Edukasi Bahaya Zat Beracun Sejak Dini untuk Anak - Lensa Warta

Menu

Mode Gelap
ASN Lumajang Tak Boleh Live Saat Jam Kerja: Aturan Baru Demi Wibawa Pelayanan Publik Pemdes Tempursari Pasang WiFi Gratis di Dusun Ketindan, Percepat Digitalisasi Desa Pemkab Lumajang Ajak Warga Sambut 2026 dengan Doa dan Kepedulian Sosial Istighotsah Akhir Tahun 2025, Bupati Lumajang Ajak Perbanyak Doa, Empati, dan Refleksi Diri Malam Natal di Lumajang, Bupati Titip Doa dan Tegaskan Komitmen Kerukunan

Daerah · 3 Okt 2025 15:35 WIB ·

Kasus Dewangga Jadi Alarm Bahaya: Bunda Indah Dorong Edukasi Zat Beracun Sejak Usia Dini


 Kasus Dewangga Jadi Alarm Bahaya: Bunda Indah Dorong Edukasi Zat Beracun Sejak Usia Dini Perbesar

Kasus yang menimpa Dewangga Eza Naufal Al Yusen, santri Pondok Pesantren Asy Syarifi Pandanwangi Tempeh, membuka mata banyak pihak tentang pentingnya edukasi dan pengawasan sejak dini. Bupati Lumajang, Indah Amperawati (Bunda Indah) menegaskan hal ini saat menjenguk Dewangga pada Senin (29/9/2025).

“Ini bukan sekadar musibah, tapi pengingat bagi kita semua. Anak-anak perlu belajar bahaya minuman keras dan zat kimia sejak kecil. Dengan pengawasan yang konsisten, insyaallah hal seperti ini bisa dicegah,” ujar Bunda Indah.

Kerusakan Organ Akibat Zat Kimia

Keluarga menjelaskan bahwa Dewangga mengalami kerusakan organ pencernaan setelah meminum es yang tercampur cairan HCl, asam kuat berbahaya. Dari tiga santri yang terdampak, kondisi Dewangga paling parah. Saat ini ia hanya bisa bertahan hidup dengan susu medis khusus.

Edukasi Sejak Dini di Rumah dan Pesantren

Bunda Indah menekankan pentingnya literasi kesehatan dan keamanan sejak dini. Anak-anak tidak cukup hanya menerima aturan, tetapi juga butuh penjelasan alasan di baliknya.

“Orang tua, guru, dan pengasuh pondok punya tanggung jawab besar. Anak-anak perlu tahu kenapa sesuatu berbahaya agar mereka punya benteng diri,” tegasnya.

Solidaritas Sosial dan Pentingnya Pencegahan

Warga, pengurus pondok, Baznas, dan para donatur sudah membantu keluarga Dewangga. Namun Bunda Indah mengingatkan, solidaritas tidak cukup jika pencegahan tidak berjalan.

“Solidaritas sosial luar biasa. Tapi pencegahan jauh lebih penting. Mari jadikan rumah, sekolah, dan pesantren sebagai ruang edukasi yang melindungi anak-anak,” tambahnya.

Pendampingan Medis Tetap Berlanjut

Pemkab Lumajang tetap mendampingi Dewangga dalam pengobatan. Kontrol lanjutan ke RSUD Dr. Soetomo Surabaya sudah dijadwalkan.

“Generasi kita harus tumbuh sehat, cerdas, dan berkarakter. Itu hanya mungkin jika kita memberi bekal pengetahuan dan perhatian sejak dini,” pungkas Bunda Indah.

Artikel ini telah dibaca 6 kali

badge-check

Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Jam Kerja ASN Kota Malang Turun Jadi 32,5 Jam per Pekan Selama Ramadan

20 Februari 2026 - 14:38 WIB

BI Malang Siapkan Rp3,913 Triliun Uang Tunai untuk Ramadan dan Idulfitri 2026

20 Februari 2026 - 14:28 WIB

Bank Indonesia Jember Siapkan Rp1,9 Triliun Uang Baru untuk Lebaran 2026

20 Februari 2026 - 13:51 WIB

Temuan Pasutri Terdaftar di RDKK, Komisi B DPRD Jember Minta Kejelasan Data

20 Februari 2026 - 13:43 WIB

Jangan Lewatkan! Kuota Terbatas, Pendaftaran Mudik Gratis Lumajang 2026 Sudah Dibuka

20 Februari 2026 - 12:10 WIB

Komisi B DPRD Jember Desak Bupati Muhammad Fawait Evaluasi Kadis TPHP yang Mangkir RDP

19 Februari 2026 - 16:43 WIB

Trending di Daerah