Edukasi Bahaya Zat Beracun Sejak Dini untuk Anak - Lensa Warta

Menu ✖

Mode Gelap
Festival UMKM Meriahkan Gema Sholawat di Stadion Semeru Lumajang, Produk Lokal Jadi Sorotan Ribuan Jemaah Hadiri Gema Sholawat dan Tausiyah Kebangsaan di Stadion Semeru Lumajang Nobar Semifinal Piala Dunia 2026 Gratis di Lumajang, Warga Seru-seruan, UMKM Ikut Panen Peluang Bunda Indah Buka Popkab Lumajang 2026, Dorong Pelajar Bangun Mental Juara 98 PNS Lumajang Terima SK dan Diambil Sumpah, Bupati Tekankan Integritas

Daerah · 3 Okt 2025 15:35 WIB ·

Kasus Dewangga Jadi Alarm Bahaya: Bunda Indah Dorong Edukasi Zat Beracun Sejak Usia Dini


 Kasus Dewangga Jadi Alarm Bahaya: Bunda Indah Dorong Edukasi Zat Beracun Sejak Usia Dini Perbesar

Kasus yang menimpa Dewangga Eza Naufal Al Yusen, santri Pondok Pesantren Asy Syarifi Pandanwangi Tempeh, membuka mata banyak pihak tentang pentingnya edukasi dan pengawasan sejak dini. Bupati Lumajang, Indah Amperawati (Bunda Indah) menegaskan hal ini saat menjenguk Dewangga pada Senin (29/9/2025).

“Ini bukan sekadar musibah, tapi pengingat bagi kita semua. Anak-anak perlu belajar bahaya minuman keras dan zat kimia sejak kecil. Dengan pengawasan yang konsisten, insyaallah hal seperti ini bisa dicegah,” ujar Bunda Indah.

Kerusakan Organ Akibat Zat Kimia

Keluarga menjelaskan bahwa Dewangga mengalami kerusakan organ pencernaan setelah meminum es yang tercampur cairan HCl, asam kuat berbahaya. Dari tiga santri yang terdampak, kondisi Dewangga paling parah. Saat ini ia hanya bisa bertahan hidup dengan susu medis khusus.

Edukasi Sejak Dini di Rumah dan Pesantren

Bunda Indah menekankan pentingnya literasi kesehatan dan keamanan sejak dini. Anak-anak tidak cukup hanya menerima aturan, tetapi juga butuh penjelasan alasan di baliknya.

“Orang tua, guru, dan pengasuh pondok punya tanggung jawab besar. Anak-anak perlu tahu kenapa sesuatu berbahaya agar mereka punya benteng diri,” tegasnya.

Solidaritas Sosial dan Pentingnya Pencegahan

Warga, pengurus pondok, Baznas, dan para donatur sudah membantu keluarga Dewangga. Namun Bunda Indah mengingatkan, solidaritas tidak cukup jika pencegahan tidak berjalan.

“Solidaritas sosial luar biasa. Tapi pencegahan jauh lebih penting. Mari jadikan rumah, sekolah, dan pesantren sebagai ruang edukasi yang melindungi anak-anak,” tambahnya.

Pendampingan Medis Tetap Berlanjut

Pemkab Lumajang tetap mendampingi Dewangga dalam pengobatan. Kontrol lanjutan ke RSUD Dr. Soetomo Surabaya sudah dijadwalkan.

“Generasi kita harus tumbuh sehat, cerdas, dan berkarakter. Itu hanya mungkin jika kita memberi bekal pengetahuan dan perhatian sejak dini,” pungkas Bunda Indah.

Artikel ini telah dibaca 13 kali

badge-check

Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Cabai Rawit Rp75 Ribu per Kilogram, Petani Dapat Harga Tinggi Konsumen Hadapi Beban

5 Oktober 2026 - 12:41 WIB

Polsek Lumajang Kota Perkuat Layanan 110, Permudah Masyarakat Mendapatkan Bantuan Polisi

5 Oktober 2026 - 11:18 WIB

Lahan Makin Kering, Hasil Pisang Lumajang Turun hingga 40 Persen

4 Oktober 2026 - 08:01 WIB

1.974 Pengajuan Santunan Kematian di Lumajang, Mengapa 286 Masih Diproses?

2 Oktober 2026 - 11:00 WIB

Terakhir Terlihat di Sekitar Makam, Warga Yosowilangun Diduga Tenggelam di Sungai Bondoyudo

1 Oktober 2026 - 14:33 WIB

Dari 864.599 Rekam Dinamis KTP, Baru 44.975 Warga Lumajang Gunakan IKD

30 September 2026 - 12:05 WIB

Trending di Daerah