Diresmikan Bupati, Dapur MBG Pertama di Jember Kini Diterpa Isu Makanan Basi - Lensa Warta

Menu ✖

Mode Gelap
Festival UMKM Meriahkan Gema Sholawat di Stadion Semeru Lumajang, Produk Lokal Jadi Sorotan Ribuan Jemaah Hadiri Gema Sholawat dan Tausiyah Kebangsaan di Stadion Semeru Lumajang Nobar Semifinal Piala Dunia 2026 Gratis di Lumajang, Warga Seru-seruan, UMKM Ikut Panen Peluang Bunda Indah Buka Popkab Lumajang 2026, Dorong Pelajar Bangun Mental Juara 98 PNS Lumajang Terima SK dan Diambil Sumpah, Bupati Tekankan Integritas

Daerah · 26 Sep 2025 15:50 WIB ·

Diresmikan Bupati, Dapur MBG Pertama di Jember Kini Diterpa Isu Makanan Basi


 Diresmikan Bupati, Dapur MBG Pertama di Jember Kini Diterpa Isu Makanan Basi Perbesar

Jember, – Program unggulan Makanan Bergizi Gratis (MBG) yang digadang-gadang menjadi simbol perhatian pemerintah terhadap gizi anak-anak di Kabupaten Jember kini tengah menjadi sorotan tajam.

Dapur MBG pertama di Jember, yang dikelola oleh Yayasan Taman Pendidikan dan Asuhan (TPA) dan telah diresmikan langsung oleh Bupati Jember Muhammad Fawait, diterpa isu serius, dugaan distribusi makanan basi kepada ratusan siswa di Kecamatan Patrang.

Kejadian itu mencuat setelah sejumlah siswa dari empat lembaga pendidikan SDN Bintoro 5, SDN Bintoro 2, SMPN 15, dan TK Dharma Wanita Bintoro 02 menolak mengonsumsi makanan MBG yang dibagikan pada Jumat (26/9/25).

Makanan yang diduga telah basi itu memicu kepanikan di kalangan guru, yang langsung mengamankan ratusan porsi dari tangan siswa demi mencegah hal-hal yang tidak diinginkan.

Baca juga: Tiga Kali Mangkir, Anggota DPRD Jember Terancam Dijemput Paksa oleh Kejaksaan

“Anak-anak langsung menolak makanannya. Katanya bau, dan setelah kami cek, memang ada aroma tak sedap seperti sudah basi,” ungkap Nur Fadli, guru SDN Bintoro 5.

Baca juga: Hadiah Rp50 Juta, Daftar Gratis! Bupati Cup Catur 2025 Siap Ramaikan Lumajang

Sekolah ini sendiri menerima 181 porsi MBG pada hari kejadian. Meski belum ada laporan keracunan, pihak sekolah menuntut pertanggungjawaban dari pengelola dapur MBG, mengingat distribusi makanan dilakukan atas nama program pemerintah yang sudah resmi berjalan.

Yang menjadi perhatian adalah dapur MBG milik Yayasan TPA bukanlah dapur sembarangan. Dapur ini adalah dapur pertama dan percontohan di Jember, yang dalam proses peresmiannya dihadiri langsung oleh Bupati Jember.

Setiap harinya, dapur tersebut menyuplai sekitar 3.600 porsi makanan ke 22 lembaga penerima, termasuk balita dan ibu hamil.

Namun, saat masalah muncul, penanggung jawab yayasan, Achmad Sudiyono, sempat tidak merespons panggilan maupun pesan konfirmasi dari berbagai pihak, termasuk media. Baru setelah kejadian mendapat perhatian publik, ia memberikan klarifikasi.

“Makanan tidak basi. Itu menu spaghetti yang memakai cuka, mungkin aromanya dianggap bau oleh anak-anak. Kami akan edukasi mereka agar tidak salah persepsi,” kata Sudiyono sambil memakan langsung salah satu porsi makanan sebagai bukti bahwa menurutnya makanan tersebut masih layak dikonsumsi.

Artikel ini telah dibaca 50 kali

badge-check

Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Punya Tunangan, Oknum Guru di Lumajang Diduga Masih Selingkuh Dengan Suami Orang

6 Oktober 2026 - 18:32 WIB

Jalan Jalur Evakuasi Semeru Rusak Belasan Tahun, Lumajang Dapat Anggaran Rp18 Miliar

6 Oktober 2026 - 15:59 WIB

Kekeringan Lumajang Berlanjut, BPBD Ajukan Tanggap Darurat Tambahan 65 Hari

5 Oktober 2026 - 14:11 WIB

Cabai Rawit Rp75 Ribu per Kilogram, Petani Dapat Harga Tinggi Konsumen Hadapi Beban

5 Oktober 2026 - 12:41 WIB

Polsek Lumajang Kota Perkuat Layanan 110, Permudah Masyarakat Mendapatkan Bantuan Polisi

5 Oktober 2026 - 11:18 WIB

Lahan Makin Kering, Hasil Pisang Lumajang Turun hingga 40 Persen

4 Oktober 2026 - 08:01 WIB

Trending di Daerah