ISPA di Lumajang Capai 52 Ribu Kasus, Dinkes Ingatkan Warga Periksa Jika Sakit Lebih dari 14 Hari - Lensa Warta

Menu

Mode Gelap
Nobar Semifinal Piala Dunia 2026 Gratis di Lumajang, Warga Seru-seruan, UMKM Ikut Panen Peluang Bunda Indah Buka Popkab Lumajang 2026, Dorong Pelajar Bangun Mental Juara 98 PNS Lumajang Terima SK dan Diambil Sumpah, Bupati Tekankan Integritas Pantai Lumajang Padat Saat Kupatan, Perputaran Ekonomi Meningkat Bupati Lumajang: Kebersihan Pantai Jadi Kunci Wisata Berkelanjutan

Kesehatan dan Olah Raga · 29 Okt 2025 10:00 WIB ·

ISPA di Lumajang Capai 52 Ribu Kasus, Dinkes Ingatkan Warga Periksa Jika Sakit Lebih dari 14 Hari


 ISPA di Lumajang Capai 52 Ribu Kasus, Dinkes Ingatkan Warga Periksa Jika Sakit Lebih dari 14 Hari Perbesar

Lumajang, – Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinkes P2KB) Kabupaten Lumajang mengingatkan masyarakat agar waspada terhadap gejala Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) yang berlangsung lama.

Bila batuk, pilek, atau demam tidak membaik setelah 14 hari, masyarakat diminta segera melakukan pemeriksaan medis karena dikhawatirkan terdapat infeksi bakteri.

Hingga Oktober 2025, Dinkes mencatat 52.348 kasus ISPA di Lumajang. Meski jumlah tersebut sedikit menurun dibanding tahun lalu, kasus baru masih terus bermunculan seiring perubahan cuaca di musim pancaroba.

Baca juga:Baru Dua Dapur di Lumajang Kantongi Sertifikat Laik Hygiene, Program Makan Bergizi Gratis Terhambat

Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkes P2KB Lumajang, Marshall Trihandono, menjelaskan sebagian besar kasus ISPA disebabkan oleh rhinovirus, diikuti oleh virus influenza dan beberapa jenis virus lainnya.

“Kalau kurang dari waktu itu masih aman, karena tubuh sedang merespons virus yang masuk. Tapi kalau sudah lebih dari 14 hari wajib periksa dan lakukan pemeriksaan laboratorium, khawatir ada bakteri yang menyerang tubuh,” kata Marshall, Rabu (29/10/2025).

Baca juga:Jangan Biarkan Narkoba Mencuri Masa Depan Kalian, Seruan Bunda Indah untuk Pemuda Lumajang

Data Dinkes menunjukkan, kelompok usia remaja dan dewasa mendominasi kasus ISPA tahun ini dengan persentase 41 persen, diikuti oleh kelompok anak menuju remaja sebanyak 25 persen, dan balita di bawah lima tahun 16 persen.

Marshall menambahkan, penyebaran ISPA terjadi di hampir seluruh kecamatan di Lumajang. Virus penyebabnya mudah menular melalui udara, terutama pada kondisi cuaca yang tidak menentu.

“Rata-rata penyebabnya virus yang cepat berkembang di udara, jadi penyebarannya bisa di mana saja,” jelasnya.

Artikel ini telah dibaca 41 kali

badge-check

Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Pacuan Kuda Piala Bupati Cup 2026 Meriahkan Babakan, Jadi Hiburan hingga Penggerak Ekonomi

3 Agustus 2026 - 12:12 WIB

Pemkab Lumajang Siapkan Relokasi Venue Panjat Tebing ke Stadion Semeru

2 Agustus 2026 - 18:49 WIB

Bupati Lumajang evaluasi mekanisme anggaran cabang olahraga

2 Agustus 2026 - 18:18 WIB

Dinkes Lumajang: Mayoritas Penularan HIV Berasal dari Seks Berisiko

27 Juli 2026 - 10:22 WIB

Yudha Adji Kusuma: Voli Bulan Bung Karno Satukan Warga dan Gerakkan Ekonomi

20 Juli 2026 - 13:01 WIB

Baru Dua Pekan Dibentuk, Boms 99 Juarai Turnamen Voli Bulan Bung Karno

19 Juli 2026 - 03:54 WIB

Trending di Kesehatan dan Olah Raga