Bahaya Pascaerupsi Semeru Tak Hanya Awan Panas, Letusan Sekunder Jadi Ancaman Baru - Lensa Warta

Menu

Mode Gelap
98 PNS Lumajang Terima SK dan Diambil Sumpah, Bupati Tekankan Integritas Pantai Lumajang Padat Saat Kupatan, Perputaran Ekonomi Meningkat Bupati Lumajang: Kebersihan Pantai Jadi Kunci Wisata Berkelanjutan Cegah Sejak Dini, Bupati Lumajang Ajak Warga Rutin Periksa Kesehatan Jantung Tak Hanya Jaga di Darat, SAR Lumajang Turun ke Laut Amankan Wisata Lebaran

Nasional · 28 Nov 2025 08:08 WIB ·

Bahaya Pascaerupsi Semeru Tak Hanya Awan Panas, Letusan Sekunder Jadi Ancaman Baru


 Bahaya Pascaerupsi Semeru Tak Hanya Awan Panas, Letusan Sekunder Jadi Ancaman Baru Perbesar

Lumajang, – Ancaman pascaerupsi Gunung Semeru belum sepenuhnya mereda. Selain potensi awan panas yang kerap menjadi perhatian utama, fenomena letusan sekunder kini muncul sebagai risiko baru yang patut diwaspadai, terutama di kawasan aliran lahar hujan.

Fenomena yang terjadi sejak Rabu (19/11/2025) ini dipicu oleh intensitas hujan yang tinggi di sekitar lereng Semeru, serta munculnya banjir lahar hujan yang membawa air dalam jumlah besar ke jalur endapan material panas.

Pertemuan antara air dan material sisa awan panas itulah yang kemudian memunculkan letusan kecil dengan asap putih pekat beraroma belerang.

Ketua Tim Tanggap Darurat Gunung Api Semeru, Yasa Suparman, menjelaskan bahwa letusan sekunder merupakan reaksi alamiah ketika material panas tersiram air.

“Ketika ada material panas terkena air akan terjadi sebuah letusan atau ledakan, ini yang dinamakan letusan sekunder,” ujarnya di Pos Pengamatan Gunung Api (PPGA) Semeru, Jumat (28/11/2025).

Meski tidak seberbahaya awan panas, letusan sekunder tetap memiliki risiko signifikan bagi warga. Ledakan kecil ini berpotensi melontarkan batu dan material lain yang suhunya masih tinggi.

“Berbahaya ya, karena dia temperaturnya tinggi. Takutnya ada material yang ikut terlepaskan bersamaan dengan letusan sekunder. Tentunya batu yang dilontarkan memiliki temperatur yang tinggi,” jelas Yasa.

Ia juga menegaskan kawasan yang dilalui awan panas pada erupsi sebelumnya harus tetap dianggap berbahaya. Selain suhunya masih tinggi, potensi letusan sekunder bisa terjadi kapan saja, terutama selama hujan dengan intensitas sedang hingga tinggi masih mengguyur wilayah Semeru.

“Jadi mohon masyarakat agar tidak mendekati area-area yang kemarin dilintasi awan panas, karena temperaturnya masih tinggi,” imbaunya.

Artikel ini telah dibaca 8 kali

badge-check

Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Lonjakan Wisman saat Lebaran, Lumajang Ungguli Surabaya dan Malang

24 April 2026 - 08:49 WIB

Kuota Pendakian Semeru Dibatasi 200 Orang per Hari, Wajib Booking Online

22 April 2026 - 18:00 WIB

Rp450 Ribu per Jam, Warga Lumajang Sewa Alat Berat dari Iuran Sendiri Untuk Perbaiki Tanggul Jebol

22 April 2026 - 12:55 WIB

Di Bawah Langit Semeru, Peternak Menjaga Alam, dan Alam Menjaga Susu Kambing Senduro

19 April 2026 - 14:42 WIB

Semeru Erupsi Pagi Ini, Kolom Abu Capai 900 Meter

16 April 2026 - 15:10 WIB

Pasar yang Retak, Ketika Gula Rafinasi Mengalir Diam-Diam di Nadi Ekonomi Petani

15 April 2026 - 15:16 WIB

Trending di Nasional