mencegah insiden serupa terjadi lagi di masa mendatang.

Sebelumnya, Anik Mutmainah dilaporkan tiba-tiba ambruk saat merekam pertunjukan sound horeg dalam rangkaian karnaval HUT ke-80 RI.

Ia sempat dibawa ke RSUD Pasirian, namun dinyatakan meninggal dunia. Menurut pihak keluarga, Anik tidak memiliki riwayat penyakit jantung maupun gangguan kesehatan lainnya.

Artikel ini telah dibaca 54 kali

badge-check

Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Sudetan Sungai Dibangun di Wareng, Upaya Mengurangi Ancaman Lahar Semeru ke Permukiman

4 November 2026 - 16:00 WIB

Tujuh Kecamatan Dilanda Bencana, Pemkab Lumajang Berlakukan Siaga Darurat hingga Januari 2027

4 November 2026 - 09:33 WIB

Demi Sekolah dan Belanja, Warga Sumberlangsep Harus Menyeberangi Aliran Lahar

3 November 2026 - 12:39 WIB

Bupati Lumajang Sebut Tidak Ada Korban Jiwa dalam Banjir Lahar Semeru

3 November 2026 - 10:01 WIB

Banjir Lahar Semeru Hanyutkan 600 Bronjong di Sungai Glidik Lumajang

3 November 2026 - 08:31 WIB

Badan Geologi: Lahar Semeru Bukan Indikasi Peningkatan Tekanan Magmatik

2 November 2026 - 20:53 WIB

Trending di Nasional