Temuan 9 Kasus Campak, Dinkes Kota Malang Langsung Lakukan Pelacakan dan Survei Lokasi - Lensa Warta

Menu ✖

Mode Gelap
Festival UMKM Meriahkan Gema Sholawat di Stadion Semeru Lumajang, Produk Lokal Jadi Sorotan Ribuan Jemaah Hadiri Gema Sholawat dan Tausiyah Kebangsaan di Stadion Semeru Lumajang Nobar Semifinal Piala Dunia 2026 Gratis di Lumajang, Warga Seru-seruan, UMKM Ikut Panen Peluang Bunda Indah Buka Popkab Lumajang 2026, Dorong Pelajar Bangun Mental Juara 98 PNS Lumajang Terima SK dan Diambil Sumpah, Bupati Tekankan Integritas

Kesehatan dan Olah Raga · 16 Sep 2025 15:18 WIB ·

Temuan 9 Kasus Campak, Dinkes Kota Malang Langsung Lakukan Pelacakan dan Survei Lokasi


 Temuan 9 Kasus Campak, Dinkes Kota Malang Langsung Lakukan Pelacakan dan Survei Lokasi Perbesar

Malang, – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Malang bergerak cepat menindaklanjuti temuan sembilan kasus positif campak yang tersebar di tiga kelurahan. Langkah pelacakan dan survei lapangan langsung dilakukan untuk mengidentifikasi sumber penularan serta mengecek status imunisasi para pasien.

Kepala Dinkes Kota Malang, dr Husnul Muarif, menyebutkan bahwa sembilan pasien tersebut terdeteksi berada di wilayah Kelurahan Kota Lama, Bumiayu, dan Arjowinangun.

“Sembilan orang ini sudah dilakukan survei oleh teman-teman. Survei ini untuk mengetahui di mana komunitas anak-anak ini berada-lokasi bermain, aktivitas harian, dan sebagainya,” kata dr Husnul saat ditemui di Balai Kota Malang, Senin (16/9/25).

Baca juga: Polres Lumajang Sita Genset, Tabung Gas, dan Amplifier dari Tangan Spesialis Pencuri Sekolah

Menurut dr Husnul, pelacakan tidak hanya bertujuan memutus rantai penyebaran, tapi juga menelusuri apakah para pasien telah mendapatkan imunisasi campak sesuai jadwal.

“Imunisasi campak diberikan saat anak berusia sembilan bulan. Kami cek buku imunisasinya. Kalau kosong, berarti belum diimunisasi dan akan langsung ditindaklanjuti,” jelasnya.

Baca juga: Surabaya-Sidoarjo Bakal Terkoneksi KRL Modern, Dapat Suntikan Dana Rp 4,1 Triliun dari Jerman

Dinkes Kota Malang mencatat, sembilan kasus positif itu berasal dari total 146 laporan suspek campak yang diterima sejak Agustus hingga September 2025. Temuan ini menunjukkan pentingnya surveilans ketat dan respon cepat untuk mencegah potensi wabah.

Meski terkonfirmasi campak, seluruh pasien dilaporkan dalam kondisi ringan dan tidak memasuki fase kritis. Gejala utama yang ditemukan adalah demam ringan dan ruam kemerahan (gabaken), namun secara umum pasien tetap memiliki nafsu makan yang baik.

“Kondisinya stabil. Masa penyembuhan biasanya dua minggu dengan catatan istirahat cukup dan asupan gizi terpenuhi,” tambah Husnul.

Sebagai langkah lanjutan, Dinkes Kota Malang kini memperkuat edukasi kepada masyarakat di tiga kelurahan terdampak dan memastikan program imunisasi campak dijalankan secara menyeluruh. Upaya ini dilakukan untuk menutup celah potensi penularan di komunitas.

“Penyebaran campak itu bisa lewat percikan air liur saat batuk atau bersin, juga dari kontak langsung dengan pasien atau benda yang terkontaminasi. Karena itu, deteksi dini dan pencegahan sangat krusial,” tegas Husnul.

Artikel ini telah dibaca 25 kali

badge-check

Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Satu Jam di Lingkungan Warga, Bhabinkamtibmas Tompokersan Ajak Warga Cegah DBD dari Rumah

25 September 2026 - 10:05 WIB

192 Balita di Lumajang Terserang Pneumonia pada Agustus 2026

25 September 2026 - 09:02 WIB

Kasus ISPA Lumajang Turun Setelah April, tapi Juli Kembali Naik 4.821 Kasus

23 September 2026 - 09:48 WIB

Disabilitas Lampaui Batas, Ria Yulianti Bawa Harapan Lumajang ke Asian Para Games

13 September 2026 - 12:15 WIB

RSUD dr Haryoto: BPJS dan Umum Hanya Beda Cara Bayar, Bagaimana Memastikan Layanannya Setara?

4 September 2026 - 08:51 WIB

Anak Susah Makan hingga Takut Nasi, Allia Kids Buka Layanan Pendampingan di Lumajang

31 Agustus 2026 - 08:26 WIB

Trending di Kesehatan dan Olah Raga