Pemprov Jatim Mulai Kerjakan Sodetan untuk Cegah Lahar Semeru Masuk Permukiman - Lensa Warta

Menu

Mode Gelap
ASN Lumajang Tak Boleh Live Saat Jam Kerja: Aturan Baru Demi Wibawa Pelayanan Publik Pemdes Tempursari Pasang WiFi Gratis di Dusun Ketindan, Percepat Digitalisasi Desa Pemkab Lumajang Ajak Warga Sambut 2026 dengan Doa dan Kepedulian Sosial Istighotsah Akhir Tahun 2025, Bupati Lumajang Ajak Perbanyak Doa, Empati, dan Refleksi Diri Malam Natal di Lumajang, Bupati Titip Doa dan Tegaskan Komitmen Kerukunan

Nasional · 1 Des 2025 15:47 WIB ·

Pemprov Jatim Mulai Kerjakan Sodetan untuk Cegah Lahar Semeru Masuk Permukiman


 Pemprov Jatim Mulai Kerjakan Sodetan untuk Cegah Lahar Semeru Masuk Permukiman Perbesar

Surabaya, – Pemerintah Provinsi Jawa Timur mulai mencicil pengerjaan sodetan sebagai langkah teknis untuk mencegah banjir lahar dingin erupsi Gunung Semeru masuk ke permukiman warga. Upaya mitigasi ini dilakukan setelah status Semeru diturunkan dari Level IV (Awas) menjadi Level III (Siaga), yang membuka ruang lebih aman bagi pengerjaan di lapangan.

Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Elestianto Dardak, mengatakan pembangunan sodetan merupakan aspirasi warga yang ingin aliran lahar dialihkan agar tidak mengancam rumah dan fasilitas umum. Pemprov bersama sejumlah instansi terkait telah turun langsung meninjau lokasi untuk memastikan keamanan dan kelayakan teknis pengerjaan.

“Pak Sekda waktu itu turun ke lapangan menindaklanjuti arahan Ibu Gubernur. Sebanyak 15 alat berat sebenarnya sudah siap dan pengerjaan sudah mulai dicicil,” ujar Emil di Surabaya, Senin (1/12/2025).

Ia menegaskan pengerjaan ini menjadi langkah penting untuk mengurangi risiko bencana susulan di wilayah yang paling rentan.

Meski demikian, proses pembangunan sodetan berjalan secara bertahap. Hal itu disebabkan kondisi alam yang tidak sepenuhnya stabil.

Menurut Emil, erupsi kecil Gunung Semeru masih sesekali muncul sehingga para petugas harus bekerja ekstra hati-hati dengan menerapkan sistem on-off, yakni menghentikan pekerjaan saat situasi dinilai berbahaya dan melanjutkannya ketika kondisi kembali aman.

Pengerjaan sodetan ini diharapkan dapat menjadi pengendali aliran material vulkanik, terutama saat musim hujan yang meningkatkan risiko banjir lahar dingin. Dengan adanya jalur buatan tersebut, lahar dapat diarahkan ke area yang lebih aman dan tidak langsung menuju permukiman warga.

Emil menegaskan bahwa Pemprov Jatim terus berkoordinasi dengan BPBD, PVMBG, dan pihak-pihak teknis untuk memastikan pengerjaan berjalan sesuai standar keselamatan.

“Ini sedang diikhtiarkan di lapangan. Kita tidak ingin mengambil risiko berlebih, tetapi upaya perlindungan tetap harus berjalan,” pungkasnya.

Artikel ini telah dibaca 4 kali

badge-check

Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Perhotelan Malang Siap Sambut 100 Ribu Jemaah NU, Tarif Tetap Stabil

3 Februari 2026 - 15:57 WIB

Erupsi Semeru Picu Hujan Abu di Senduro, Warga Keluhkan Aktivitas Harian Terganggu

3 Februari 2026 - 15:07 WIB

Jalan Rusak Tergerus Lahar, Warga Lumajang Terpaksa Lewati Area Persawahan

3 Februari 2026 - 13:50 WIB

Berpacu dengan Ancaman Lahar, Perbaikan Tanggul Sungai Regoyo Dikebut

3 Februari 2026 - 13:33 WIB

Gunung Semeru Tertutup Kabut, Aktivitas Vulkanik Level III Tetap Siaga

1 Februari 2026 - 11:45 WIB

Hadapi Ancaman Tahunan Semeru, Lumajang Siapkan Generasi Tangguh Bencana

30 Januari 2026 - 08:06 WIB

Trending di Nasional