Mie Ayam Sak Wajan, Tren Kuliner Lumajang yang Bikin Pengunjung Penasaran - Lensa Warta

Menu

Mode Gelap
Nobar Semifinal Piala Dunia 2026 Gratis di Lumajang, Warga Seru-seruan, UMKM Ikut Panen Peluang Bunda Indah Buka Popkab Lumajang 2026, Dorong Pelajar Bangun Mental Juara 98 PNS Lumajang Terima SK dan Diambil Sumpah, Bupati Tekankan Integritas Pantai Lumajang Padat Saat Kupatan, Perputaran Ekonomi Meningkat Bupati Lumajang: Kebersihan Pantai Jadi Kunci Wisata Berkelanjutan

Kuliner · 1 Des 2025 19:29 WIB ·

Mie Ayam Sak Wajan, Tren Kuliner Lumajang yang Bikin Pengunjung Penasaran


 Mie Ayam Sak Wajan, Tren Kuliner Lumajang yang Bikin Pengunjung Penasaran Perbesar

Lumajang, – Di tengah maraknya pilihan kuliner di Lumajang, Mie Ayam Sak Wajan muncul sebagai destinasi favorit bagi pecinta mie ayam yang ingin mencoba pengalaman makan berbeda. Sesuai namanya, mie ayam ini disajikan langsung di wajan stainless kecil, bukan mangkuk seperti biasanya, menghadirkan sensasi unik sekaligus porsi jumbo untuk dinikmati bersama.

Terletak di Desa/Kecamatan Senduro, warung Mie Ayam Sak Wajan selalu ramai terutama saat jam makan siang. Banyak pengunjung datang beramai-ramai untuk menyantap mie ayam yang disajikan dalam wajan, lengkap dengan ayam bumbu kecap melimpah, telur bacem, bakso, dan pentol tahu, yang disiram kuah kaldu ayam kampung panas dan gurih.

Konsep satu wajan lahir dari ide kreatif Sunarto, pemilik warung, yang ingin menghadirkan pengalaman makan berbeda sekaligus memperkuat identitas warungnya di tengah persaingan kuliner yang semakin ketat. Wajan bukan hanya sebagai alat memasak, tetapi juga sebagai wadah saji langsung ke meja pelanggan.

“Pengen ada yang beda saja, supaya menarik perhatian orang. Alhamdulillah, ternyata banyak yang suka dan penasaran,” kata Sunarto, Senin (1/12/2025).

Tak heran jika pengunjung tidak hanya berasal dari Lumajang, tetapi juga dari luar kota seperti Jember dan Malang, yang ingin mencoba sensasi makan mie ayam sak wajan.

Selain unik, rasa mie ayam ini juga menjadi daya tarik utama. Sunarto meracik sendiri bumbu dari rempah-rempah lokal dan mengandalkan kaldu ayam kampung, sehingga cita rasanya kuat dan autentik. Salah satu pelanggan, Era, mengaku senang dengan konsep ini:

“Rasa enaknya medok banget, cocok buat makan rame-rame bareng teman,” ujarnya.

Meski mengusung konsep unik untuk porsi besar, warung ini tetap menyediakan porsi reguler dalam mangkuk bagi pengunjung yang datang sendiri. Satu porsi mie ayam sak wajan yang bisa disantap 2-3 orang dibanderol Rp 22.000, membuatnya tak hanya unik tetapi juga ramah di kantong.

Artikel ini telah dibaca 18 kali

badge-check

Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Aston Inn Lumajang Hadirkan Sensasi Kuliner Tokyo Selama Enam Bulan

26 Juli 2026 - 12:20 WIB

Menyusuri Cita Rasa Lereng Semeru, Berburu Kuliner Khas Senduro yang Menghangatkan Perjalanan

26 Juni 2026 - 14:35 WIB

Dari Nenek hingga Cucu, Kisah Umi Jamilah Merawat Warisan Tempe Keluarga

15 Juni 2026 - 22:53 WIB

Kuliner dan Panorama, Rumah Makan di Lumajang yang Sajikan Pemandangan Alam

5 April 2026 - 13:26 WIB

Di Pematang Sawah Randuagung, Hangatnya Kebersamaan Mengalahkan Segala Kemewahan

26 Maret 2026 - 15:10 WIB

Antara Aroma dan Kenangan, Menapak Jejak Kopi di Tanah Lumajang

26 Maret 2026 - 14:32 WIB

Trending di Daerah