Rp 47 Miliar untuk Gen Z Surabaya, DPRD Tekankan Urban Farming dan Usaha Digital Berbasis Kelompok - Lensa Warta

Menu

Mode Gelap
ASN Lumajang Tak Boleh Live Saat Jam Kerja: Aturan Baru Demi Wibawa Pelayanan Publik Pemdes Tempursari Pasang WiFi Gratis di Dusun Ketindan, Percepat Digitalisasi Desa Pemkab Lumajang Ajak Warga Sambut 2026 dengan Doa dan Kepedulian Sosial Istighotsah Akhir Tahun 2025, Bupati Lumajang Ajak Perbanyak Doa, Empati, dan Refleksi Diri Malam Natal di Lumajang, Bupati Titip Doa dan Tegaskan Komitmen Kerukunan

Daerah · 24 Okt 2025 15:07 WIB ·

Rp 47 Miliar untuk Gen Z Surabaya, DPRD Tekankan Urban Farming dan Usaha Digital Berbasis Kelompok


 Rp 47 Miliar untuk Gen Z Surabaya, DPRD Tekankan Urban Farming dan Usaha Digital Berbasis Kelompok Perbesar

Surabaya, – DPRD Kota Surabaya menegaskan pentingnya program Intervensi Gen Z yang benar-benar menyentuh kemandirian ekonomi anak muda, bukan sekadar seremonial.

Ketua Komisi A DPRD Surabaya, Yona Bagus Widyatmoko, menekankan bahwa program dengan alokasi anggaran mencapai Rp 47 miliar ini harus dikelola secara cermat dan berkelanjutan.

“Anggaran 2026 pemerintah kota ini untuk intervensi Gen Z. Tujuannya tentu ingin mengurangi angka kemiskinan, pengangguran, lalu mendorong para Gen Z memiliki kemandirian,” ujar Yona, Jumat (24/10/2025).

Baca juga:Pemkab Lumajang Tegaskan Komitmen Lestarikan Satwa, Rawat Enam Rusa Tutul dari Istana Bogor

Politisi Gerindra yang akrab disapa Cak Yebe ini mengingatkan, keberhasilan program sangat bergantung pada ketelitian camat dan lurah dalam menyetujui proposal kegiatan. Ia meminta agar perangkat wilayah tidak tergesa-gesa menyetujui program yang tidak memiliki dampak jangka panjang.

“Nah, agar program ini bisa berjalan dengan baik, kami menekankan agar camat dan lurah tidak gegabah atau tergesa-gesa meng-approve proposal tanpa kajian. Harapan kami proposal yang diajukan punya keberlanjutan,” jelasnya.

Baca juga:Audit Bongkar Kerugian Rp 3 Miliar di PD Semeru, Bupati Lumajang: Sistemnya Memang Buruk

Yona menambahkan, anggaran tersebut akan disalurkan ke tiap kecamatan, dengan proyeksi Rp 35 juta per RW per tahun. Dana ini diharapkan mampu mendorong kegiatan produktif berbasis kelompok, seperti urban farming, usaha kuliner inovatif, hingga bisnis digital, bukan kegiatan yang hanya seremonial.

“Contohnya adalah usaha berbasis digital, kuliner, dan lainnya. Namun, ini bersifat kelompok, bukan individu. Grouping, bukan individu,” tegasnya.

Sebagai contoh keberhasilan, Yona menyoroti program urban farming di Rungkut yang sudah mampu memasok hasil panen ke toko modern. Model ini diharapkan menjadi teladan untuk RW lain di seluruh Surabaya.

“Hasil urban farming bisa disalurkan ke toko-toko modern dan ini menumbuhkan ekonomi. Ini yang kami dorong menjadi benchmarking,” kata Yona.

Namun, ia mengingatkan agar pelatihan tidak berhenti di teori. Dukungan modal yang memadai dan kolaborasi lintas RW diperlukan agar kegiatan bernilai ekonomi tinggi bisa berjalan.

“Jangan hanya ikut tren tanpa menghitung masa hidup usahanya. Culinary memang ramai, tapi berapa banyak yang akhirnya hidup segan, mati tak enak,” ujarnya.

Lebih jauh, Yona menekankan agar program Intervensi Gen Z tidak membentuk mental instan pada anak muda. Disiplin dan proses harus diajarkan agar generasi muda tumbuh sebagai wirausahawan tangguh dan mandiri.

“Ajari adik-adik kita sebuah proses, bukan hasil. Jangan biasakan mereka hanya menerima bantuan hingga mentalnya menjadi terbiasa meminta,” pungkasnya.

Artikel ini telah dibaca 9 kali

badge-check

Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Jenazah Korban Banjir Bandang Ditemukan Nelayan di Muara Sungai

4 Februari 2026 - 16:33 WIB

Puluhan Warga Antre Adopsi Bayi yang Dibuang di Lumajang

4 Februari 2026 - 15:50 WIB

Bidan Ceritakan Detik-Detik Kelahiran Bayi yang Dibuang di Lumajang

4 Februari 2026 - 15:40 WIB

Ekonomi Diduga Jadi Alasan Bayi Dibuang di Lumajang

4 Februari 2026 - 15:31 WIB

Bayi Laki-laki Diperkirakan Berusia Dua Hari Ditemukan di Warung Gorengan Senduro

4 Februari 2026 - 10:30 WIB

Puluhan Rumah Rusak dan Dapur Ambruk, Banjir Bandang Terjang Jember

3 Februari 2026 - 15:39 WIB

Trending di Daerah