Lumajang Tumbuhkan Kemandirian Pangan dari Halaman Sendiri - Lensa Warta

Menu

Mode Gelap
98 PNS Lumajang Terima SK dan Diambil Sumpah, Bupati Tekankan Integritas Pantai Lumajang Padat Saat Kupatan, Perputaran Ekonomi Meningkat Bupati Lumajang: Kebersihan Pantai Jadi Kunci Wisata Berkelanjutan Cegah Sejak Dini, Bupati Lumajang Ajak Warga Rutin Periksa Kesehatan Jantung Tak Hanya Jaga di Darat, SAR Lumajang Turun ke Laut Amankan Wisata Lebaran

Daerah · 7 Agu 2025 05:10 WIB ·

Lumajang Tumbuhkan Kemandirian Pangan dari Halaman Sendiri


 Lumajang Tumbuhkan Kemandirian Pangan dari Halaman Sendiri Perbesar

Pemerintah Kabupaten Lumajang terus memperkuat ketahanan pangan lokal dengan menggencarkan program PESAT (Pekarangan Sehat). Program ini mendorong warga untuk memanfaatkan pekarangan rumah sebagai sumber pangan alternatif, sekaligus mengurangi ketergantungan pada pasar.

Program PESAT selaras dengan kebijakan nasional tentang penguatan ketahanan pangan keluarga, sebagaimana dicanangkan Kementerian Pertanian. Presiden Prabowo Subianto juga menekankan pentingnya menanam bahan pangan sendiri sebagai langkah antisipasi terhadap krisis pangan global dan fluktuasi harga.

“Kami punya program PESAT. Semua pekarangan rumah warga harus ditanami tanaman pangan. Bisa kelor, cabai, sawi, atau apa pun yang mudah ditanam. Dengan begitu, ibu-ibu tidak perlu pusing lagi kalau harga cabai mahal di pasar,” ujar Bupati Lumajang, Indah Amperawati (Bunda Indah), saat membuka pelatihan peningkatan ekonomi di daerah rawan pangan, Gucialit, Selasa (5/8/2025).

Warga Dilatih dan Diberi Bibit

Pemerintah daerah melalui Dinas Ketahanan Pangan menyediakan pelatihan teknis dan bibit tanaman untuk mendukung program ini. Petugas juga menggandeng TPID Lumajang dan kelompok tani wanita (KWT) dalam pelaksanaan di lapangan.

Program PESAT turut mendukung Gerakan Nasional Pengendalian Inflasi Pangan (GNPIP) yang digagas Bank Indonesia dan TPIP. Pemkab Lumajang menargetkan implementasi program ini di seluruh desa, khususnya daerah rawan pangan dan wilayah miskin ekstrem.

“Kalau banyak keluarga menanam kebutuhan harian sendiri, pasar tidak akan terlalu terbebani. Ini sangat membantu dalam pengendalian inflasi lokal,” tegas Bunda Indah.

Dampak Ganda: Hemat, Sehat, dan Mandiri

PESAT memberikan dampak langsung dalam menekan pengeluaran rumah tangga, memperkuat ketahanan gizi, serta membuka ruang pemberdayaan bagi perempuan. Pemerintah juga menyelaraskan program ini dengan agenda sustainable food system yang tengah dikembangkan Kementerian PPN/Bappenas.

Pemkab Lumajang mengintegrasikan PESAT ke dalam gerakan PKK dan Posyandu. Di bidang pendidikan, program ini mulai dikenalkan di sekolah dan madrasah sebagai bagian dari kurikulum praktik hidup sehat.

“Kita ingin Lumajang bukan hanya indah, tapi juga tangguh dan mandiri secara pangan. Dari pekarangan rumah, kita bisa menata masa depan,” tutup Bunda Indah.

Artikel ini telah dibaca 8 kali

badge-check

Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Krisis LPG 3 Kg di Jember Usai Lebaran, Warga Kesulitan Memasak

6 April 2026 - 08:59 WIB

Ditinggal Tahlilan Ayah, Siti Maisaroh Ditemukan Meninggal di Dasar Sumur

4 April 2026 - 10:49 WIB

Libur Paskah, Alun-Alun dan Kayutangan Jadi Fokus Pengamanan Lalu Lintas di Malang

3 April 2026 - 18:05 WIB

Tak Semua Pegawai Libur, WFH Lumajang Hanya untuk Administrasi

3 April 2026 - 08:32 WIB

Tragedi Libur Lebaran di Muara Bondoyudo, Pelajar SMP Lumajang Masih Hilang di Hari Keempat

1 April 2026 - 16:23 WIB

Aman untuk Sekarang, Tapi Tidak Pasti, Ketergantungan Kebijakan Pusat pada Nasib P3K

31 Maret 2026 - 17:37 WIB

Trending di Daerah