Setiap Jumat, ASN Banyuwangi Naik Angkot dan Ojol Untuk Bangkitkan Ekonomi Lokal - Lensa Warta

Menu

Mode Gelap
ASN Lumajang Tak Boleh Live Saat Jam Kerja: Aturan Baru Demi Wibawa Pelayanan Publik Pemdes Tempursari Pasang WiFi Gratis di Dusun Ketindan, Percepat Digitalisasi Desa Pemkab Lumajang Ajak Warga Sambut 2026 dengan Doa dan Kepedulian Sosial Istighotsah Akhir Tahun 2025, Bupati Lumajang Ajak Perbanyak Doa, Empati, dan Refleksi Diri Malam Natal di Lumajang, Bupati Titip Doa dan Tegaskan Komitmen Kerukunan

Daerah · 12 Sep 2025 19:11 WIB ·

Setiap Jumat, ASN Banyuwangi Naik Angkot dan Ojol Untuk Bangkitkan Ekonomi Lokal


 Setiap Jumat, ASN Banyuwangi Naik Angkot dan Ojol Untuk Bangkitkan Ekonomi Lokal Perbesar

Banyuwangi, – Di banyak tempat, aparatur sipil negara (ASN) identik dengan rutinitas kantor, agenda rapat, dan kendaraan pribadi yang nyaman.

Tapi di Banyuwangi, setiap hari Jumat menghadirkan pemandangan berbeda para ASN melepas setir dan memilih membonceng. Mereka naik ojek online, becak motor, hingga angkot untuk berangkat kerja.

Bukan karena transportasi dinas dicabut, melainkan sebagai bagian dari kebijakan strategis daerah mendorong pertumbuhan ekonomi sektor informal melalui interaksi langsung.

Kebijakan yang dijuluki Jumat Naik Transportasi Umum ini telah berjalan sejak awal 2024 dan secara perlahan mengubah dinamika ekonomi lokal. ASN bukan lagi sekadar pengelola kebijakan, tapi menjadi bagian dari solusi pemulihan ekonomi rakyat.

Mereka menjadi pelanggan tetap bagi pengemudi ojek online dan sopir transportasi umum yang selama ini rentan kehilangan pendapatan akibat penurunan mobilitas pasca-pandemi dan persaingan digitalisasi transportasi.

Baca juga: 6.000 ASN dan Ribuan RT/RW Bergerak, Surabaya Bangun Sistem Keamanan Kolektif

“Biasanya sepi kalau Jumat pagi. Tapi sekarang, tiap Jumat pasti ada yang order. Kadang lebih dari satu. Lumayan banget nambah pemasukan,” ungkap Adi, salah satu pengemudi ojek daring yang biasa mangkal di sekitar kantor Pemkab Banyuwangi, Jumat (12/9/25).

Berbeda dengan program-program stimulus ekonomi konvensional yang seringkali memerlukan anggaran besar dan waktu panjang untuk dirasakan dampaknya, kebijakan ini bersandar pada prinsip mikro namun berdampak langsung.

Dengan mendorong ratusan ASN untuk berinteraksi dan membelanjakan secara rutin pada sektor transportasi informal, Banyuwangi menciptakan sirkulasi ekonomi kecil namun berkelanjutan.

Baca juga: Pemkab Lumajang Perbarui Motor Dinas 198 Desa

“Kita ingin menunjukkan bahwa perubahan besar bisa dimulai dari hal kecil. Ketika ASN naik ojol, itu bukan cuma soal transportasi, tapi soal keberpihakan pada ekonomi rakyat,” jelas Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani.

Selain berdampak pada ekonomi informal, inisiatif ini juga membentuk kultur baru dalam birokrasi kesederhanaan, keberpihakan, dan aksi nyata.

ASN menjadi teladan dalam gaya hidup yang mendukung ekonomi lokal. Tidak ada pendekatan top-down. Tidak ada rapat mewah membahas bantuan ekonomi. Yang ada hanyalah keputusan nyata untuk naik kendaraan rakyat.

“Kita ingin birokrasi yang tidak hanya duduk di balik meja. ASN harus paham denyut ekonomi masyarakat. Dan satu-satunya cara untuk itu adalah turun langsung,” lanjut Bupati Ipuk.

Para ASN sendiri menyambut positif kebijakan ini. Tak sedikit dari mereka yang awalnya canggung, tapi kini justru menikmati interaksi dengan para pengemudi. Selain mendekatkan mereka dengan realitas sosial masyarakat, pengalaman ini juga menumbuhkan empati baru.

“Awalnya saya pikir ribet. Tapi setelah dijalani, justru menyenangkan. Kita jadi tahu cerita para pengemudi, bagaimana mereka bertahan, dan itu membuat kita lebih sadar bahwa kebijakan yang kita buat harus berpihak,” kata Rina, ASN di Dinas Kesehatan Banyuwangi.

Artikel ini telah dibaca 18 kali

badge-check

Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Pemkot Surabaya Buka Pelatihan Tukang Bangunan, Warga Bisa Dapat Sertifikasi Resmi

5 Februari 2026 - 14:49 WIB

Tekan Kebocoran, Pajak Pasir Lumajang Kini Dibayar Langsung Lewat Bank

5 Februari 2026 - 14:32 WIB

Fisik Oplah Selesai, Sarana Penyedot Air Tak Ada, Program Belum Bisa Dimanfaatkan

5 Februari 2026 - 13:46 WIB

Petani Bangsalsari Ungkap Program Oplah Tak Tepat Sasaran, Kebutuhan Air Belum Terjawab

5 Februari 2026 - 13:40 WIB

Siswi MTsN Jadi Korban Peluru Nyasar

4 Februari 2026 - 21:35 WIB

Jenazah Korban Banjir Bandang Ditemukan Nelayan di Muara Sungai

4 Februari 2026 - 16:33 WIB

Trending di Daerah