Baru Dua Dapur di Lumajang Kantongi Sertifikat Laik Hygiene, Program Makan Bergizi Gratis Terhambat - Lensa Warta

Menu ✖

Mode Gelap
Ratusan Pemain Mobile Legends dan Free Fire Bersaing dalam Kejurkab E-Sport Lumajang Festival UMKM Meriahkan Gema Sholawat di Stadion Semeru Lumajang, Produk Lokal Jadi Sorotan Ribuan Jemaah Hadiri Gema Sholawat dan Tausiyah Kebangsaan di Stadion Semeru Lumajang Nobar Semifinal Piala Dunia 2026 Gratis di Lumajang, Warga Seru-seruan, UMKM Ikut Panen Peluang Bunda Indah Buka Popkab Lumajang 2026, Dorong Pelajar Bangun Mental Juara

Daerah · 29 Okt 2025 09:35 WIB ·

Baru Dua Dapur di Lumajang Kantongi Sertifikat Laik Hygiene, Program Makan Bergizi Gratis Terhambat


 Baru Dua Dapur di Lumajang Kantongi Sertifikat Laik Hygiene, Program Makan Bergizi Gratis Terhambat Perbesar

Lumajang, – Dari total 28 dapur penyedia makanan bergizi gratis (SPPG) di Kabupaten Lumajang, baru dua yang mengantongi Sertifikat Laik Hygiene dan Sanitasi (SLHS).

Padahal, sertifikat ini menjadi syarat wajib agar dapur dapat menyalurkan makanan bagi peserta program Makan Bergizi Gratis (MBG) dari pemerintah pusat.

Ketua Tim Kerja Penyehatan Lingkungan Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan P2KB Lumajang, Arie Risdiyanti, mengatakan keterlambatan proses sertifikasi disebabkan oleh banyaknya kelengkapan berkas dan pengujian teknis yang harus dipenuhi oleh masing-masing dapur.

Baca juga:Jangan Biarkan Narkoba Mencuri Masa Depan Kalian, Seruan Bunda Indah untuk Pemuda Lumajang

“Syaratnya cukup banyak, mulai dari pengujian bahan pangan, hygiene sanitasi, kualitas air yang digunakan, hingga kewajiban bagi relawan dapur mengikuti bimtek penjamahan makanan,” jelas Arie, Rabu (29/10/2025).

Ia menambahkan, dari seluruh tahapan tersebut, hasil uji laboratorium dan dokumen pendukung wajib dilampirkan sebelum SLHS dapat diterbitkan. Proses penerbitan sendiri memerlukan waktu hingga dua pekan setelah berkas dinyatakan lengkap.

Baca juga:Pemuda Pancasila Lumajang Siap Beradaptasi, Jaga Relevansi di Tengah Perubahan Zaman

Selain kendala teknis, Arie mengungkapkan bahwa banyak yayasan pengelola dapur masih terkendala pada klasifikasi usaha (KBLI) saat mendaftar melalui sistem Online Single Submission (OSS).

“Rata-rata mereka masih menggunakan KBLI pendidikan, padahal seharusnya memakai KBLI jasa boga. Karena itu, banyak pengajuan yang belum bisa diproses,” terangnya.

Hingga kini, hanya dua dapur yang siap menerima sertifikat, yakni SPPG Pasrujambe dan SPPG di Jalan Kolonel Suwigyono, Kelurahan Kepuharjo, Lumajang.

Sementara 26 dapur lainnya masih dalam proses percepatan setelah pemerintah menurunkan instruksi untuk mempercepat penerbitan sertifikat.

“Kami terus memantau progres setiap SPPG untuk melengkapi kekurangan berkas. Begitu lengkap, langsung kami unggah agar bisa segera diproses,” pungkasnya.

Artikel ini telah dibaca 45 kali

badge-check

Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Warga Sumberlangsep Kembali Terisolasi akibat Banjir Lahar Lahar Hujan Gunung Semeru

2 November 2026 - 12:30 WIB

Bunda Indah Dorong Pariwisata Lumajang Jadi Motor Pertumbuhan Ekonomi dan Peluang Usaha Warga

31 Oktober 2026 - 17:29 WIB

Lumajang Raih Wilwatikta Awards 2026, Bunda Indah Jadikan Penghargaan Motivasi Perkuat Ekonomi

31 Oktober 2026 - 17:28 WIB

Pronojiwo Kembangkan Agrowisata 3 Hektare, Wisatawan Tumpak Sewu Bakal Punya Pilihan Baru

31 Oktober 2026 - 17:25 WIB

Cegah Stunting di Lumajang, Dinkes P2KB Perkuat Peran Posyandu dan Kolaborasi Desa

31 Oktober 2026 - 17:23 WIB

Bunda Indah Salurkan BLT DBHCHT 2026, Sebanyak 4.293 Warga Lumajang Terima Alokasi Rp600 Ribu

31 Oktober 2026 - 17:21 WIB

Trending di Daerah