Remaja dan Dewasa Paling Banyak Terjangkit ISPA di Lumajang - Lensa Warta

Menu ✖

Mode Gelap
Ratusan Pemain Mobile Legends dan Free Fire Bersaing dalam Kejurkab E-Sport Lumajang Festival UMKM Meriahkan Gema Sholawat di Stadion Semeru Lumajang, Produk Lokal Jadi Sorotan Ribuan Jemaah Hadiri Gema Sholawat dan Tausiyah Kebangsaan di Stadion Semeru Lumajang Nobar Semifinal Piala Dunia 2026 Gratis di Lumajang, Warga Seru-seruan, UMKM Ikut Panen Peluang Bunda Indah Buka Popkab Lumajang 2026, Dorong Pelajar Bangun Mental Juara

Kesehatan dan Olah Raga · 29 Okt 2025 10:15 WIB ·

Remaja dan Dewasa Paling Banyak Terjangkit ISPA di Lumajang


 Remaja dan Dewasa Paling Banyak Terjangkit ISPA di Lumajang Perbesar

Lumajang, – Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinkes P2KB) Kabupaten Lumajang mencatat kelompok usia remaja dan dewasa menjadi penyumbang tertinggi kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) tahun ini.

Dari total 52.348 kasus hingga Oktober 2025, sebanyak 41 persen di antaranya berasal dari kelompok usia produktif tersebut.

Posisi kedua ditempati oleh kelompok anak menuju remaja dengan persentase 25 persen, sementara balita di bawah lima tahun menyumbang sekitar 16 persen dari total kasus.

Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkes P2KB Lumajang, Marshall Trihandono, menjelaskan tingginya angka kasus pada usia remaja dan dewasa dipengaruhi oleh aktivitas tinggi di luar ruangan dan paparan langsung terhadap udara yang tidak bersih selama musim pancaroba.

Baca juga: ISPA di Lumajang Capai 52 Ribu Kasus, Dinkes Ingatkan Warga Periksa Jika Sakit Lebih dari 14 Hari

“Remaja dan orang dewasa paling sering beraktivitas di luar rumah, sehingga lebih mudah terpapar virus yang menyebar lewat udara,” ujar Marshall, Rabu (29/10/2025).

Baca juga:Dispora Lumajang Siap Jadikan Bupati Cup Agenda Tahunan Berkelas Nasional

Menurutnya, penyebaran ISPA terjadi di hampir seluruh kecamatan di Lumajang. Jenis virus yang paling sering ditemukan adalah rhinovirus, disusul virus influenza dan jenis virus pernapasan lainnya.

Marshall menegaskan, meski ISPA tergolong penyakit ringan, masyarakat diminta tidak menyepelekan gejalanya.

Bila batuk, pilek, atau demam berlangsung lebih dari 14 hari, ada kemungkinan infeksi sekunder akibat bakteri yang memerlukan pemeriksaan lebih lanjut.

“Kalau masih di bawah 14 hari, biasanya tubuh bisa melawan virus sendiri. Tapi kalau lebih lama, perlu diperiksa agar tidak berlanjut jadi infeksi bakteri,” jelasnya.

Artikel ini telah dibaca 32 kali

badge-check

Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Ratusan Pemain Mobile Legends dan Free Fire Bersaing dalam Kejurkab E-Sport Lumajang

1 November 2026 - 12:27 WIB

Kejurkab E-Sport Lumajang Jadi Langkah Awal, KONI Buka Peluang Gelar Turnamen Setiap Bulan

1 November 2026 - 10:00 WIB

Ratusan Anak Muda Ikuti Kejurkab E-Sport, Peluang Karier Atlet Digital Terbuka di Lumajang

1 November 2026 - 09:43 WIB

Kejurkab E-Sport Lumajang 2026 Jadi Ajang Seleksi Atlet Menuju Porprov 2027

1 November 2026 - 09:29 WIB

Sosialisasi KIPAN Lumajang, Menguatkan Peran Pemuda dalam Pencegahan Narkoba

27 Oktober 2026 - 18:42 WIB

Retribusi Kesehatan Lumajang Rp 276,40 Miliar, DPRD Sebut Dana Kembali ke Fasilitas Penghasil

27 Oktober 2026 - 16:24 WIB

Trending di Daerah