Program SPPG Lumajang Layani 3.750 Siswa dan Ibu Hamil, Menu Disesuaikan Kebutuhan Gizi - Lensa Warta

Menu

Mode Gelap
Nobar Semifinal Piala Dunia 2026 Gratis di Lumajang, Warga Seru-seruan, UMKM Ikut Panen Peluang Bunda Indah Buka Popkab Lumajang 2026, Dorong Pelajar Bangun Mental Juara 98 PNS Lumajang Terima SK dan Diambil Sumpah, Bupati Tekankan Integritas Pantai Lumajang Padat Saat Kupatan, Perputaran Ekonomi Meningkat Bupati Lumajang: Kebersihan Pantai Jadi Kunci Wisata Berkelanjutan

Nasional · 25 Agu 2025 15:19 WIB ·

Program SPPG Lumajang Layani 3.750 Siswa dan Ibu Hamil, Menu Disesuaikan Kebutuhan Gizi


 Program SPPG Lumajang Layani 3.750 Siswa dan Ibu Hamil, Menu Disesuaikan Kebutuhan Gizi Perbesar

Lumajang, – Pemerintah Kabupaten Lumajang terus mendorong percepatan operasional program Sentra Pangan dan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang bertujuan memenuhi kebutuhan gizi siswa sekolah, balita, dan ibu hamil.

Hingga saat ini, SPPG ditargetkan melayani hingga 3.750 penerima manfaat dengan menu yang telah disesuaikan kebutuhan gizi masing-masing kelompok.

Bupati Lumajang, Indah Amperawati, menjelaskan bahwa makanan yang disediakan dalam program ini dirancang secara spesifik. Untuk anak sekolah dan balita, menu dan porsi disesuaikan dengan standar gizi yang berbeda dari ibu hamil maupun orang dewasa.

Baca juga: Tindak Tegas Pemerasan Kades, Bupati Lumajang: Kapolres Tidak Main-Main

“Kalau untuk anak-anak, misalnya, berasnya 100 gram. Untuk ibu hamil atau orang dewasa bisa 175 gram. Tentunya menunya berbeda, sesuai kebutuhan gizi masing-masing,” terangnya, Senin (25/8/25).

Baca juga: Setiap Hari Dipantau, Pengawasan Gizi Ketat di SPPG Lumajang Libatkan Ahli dan Dinkes

Selain nilai gizinya, setiap porsi makanan juga disiapkan dengan harga Rp10.000, tanpa memerlukan tempat khusus untuk makan. Bupati menyebut bahwa bahan baku seluruh makanan berasal dari petani dan produsen lokal di Lumajang, yang sekaligus mendorong perekonomian daerah.

Saat ini, dari total 73 titik SPPG, sudah ada 61 titik yang memiliki lokasi dan izin operasional. Beberapa unit sudah menyelesaikan bangunan dan jaringan, sementara lainnya tengah menunggu alat untuk beroperasi. Pemerintah menargetkan seluruh unit bisa beroperasi penuh pada akhir tahun ini.

Untuk menjamin kualitas dan transparansi pelaksanaan, pengawasan dilakukan secara harian oleh tim yang terdiri dari ahli gizi, akuntan, serta Dinas Kesehatan.

“Tiap hari dipantau. Kami pastikan program ini berjalan sesuai standar, baik dari sisi gizi, pengelolaan anggaran, maupun pelayanannya,” tegasnya.

Artikel ini telah dibaca 47 kali

badge-check

Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Panen Tembakau Lumajang: Kasturi Rp33-60 Ribu, PT AOI Disebut Serap Maksimal

20 September 2026 - 10:59 WIB

Semeru Level III, Diskominfo Lumajang Ingatkan Bahaya Hoaks: Foto Lama Bisa Picu Kepanikan

15 September 2026 - 13:22 WIB

Karhutla Blok Metigi Renteng Belum Sepenuhnya Tuntas, Asap Masih Terlihat di Medan Curam

14 September 2026 - 19:44 WIB

Kolom Abu Semeru Capai 1.000 Meter, BPBD Lumajang Perketat Pemantauan

14 September 2026 - 14:00 WIB

Tak Ada Titik Api di Jalur Pos 1-2 Ranu Kumbolo, BPBD Tetap Waspadai Asap di Watu Rejeng

14 September 2026 - 08:00 WIB

Satu Pendaki Ilegal Tersesat di Semeru, 7 Rekannya Berhasil Diamankan Petugas

9 September 2026 - 12:24 WIB

Trending di Nasional