Pelatihan Ibu Rumah Tangga untuk Ketahanan Pangan - Lensa Warta

Menu ✖

Mode Gelap
Festival UMKM Meriahkan Gema Sholawat di Stadion Semeru Lumajang, Produk Lokal Jadi Sorotan Ribuan Jemaah Hadiri Gema Sholawat dan Tausiyah Kebangsaan di Stadion Semeru Lumajang Nobar Semifinal Piala Dunia 2026 Gratis di Lumajang, Warga Seru-seruan, UMKM Ikut Panen Peluang Bunda Indah Buka Popkab Lumajang 2026, Dorong Pelajar Bangun Mental Juara 98 PNS Lumajang Terima SK dan Diambil Sumpah, Bupati Tekankan Integritas

Daerah · 7 Agu 2025 05:15 WIB ·

Ibu-ibu Gucialit Naik Kelas! Dapur Rumah Jadi Sumber Ketahanan Pangan


 Ibu-ibu Gucialit Naik Kelas! Dapur Rumah Jadi Sumber Ketahanan Pangan Perbesar

Pemerintah Kabupaten Lumajang memperkuat ketahanan pangan nasional langsung dari desa. Salah satunya lewat pelatihan khusus bagi ibu rumah tangga di wilayah rawan pangan, termasuk Kecamatan Gucialit.

Sebanyak 45 peserta dari sembilan desa mengikuti pelatihan ekonomi produktif pada Selasa (5/8/2025). Kegiatan ini diselenggarakan oleh Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Lumajang. Tujuannya jelas—memberi keterampilan mengolah hasil pertanian lokal agar bernilai jual.

Bupati Lumajang, Indah Amperawati (Bunda Indah), membuka kegiatan ini secara langsung. Ia menegaskan pentingnya keterlibatan perempuan dalam memperkuat ekonomi desa.

“Ibu-ibu harus bisa mengolah hasil pertanian jadi produk siap jual. Labu, pisang, dan kopi, misalnya, bisa diubah jadi makanan ringan atau minuman herbal,” kata Bunda Indah.

Gucialit dikenal dengan potensi seperti labu siem, durian, teh, kopi, dan pisang. Pelatihan ini membuka peluang untuk menciptakan produk lokal unggulan dari hasil panen sekitar rumah.

Bunda Indah mendorong setiap desa punya produk khas olahan. Ia percaya, dapur rumah tangga bisa menjadi awal dari ekonomi yang tangguh.

“Kami ingin satu desa satu produk. Dari pekarangan, dari dapur, ibu-ibu bisa bantu ekonomi keluarga dan desa,” ujarnya.

Selain praktik pengolahan, peserta juga belajar tentang pengemasan, kewirausahaan, dan cara memasarkan produk. Materi ini dirancang agar para ibu mampu bersaing di pasar lokal maupun digital.

Program ini sejalan dengan target nasional seperti Gerakan Tiga Kali Ekspor (Gratieks) dan penguatan UMKM desa.

Bunda Indah optimis pelatihan ini membawa dampak nyata. Ia melihat potensi besar bila perempuan desa didukung dan diberi ruang untuk berkembang.

“Dari dapur mereka, masa depan pangan Indonesia bisa dibangun,” pungkasnya.

Artikel ini telah dibaca 30 kali

badge-check

Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Cabai Rawit Rp75 Ribu per Kilogram, Petani Dapat Harga Tinggi Konsumen Hadapi Beban

5 Oktober 2026 - 12:41 WIB

Polsek Lumajang Kota Perkuat Layanan 110, Permudah Masyarakat Mendapatkan Bantuan Polisi

5 Oktober 2026 - 11:18 WIB

Lahan Makin Kering, Hasil Pisang Lumajang Turun hingga 40 Persen

4 Oktober 2026 - 08:01 WIB

1.974 Pengajuan Santunan Kematian di Lumajang, Mengapa 286 Masih Diproses?

2 Oktober 2026 - 11:00 WIB

Terakhir Terlihat di Sekitar Makam, Warga Yosowilangun Diduga Tenggelam di Sungai Bondoyudo

1 Oktober 2026 - 14:33 WIB

Dari 864.599 Rekam Dinamis KTP, Baru 44.975 Warga Lumajang Gunakan IKD

30 September 2026 - 12:05 WIB

Trending di Daerah