Pelayanan Publik Lumajang yang Lebih Baik - Lensa Warta

Menu ✖

Mode Gelap
Festival UMKM Meriahkan Gema Sholawat di Stadion Semeru Lumajang, Produk Lokal Jadi Sorotan Ribuan Jemaah Hadiri Gema Sholawat dan Tausiyah Kebangsaan di Stadion Semeru Lumajang Nobar Semifinal Piala Dunia 2026 Gratis di Lumajang, Warga Seru-seruan, UMKM Ikut Panen Peluang Bunda Indah Buka Popkab Lumajang 2026, Dorong Pelajar Bangun Mental Juara 98 PNS Lumajang Terima SK dan Diambil Sumpah, Bupati Tekankan Integritas

Daerah · 9 Agu 2025 10:06 WIB ·

Bupati Lumajang Turun ke Desa, Pastikan Layanan Publik Cepat, Ramah, dan Tepat Sasaran


 Bupati Lumajang Turun ke Desa, Pastikan Layanan Publik Cepat, Ramah, dan Tepat Sasaran Perbesar

Lumajang – Bupati Lumajang, Indah Amperawati (Bunda Indah), memimpin langsung Apel Pagi di Kecamatan Senduro dalam program Sehatri Ngantor di Kecamatan Terpadu (Setor Madu). Kegiatan ini bukan sekadar seremoni, tetapi bentuk nyata kepemimpinan yang hadir di garis depan pelayanan publik.


Pelayanan Publik Harus Terasa oleh Masyarakat

Bunda Indah menegaskan, kunjungannya ke kecamatan dan desa bertujuan memastikan pelayanan publik benar-benar dirasakan warga.

“Ini bukan soal rutinitas apel. Saya datang untuk memastikan bahwa masyarakat merasakan negara hadir melalui pelayanan publik yang cepat, tepat, dan ramah,” ujarnya tegas, Rabu (6/8/2025).


Pendekatan Partisipatif Lewat Program Setor Madu

Melalui Setor Madu, Pemkab Lumajang mengubah birokrasi yang kaku menjadi lebih partisipatif dan terbuka. Bupati hadir untuk mendengar langsung persoalan, mengevaluasi kinerja, dan memberikan motivasi kepada aparatur desa.

“Kalau kita tidak turun, kita hanya mendengar laporan yang mungkin tidak menggambarkan kondisi riil. Saya ingin menyentuh langsung denyut pelayanan kita,” tambahnya.


Menghapus Budaya Seremonial yang Berlebihan

Bunda Indah menekankan bahwa pelayanan yang baik tidak lahir dari penyambutan meriah, melainkan dari kesungguhan dan ketulusan kerja aparatur.

“Kita hilangkan budaya pelayanan yang berorientasi pada penyambutan formalitas. Lebih penting adalah melayani dengan hati,” ungkapnya.


Reformasi Birokrasi Dimulai dari Mindset

Menurutnya, reformasi birokrasi bukan hanya soal sistem, tetapi juga perubahan pola pikir aparatur pemerintah. Kecamatan dan desa tidak boleh hanya menjalankan perintah, tetapi juga menjadi pelopor solusi cepat untuk persoalan warga.

“Warga tidak butuh banyak janji, mereka ingin masalahnya cepat ditangani. Respons cepat dari lini terdepan pelayanan itu kunci,” tegas Bunda Indah.


Mendorong ASN yang Empatik dan Inovatif

Program Setor Madu juga menjadi sarana pembelajaran langsung bagi ASN agar mampu menyederhanakan birokrasi tanpa mengorbankan akuntabilitas.

“ASN kita bukan hanya mesin administratif. Mereka adalah jembatan antara harapan masyarakat dan kerja negara,” pungkasnya.

Artikel ini telah dibaca 33 kali

badge-check

Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Bupati Sebut Bonus Asian Games, Emas Rp50 Juta dan Perunggu Rp30 Juta

9 Oktober 2026 - 13:51 WIB

Peringati HUT ke-54, Desa Jatigono Lumajang Gelar Pawai dan Grebeg Gunungan

9 Oktober 2026 - 10:33 WIB

Truk Hino Tanpa STNK dan SIM Terlibat Kecelakaan di Candipuro Lumajang

8 Oktober 2026 - 20:40 WIB

Wabup Lumajang Dorong Masjid Nurul Huda Jadi Pusat Pendidikan Al-Qur’an Anak

8 Oktober 2026 - 10:06 WIB

6 Km Jalan Bergelombang di Lumajang Ditangani, Nilai Kontrak Rp10,92 Miliar

8 Oktober 2026 - 08:48 WIB

Punya Tunangan, Oknum Guru di Lumajang Diduga Masih Selingkuh Dengan Suami Orang

6 Oktober 2026 - 18:32 WIB

Trending di Daerah