Rp891 Juta DBHCHT Digelontorkan, Pemkab Lumajang Bangun Puluhan Gudang Pengering Tembakau - Lensa Warta

Menu

Mode Gelap
98 PNS Lumajang Terima SK dan Diambil Sumpah, Bupati Tekankan Integritas Pantai Lumajang Padat Saat Kupatan, Perputaran Ekonomi Meningkat Bupati Lumajang: Kebersihan Pantai Jadi Kunci Wisata Berkelanjutan Cegah Sejak Dini, Bupati Lumajang Ajak Warga Rutin Periksa Kesehatan Jantung Tak Hanya Jaga di Darat, SAR Lumajang Turun ke Laut Amankan Wisata Lebaran

Bisnis · 7 Okt 2025 09:01 WIB ·

Rp891 Juta DBHCHT Digelontorkan, Pemkab Lumajang Bangun Puluhan Gudang Pengering Tembakau


 Rp891 Juta DBHCHT Digelontorkan, Pemkab Lumajang Bangun Puluhan Gudang Pengering Tembakau Perbesar

Lumajang, – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lumajang kembali menunjukkan keseriusannya dalam mendukung sektor pertanian, khususnya komoditas tembakau.

Melalui Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) tahun anggaran 2025, Pemkab mengalokasikan anggaran sebesar Rp891 juta untuk membangun 54 unit gudang pengering tembakau di tujuh kecamatan penghasil tembakau di wilayah tersebut.

Langkah ini dinilai sebagai bentuk pemanfaatan DBHCHT yang tepat sasaran, dengan prioritas pada peningkatan fasilitas pascapanen bagi petani tembakau varietas white burley.

Baca juga: 5.606 Buruh Tembakau Dapat BPJS Ketenagakerjaan dari DBHCHT Lumajang

“Bantuan ini menyasar 31 kelompok tani (poktan), yang masing-masing menerima maksimal dua unit gudang pengering,” ujar Kepala Bidang Perkebunan Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Lumajang, Mamiworo, pada Selasa (7/10/2025).

Setiap unit gudang dibangun dengan ukuran 14 x 8,4 meter dan mampu menampung hasil panen dari lahan seluas 1 hektare atau sekitar 7.500 pohon tembakau. Usia pakai bangunan diperkirakan mencapai lima tahun.

Proses penyaluran bantuan ini dilakukan secara selektif dan berbasis data. Hanya kelompok tani aktif dan terdaftar yang berhak menerima bantuan, dengan melalui tahapan verifikasi lahan terlebih dahulu.

Baca juga: Rp1,9 Miliar dari DBHCHT, Disnaker Lumajang Genjot Keterampilan Buruh Tembakau

“Bantuan ini tidak sembarangan. Selain harus terdaftar dalam poktan, calon penerima juga harus lolos verifikasi, bahkan mendapat rekomendasi dari PT AOI (Alliance One Indonesia),” jelas Mamiworo.

Dari total anggaran Rp891 juta, setiap unit gudang pengering dibangun dengan dana sekitar Rp16,5 juta. Nilai tersebut sudah mencakup konstruksi fisik, serta kegiatan sosialisasi dan pelatihan teknis bagi kelompok tani penerima manfaat.

“Kami ingin memastikan bahwa bantuan ini bukan hanya berupa infrastruktur, tapi juga pemahaman teknis agar bisa dimanfaatkan secara optimal,” pungkasnya.

Artikel ini telah dibaca 17 kali

badge-check

Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Ketika Gitar Tak Lagi Sekadar Alat Musik, Sentuhan Seni Bung Tiok Jadi Buruan Kolektor Dunia

3 Mei 2026 - 07:49 WIB

Berawal dari Botol Bekas, Arif Kini Panen 7 Kuintal Selada Setiap 40 Hari

23 April 2026 - 07:43 WIB

Halal Bihalal Kadin Lumajang–Sidoarjo, Pertanyakan Minimnya Kekompakan Pengusaha Lokal

11 April 2026 - 16:54 WIB

Tak Bisa Sajikan Teh Hangat, Pedagang Bakso di Lumajang Kehilangan Pelanggannya

10 April 2026 - 11:10 WIB

Produsen Tempe Lumajang Hadapi Dilema, Jaga Kualitas atau Tekan Biaya

8 April 2026 - 11:46 WIB

Kambing Melimpah, Harga Jatuh, Dampak Peralihan Usaha Peternak Pasca PMK

7 April 2026 - 10:30 WIB

Trending di Bisnis