Edukasi Bahaya Zat Beracun Sejak Dini untuk Anak - Lensa Warta

Menu

Mode Gelap
98 PNS Lumajang Terima SK dan Diambil Sumpah, Bupati Tekankan Integritas Pantai Lumajang Padat Saat Kupatan, Perputaran Ekonomi Meningkat Bupati Lumajang: Kebersihan Pantai Jadi Kunci Wisata Berkelanjutan Cegah Sejak Dini, Bupati Lumajang Ajak Warga Rutin Periksa Kesehatan Jantung Tak Hanya Jaga di Darat, SAR Lumajang Turun ke Laut Amankan Wisata Lebaran

Daerah · 3 Okt 2025 15:35 WIB ·

Kasus Dewangga Jadi Alarm Bahaya: Bunda Indah Dorong Edukasi Zat Beracun Sejak Usia Dini


 Kasus Dewangga Jadi Alarm Bahaya: Bunda Indah Dorong Edukasi Zat Beracun Sejak Usia Dini Perbesar

Kasus yang menimpa Dewangga Eza Naufal Al Yusen, santri Pondok Pesantren Asy Syarifi Pandanwangi Tempeh, membuka mata banyak pihak tentang pentingnya edukasi dan pengawasan sejak dini. Bupati Lumajang, Indah Amperawati (Bunda Indah) menegaskan hal ini saat menjenguk Dewangga pada Senin (29/9/2025).

“Ini bukan sekadar musibah, tapi pengingat bagi kita semua. Anak-anak perlu belajar bahaya minuman keras dan zat kimia sejak kecil. Dengan pengawasan yang konsisten, insyaallah hal seperti ini bisa dicegah,” ujar Bunda Indah.

Kerusakan Organ Akibat Zat Kimia

Keluarga menjelaskan bahwa Dewangga mengalami kerusakan organ pencernaan setelah meminum es yang tercampur cairan HCl, asam kuat berbahaya. Dari tiga santri yang terdampak, kondisi Dewangga paling parah. Saat ini ia hanya bisa bertahan hidup dengan susu medis khusus.

Edukasi Sejak Dini di Rumah dan Pesantren

Bunda Indah menekankan pentingnya literasi kesehatan dan keamanan sejak dini. Anak-anak tidak cukup hanya menerima aturan, tetapi juga butuh penjelasan alasan di baliknya.

“Orang tua, guru, dan pengasuh pondok punya tanggung jawab besar. Anak-anak perlu tahu kenapa sesuatu berbahaya agar mereka punya benteng diri,” tegasnya.

Solidaritas Sosial dan Pentingnya Pencegahan

Warga, pengurus pondok, Baznas, dan para donatur sudah membantu keluarga Dewangga. Namun Bunda Indah mengingatkan, solidaritas tidak cukup jika pencegahan tidak berjalan.

“Solidaritas sosial luar biasa. Tapi pencegahan jauh lebih penting. Mari jadikan rumah, sekolah, dan pesantren sebagai ruang edukasi yang melindungi anak-anak,” tambahnya.

Pendampingan Medis Tetap Berlanjut

Pemkab Lumajang tetap mendampingi Dewangga dalam pengobatan. Kontrol lanjutan ke RSUD Dr. Soetomo Surabaya sudah dijadwalkan.

“Generasi kita harus tumbuh sehat, cerdas, dan berkarakter. Itu hanya mungkin jika kita memberi bekal pengetahuan dan perhatian sejak dini,” pungkas Bunda Indah.

Artikel ini telah dibaca 9 kali

badge-check

Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Nyalip Tak Aman, Pelajar 15 Tahun Terlibat Kecelakaan Beruntun di Lumajang

16 April 2026 - 11:16 WIB

Tak Hanya Durian, Pisang dan Langsep Ikut Terdampak Abu Vulkanik

15 April 2026 - 17:06 WIB

Penyaluran THR di Lumajang Berjalan Mulus, Hanya Tiga Perusahaan Absen Laporan

14 April 2026 - 15:23 WIB

Keluhan Lansia Jadi Pertimbangan, Lumajang Izinkan Pengecer LPG Terbatas

13 April 2026 - 11:25 WIB

Empat Desa di Lumajang Ajukan Pengelolaan Lahan, Status Hak Milik Tunggu 10 Tahun

13 April 2026 - 10:50 WIB

Warga Kuasai Lahan Puluhan Tahun, Pemkab Lumajang Dorong Legalisasi Lewat Skema KHDPK

13 April 2026 - 10:42 WIB

Trending di Daerah