Program Makan Bergizi Gratis Lumajang untuk Anak - Lensa Warta

Menu

Mode Gelap
98 PNS Lumajang Terima SK dan Diambil Sumpah, Bupati Tekankan Integritas Pantai Lumajang Padat Saat Kupatan, Perputaran Ekonomi Meningkat Bupati Lumajang: Kebersihan Pantai Jadi Kunci Wisata Berkelanjutan Cegah Sejak Dini, Bupati Lumajang Ajak Warga Rutin Periksa Kesehatan Jantung Tak Hanya Jaga di Darat, SAR Lumajang Turun ke Laut Amankan Wisata Lebaran

Daerah · 12 Sep 2025 12:31 WIB ·

Program MBG Lumajang: Dari Pasrujambe, Suapan Bergizi Lahirkan Harapan Generasi Emas


 Program MBG Lumajang: Dari Pasrujambe, Suapan Bergizi Lahirkan Harapan Generasi Emas Perbesar

Anak Pasrujambe dan Harapan dari Sepiring Nasi

Di ruang kelas sederhana SDN Sukorejo, Pasrujambe, senyum ceria AL (11) merekah saat menerima sepiring nasi dengan lauk, sayur, dan segelas susu. Bagi anak dari keluarga sederhana ini, hidangan itu bukan hanya sekadar makanan, melainkan wujud perhatian yang berarti.

Sebelum hadirnya Program Makan Bergizi Gratis (MBG), AL kerap hanya makan sekali sehari. Kini, ia bisa menikmati makanan sehat secara rutin di sekolah. “Syukurlah sejak ada program ini, kondisi anak jauh lebih baik,” ungkap wali kelasnya, Niken Raffitri.


MBG Hadirkan Energi Baru di Sekolah

Program MBG menghadirkan nasi, lauk, sayur, buah, dan susu yang dikemas dalam menu variatif. Hasilnya, anak-anak seperti AL menjadi lebih fokus, aktif, dan ceria dalam mengikuti pelajaran.

Setiap suapan tak hanya mengenyangkan, tetapi juga menjadi energi baru untuk belajar dan bermain. “Program ini sangat membantu menjaga kesehatan anak sekaligus mendukung semangat belajar mereka,” tegas Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Lumajang, Nugraha Yudha Mudiarto.


Peran Petugas Gizi: Tangan Kasih dari Dapur ke Meja Belajar

Keberhasilan program ini tidak lepas dari peran Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Sejak pagi, mereka menyiapkan ratusan porsi makanan dengan penuh perhatian. Menu bergizi itu hadir bukan hanya mengisi perut, melainkan juga menghadirkan rasa hangat seperti di rumah.

Para orang tua pun merasa tenang, karena anak-anak mereka terjamin mendapat asupan gizi cukup. Dengan begitu, mereka bisa lebih fokus mencari nafkah tanpa khawatir anak berangkat sekolah dalam kondisi lapar.


Ruang Kebersamaan dan Kesetaraan

MBG tidak hanya memberi makan, tapi juga memupuk nilai persaudaraan. Semua anak duduk bersama, menikmati menu yang sama tanpa membedakan latar belakang ekonomi. Dari ruang makan sederhana, mereka belajar arti kebersamaan dan kesetaraan sejak dini.


Harapan Baru untuk Generasi Emas Lumajang

Kini AL berani bermimpi menjadi seorang guru. Dengan tubuh sehat dan semangat belajar tinggi, cita-cita itu terasa lebih dekat. Harapan sederhana ini mencerminkan ribuan anak Lumajang lainnya yang butuh dukungan agar dapat melangkah lebih jauh.

“Anak yang sehat dan tercukupi gizinya akan lebih fokus belajar. Inilah investasi terbaik untuk masa depan generasi kita,” tambah Nugraha.


MBG, Bukti Kehadiran Negara untuk Anak

Program MBG bukan sekadar memberi makan, melainkan memberi makna. Dari dapur sekolah hingga ruang kelas, program ini menegaskan bahwa setiap anak Indonesia berhak atas gizi yang layak, pendidikan bermutu, dan masa depan gemilang.

Dari Pasrujambe, cahaya harapan itu menyala untuk Lumajang, bahkan untuk Indonesia.

Artikel ini telah dibaca 16 kali

badge-check

Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Krisis LPG 3 Kg di Jember Usai Lebaran, Warga Kesulitan Memasak

6 April 2026 - 08:59 WIB

Ditinggal Tahlilan Ayah, Siti Maisaroh Ditemukan Meninggal di Dasar Sumur

4 April 2026 - 10:49 WIB

Libur Paskah, Alun-Alun dan Kayutangan Jadi Fokus Pengamanan Lalu Lintas di Malang

3 April 2026 - 18:05 WIB

Tak Semua Pegawai Libur, WFH Lumajang Hanya untuk Administrasi

3 April 2026 - 08:32 WIB

Tragedi Libur Lebaran di Muara Bondoyudo, Pelajar SMP Lumajang Masih Hilang di Hari Keempat

1 April 2026 - 16:23 WIB

Aman untuk Sekarang, Tapi Tidak Pasti, Ketergantungan Kebijakan Pusat pada Nasib P3K

31 Maret 2026 - 17:37 WIB

Trending di Daerah