Setiap Hari Dipantau, Pengawasan Gizi Ketat di SPPG Lumajang Libatkan Ahli dan Dinkes - Lensa Warta

Menu ✖

Mode Gelap
Ratusan Pemain Mobile Legends dan Free Fire Bersaing dalam Kejurkab E-Sport Lumajang Festival UMKM Meriahkan Gema Sholawat di Stadion Semeru Lumajang, Produk Lokal Jadi Sorotan Ribuan Jemaah Hadiri Gema Sholawat dan Tausiyah Kebangsaan di Stadion Semeru Lumajang Nobar Semifinal Piala Dunia 2026 Gratis di Lumajang, Warga Seru-seruan, UMKM Ikut Panen Peluang Bunda Indah Buka Popkab Lumajang 2026, Dorong Pelajar Bangun Mental Juara

Nasional · 25 Agu 2025 13:01 WIB ·

Setiap Hari Dipantau, Pengawasan Gizi Ketat di SPPG Lumajang Libatkan Ahli dan Dinkes


 Setiap Hari Dipantau, Pengawasan Gizi Ketat di SPPG Lumajang Libatkan Ahli dan Dinkes Perbesar

Lumajang, – Pemerintah Kabupaten Lumajang memastikan program Sentra Pangan dan Pemenuhan Gizi (SPPG) berjalan dengan standar tinggi, terutama dalam aspek kualitas dan keamanan makanan.

Untuk itu, pengawasan dilakukan secara ketat setiap hari dengan melibatkan tim ahli gizi, akuntan, serta Dinas Kesehatan.

Bupati Lumajang, Indah Amperawati, menyampaikan bahwa pengawasan harian ini bertujuan untuk menjamin makanan yang diberikan kepada siswa, ibu hamil, dan balita benar-benar layak konsumsi, memenuhi kebutuhan gizi, dan higienis.

Baca juga: PKK Jadikan Bazar Ajang Belajar Bisnis Bagi Warga Lumajang

Hal itu ia sampaikan saat melaunching Satuan Pelayanan Pemudahan Gizi (SPPG) di Dusun Tambak Rejo, Kecamatan Pasrujambe, Kabupaten Lumajang, Senin (25/8/25).

Baca juga: Pemkot Surabaya Ultimatum Pengelola Pasar Tanjungsari, 7 Hari Atur Ulang atau Ditertibkan

“Sudah ada ahli gizi, ada akuntan, dan Dinas Kesehatan juga ikut terlibat langsung sebagai pemantau. Setiap hari dipantau, tidak boleh lengah,” tegasnya.

Menurut Indah, pengawasan tidak hanya mencakup kualitas bahan makanan, tetapi juga proses produksi dan distribusi. Hal ini penting agar makanan tetap layak konsumsi saat tiba di tangan penerima, terutama bagi wilayah dengan akses geografis sulit seperti Ranupani dan sekitarnya.

“Kita jaga betul kualitas makanan mulai dari dapur sampai ke penerima. Daerah-daerah sulit akses pun kami pastikan maksimal hanya 25 menit makanan sudah sampai,” ujarnya.

Selain itu, akuntabilitas anggaran juga menjadi perhatian. Setiap pengeluaran dan penggunaan bahan pangan dicatat dan diawasi agar transparan dan efisien.

Program ini menggunakan anggaran sebesar Rp10.000 per porsi, yang dinilai cukup untuk menghasilkan makanan bergizi dengan bahan lokal Lumajang.

“Dengan bahan baku lokal, biaya Rp10.000 per porsi itu sudah sangat cukup. Kita pastikan semua tercatat dan bisa dipertanggungjawabkan,” tambahnya.

Artikel ini telah dibaca 100 kali

badge-check

Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Sudetan Sungai Dibangun di Wareng, Upaya Mengurangi Ancaman Lahar Semeru ke Permukiman

4 November 2026 - 16:00 WIB

Tujuh Kecamatan Dilanda Bencana, Pemkab Lumajang Berlakukan Siaga Darurat hingga Januari 2027

4 November 2026 - 09:33 WIB

Demi Sekolah dan Belanja, Warga Sumberlangsep Harus Menyeberangi Aliran Lahar

3 November 2026 - 12:39 WIB

Bupati Lumajang Sebut Tidak Ada Korban Jiwa dalam Banjir Lahar Semeru

3 November 2026 - 10:01 WIB

Banjir Lahar Semeru Hanyutkan 600 Bronjong di Sungai Glidik Lumajang

3 November 2026 - 08:31 WIB

Badan Geologi: Lahar Semeru Bukan Indikasi Peningkatan Tekanan Magmatik

2 November 2026 - 20:53 WIB

Trending di Nasional