Pelayanan Publik Lumajang yang Lebih Baik - Lensa Warta

Menu

Mode Gelap
98 PNS Lumajang Terima SK dan Diambil Sumpah, Bupati Tekankan Integritas Pantai Lumajang Padat Saat Kupatan, Perputaran Ekonomi Meningkat Bupati Lumajang: Kebersihan Pantai Jadi Kunci Wisata Berkelanjutan Cegah Sejak Dini, Bupati Lumajang Ajak Warga Rutin Periksa Kesehatan Jantung Tak Hanya Jaga di Darat, SAR Lumajang Turun ke Laut Amankan Wisata Lebaran

Daerah · 9 Agu 2025 10:06 WIB ·

Bupati Lumajang Turun ke Desa, Pastikan Layanan Publik Cepat, Ramah, dan Tepat Sasaran


 Bupati Lumajang Turun ke Desa, Pastikan Layanan Publik Cepat, Ramah, dan Tepat Sasaran Perbesar

Lumajang – Bupati Lumajang, Indah Amperawati (Bunda Indah), memimpin langsung Apel Pagi di Kecamatan Senduro dalam program Sehatri Ngantor di Kecamatan Terpadu (Setor Madu). Kegiatan ini bukan sekadar seremoni, tetapi bentuk nyata kepemimpinan yang hadir di garis depan pelayanan publik.


Pelayanan Publik Harus Terasa oleh Masyarakat

Bunda Indah menegaskan, kunjungannya ke kecamatan dan desa bertujuan memastikan pelayanan publik benar-benar dirasakan warga.

“Ini bukan soal rutinitas apel. Saya datang untuk memastikan bahwa masyarakat merasakan negara hadir melalui pelayanan publik yang cepat, tepat, dan ramah,” ujarnya tegas, Rabu (6/8/2025).


Pendekatan Partisipatif Lewat Program Setor Madu

Melalui Setor Madu, Pemkab Lumajang mengubah birokrasi yang kaku menjadi lebih partisipatif dan terbuka. Bupati hadir untuk mendengar langsung persoalan, mengevaluasi kinerja, dan memberikan motivasi kepada aparatur desa.

“Kalau kita tidak turun, kita hanya mendengar laporan yang mungkin tidak menggambarkan kondisi riil. Saya ingin menyentuh langsung denyut pelayanan kita,” tambahnya.


Menghapus Budaya Seremonial yang Berlebihan

Bunda Indah menekankan bahwa pelayanan yang baik tidak lahir dari penyambutan meriah, melainkan dari kesungguhan dan ketulusan kerja aparatur.

“Kita hilangkan budaya pelayanan yang berorientasi pada penyambutan formalitas. Lebih penting adalah melayani dengan hati,” ungkapnya.


Reformasi Birokrasi Dimulai dari Mindset

Menurutnya, reformasi birokrasi bukan hanya soal sistem, tetapi juga perubahan pola pikir aparatur pemerintah. Kecamatan dan desa tidak boleh hanya menjalankan perintah, tetapi juga menjadi pelopor solusi cepat untuk persoalan warga.

“Warga tidak butuh banyak janji, mereka ingin masalahnya cepat ditangani. Respons cepat dari lini terdepan pelayanan itu kunci,” tegas Bunda Indah.


Mendorong ASN yang Empatik dan Inovatif

Program Setor Madu juga menjadi sarana pembelajaran langsung bagi ASN agar mampu menyederhanakan birokrasi tanpa mengorbankan akuntabilitas.

“ASN kita bukan hanya mesin administratif. Mereka adalah jembatan antara harapan masyarakat dan kerja negara,” pungkasnya.

Artikel ini telah dibaca 24 kali

badge-check

Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Baru Masa Tanam, Sawah di Lumajang Keburu Diterjang Banjir

21 Mei 2026 - 12:54 WIB

Pemkab Lumajang Patroli Cek Pemasangan CCTV dan PJU di Sukodono

20 Mei 2026 - 01:13 WIB

Curah Hujan Tinggi Picu Luapan Sungai di Biting, Penanganan Dimulai Awal Juni

18 Mei 2026 - 15:55 WIB

Bupati Lumajang Ingatkan Kades Hati-hati Kelola Pemerintahan, Inspektorat Disebut Jadi Pisau Pengawasan

18 Mei 2026 - 12:52 WIB

Mengantar hingga Ujung Jalan, Keluarga Jemaah Haji Lumajang Lepas

17 Mei 2026 - 03:56 WIB

Jemaah Haji Risiko Tinggi asal Lumajang Diberangkatkan dengan Pendampingan Khusus

16 Mei 2026 - 18:05 WIB

Trending di Daerah