Dampak Erupsi Gunung Semeru, Sebanyak 143 Hewan Ternak Dimusnahkan - Lensa Warta

Menu ✖

Mode Gelap
Ratusan Pemain Mobile Legends dan Free Fire Bersaing dalam Kejurkab E-Sport Lumajang Festival UMKM Meriahkan Gema Sholawat di Stadion Semeru Lumajang, Produk Lokal Jadi Sorotan Ribuan Jemaah Hadiri Gema Sholawat dan Tausiyah Kebangsaan di Stadion Semeru Lumajang Nobar Semifinal Piala Dunia 2026 Gratis di Lumajang, Warga Seru-seruan, UMKM Ikut Panen Peluang Bunda Indah Buka Popkab Lumajang 2026, Dorong Pelajar Bangun Mental Juara

Nasional · 21 Nov 2025 16:37 WIB ·

Dampak Erupsi Gunung Semeru, Sebanyak 143 Hewan Ternak Dimusnahkan


 Dampak Erupsi Gunung Semeru, Sebanyak 143 Hewan Ternak Dimusnahkan Perbesar

Lumajang, – Aktivitas pemusnahan bangkai ternak pasca erupsi Gunung Semeru terus dilakukan di sejumlah titik terdampak di Lumajang. Hingga Jumat pagi, tercatat 4 sapi dan 139 domba telah dimusnahkan.

Kabid Peternakan dan Kesehatan Hewan DKPP Lumajang, Hendra Novianto, menjelaskan bahwa proses pemusnahan ternak ini tidaklah mudah. Beberapa bangkai domba bahkan ditemukan terkubur di bawah reruntuhan rumah dan material vulkanik akibat terjangan erupsi.

Petugas harus membongkar puing-puing dengan hati-hati sebelum melakukan pemusnahan menggunakan metode pembakaran dan penguburan.

“Prosesnya memang menantang. Kami harus memastikan area aman sebelum pemusnahan dilakukan agar tidak membahayakan petugas maupun warga sekitar,” kata Hendra, Jumat (21/11/2025).

Untuk mempercepat proses, tim relawan hewan turut dikerahkan membantu pencarian dan evakuasi bangkai yang tersebar di area luas. Dengan bantuan mereka, tim DKPP berhasil menuntaskan lima hingga enam pemusnahan setiap harinya.

Hendra menekankan bahwa tindakan cepat ini sangat penting untuk mencegah penyebaran penyakit dan menjaga kualitas udara di kawasan terdampak. Salah satu domba bahkan ditemukan di bawah reruntuhan rumah, menunjukkan besarnya dampak material vulkanik Semeru.

Meski menghadapi tantangan berat, kerja sama antara petugas dan relawan memastikan proses pemusnahan dan pembersihan berjalan lancar.

“Langkah cepat ini bukan hanya soal kesehatan hewan, tapi juga melindungi warga dari potensi risiko penyakit serta mengurangi bau yang dapat mengganggu pernapasan,” jelasnya.

Artikel ini telah dibaca 49 kali

badge-check

Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Sudetan Sungai Dibangun di Wareng, Upaya Mengurangi Ancaman Lahar Semeru ke Permukiman

4 November 2026 - 16:00 WIB

Tujuh Kecamatan Dilanda Bencana, Pemkab Lumajang Berlakukan Siaga Darurat hingga Januari 2027

4 November 2026 - 09:33 WIB

Demi Sekolah dan Belanja, Warga Sumberlangsep Harus Menyeberangi Aliran Lahar

3 November 2026 - 12:39 WIB

Bupati Lumajang Sebut Tidak Ada Korban Jiwa dalam Banjir Lahar Semeru

3 November 2026 - 10:01 WIB

Banjir Lahar Semeru Hanyutkan 600 Bronjong di Sungai Glidik Lumajang

3 November 2026 - 08:31 WIB

Badan Geologi: Lahar Semeru Bukan Indikasi Peningkatan Tekanan Magmatik

2 November 2026 - 20:53 WIB

Trending di Nasional