Lumajang, – Banjir setinggi 1,5 meter yang merendam Desa Kutorenon, Kecamatan Sukodono, Kabupaten Lumajang, sejak Sabtu malam (1/11/2025) memaksa sebagian warga mengungsi. Namun, tidak sedikit warga yang memilih tetap bertahan di rumah meski air telah mencapai separuh tinggi bangunan.
Keputusan sebagian warga untuk tidak dievakuasi membuat proses penanganan bencana sedikit terhambat. Petugas Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lumajang harus bekerja ekstra menyalurkan bantuan logistik ke rumah-rumah warga yang terisolasi banjir.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Lumajang, Yudhi Cahyono, mengatakan bahwa timnya sudah menyiapkan bantuan makanan siap saji, namun pendistribusian terkendala karena sebagian warga enggan meninggalkan rumah.
Baca juga: Banjir Setinggi 1,5 Meter Rendam Tiga RW di Lumajang, Warga Mulai Dievakuasi
“Saat ini tim masih menyisir melakukan evakuasi sambil asesmen dampak. Untuk logistik makanan siap saji sudah mulai kami distribusikan sambil menunggu nasi bungkus yang masih dalam perjalanan,” jelas Yudhi.
Salah satu warga, Siti Rahma (45), mengaku memilih bertahan di rumahnya karena khawatir barang-barang berharga akan hilang jika ditinggalkan. Meski listrik padam dan air sudah masuk ke dalam rumah, ia bersama keluarganya tetap bertahan di lantai dua rumahnya.
Baca juga:Pasca-Banjir, Pemkab Lumajang Bersihkan Sungai dan Rehabilitasi Infrastruktur Rusak
“Takut kalau ditinggal nanti barang-barang hanyut atau hilang. Kami bertahan saja dulu di atas, nunggu airnya surut,” kata Siti.
Sementara itu, Kepala Desa Kutorenon, Faisal Rizal, menyebut ada tiga RW yang terdampak banjir, yakni RW 8, 9, dan 10. Ia mengimbau warga agar tetap waspada dan segera mengungsi jika kondisi air semakin naik.
“Kami terus imbau warga supaya mengungsi kalau air makin tinggi. Tapi banyak yang tetap ingin di rumah karena khawatir meninggalkan harta bendanya,” kata Faisal.
Tinggalkan Balasan