70 Persen Infrastruktur Pertanian Rusak, Jember Tertinggal di Produksi Pangan Meski Lahan Terluas - Lensa Warta

Menu

Mode Gelap
Nobar Semifinal Piala Dunia 2026 Gratis di Lumajang, Warga Seru-seruan, UMKM Ikut Panen Peluang Bunda Indah Buka Popkab Lumajang 2026, Dorong Pelajar Bangun Mental Juara 98 PNS Lumajang Terima SK dan Diambil Sumpah, Bupati Tekankan Integritas Pantai Lumajang Padat Saat Kupatan, Perputaran Ekonomi Meningkat Bupati Lumajang: Kebersihan Pantai Jadi Kunci Wisata Berkelanjutan

Daerah · 23 Des 2025 15:41 WIB ·

70 Persen Infrastruktur Pertanian Rusak, Jember Tertinggal di Produksi Pangan Meski Lahan Terluas


 70 Persen Infrastruktur Pertanian Rusak, Jember Tertinggal di Produksi Pangan Meski Lahan Terluas Perbesar

Jember, – Kabupaten Jember mengalami ketertinggalan dalam capaian produksi pangan di Jawa Timur meski memiliki salah satu luas lahan pertanian terbesar. Penyebab utamanya adalah rusaknya infrastruktur pertanian yang membuat produktivitas lahan tidak optimal.

Bupati Jember Muhammad Fawait mengungkapkan, berdasarkan data hasil peninjauan di lapangan, hampir 70 persen infrastruktur pertanian di wilayahnya berada dalam kondisi rusak. Kerusakan tersebut meliputi saluran irigasi, jalan usaha tani, hingga sarana pendukung pertanian lainnya.

“Kenapa Jember yang dulu pernah menjadi yang terbaik hari ini tercecer di urutan keempat dan kelima? Ternyata hampir 70 persen infrastruktur pertanian di Jember hari ini rusak,” ujar Fawait, Selasa (23/12/2025).

Ia menilai kondisi tersebut ironis, karena luas lahan pertanian Jember justru lebih besar dibanding sejumlah kabupaten lain di Jawa Timur yang mampu mencatatkan hasil panen lebih tinggi. Akibat infrastruktur yang tidak optimal, luas panen Jember tidak sebanding dengan potensi lahannya.

“Maka Jember dengan luas lahan pertanian yang salah satu terluas di Jawa Timur justru luas panennya kalah dengan beberapa kabupaten yang lahannya lebih sempit. Ini menjadi PR kita bersama,” tegasnya.

Pemerintah Kabupaten Jember, lanjut Fawait, berkomitmen melakukan perbaikan sektor pertanian secara menyeluruh dan konkret. Komitmen tersebut sejalan dengan kebijakan pemerintah pusat di bawah Presiden Prabowo Subianto, dengan dukungan anggaran dan program pembangunan pertanian terbesar sepanjang sejarah Kabupaten Jember.

“Program tahun 2025 ini bahkan menjadi yang terbesar dalam 40 tahun Kabupaten Jember,” katanya.

Pemkab Jember telah dan akan terus mengoptimalkan ribuan hektare lahan pertanian melalui pembangunan dan perbaikan infrastruktur, mulai dari irigasi, jalan usaha tani, hingga bantuan alat dan mesin pertanian (alsintan). Namun demikian, Fawait mengakui keterbatasan pengawasan pemerintah terhadap penyaluran bantuan.

Karena itu, ia mengajak media dan masyarakat untuk ikut memantau penggunaan alsintan agar tidak disalahgunakan atau dipindahtangankan. Pengawasan bersama dinilai penting agar bantuan benar-benar dirasakan manfaatnya oleh petani.

Selain sektor pertanian, Pemkab Jember juga menaruh perhatian besar pada perbaikan jalan sebagai penunjang distribusi hasil panen. Berdasarkan hasil pengecekan, kebutuhan anggaran untuk perbaikan jalan di Jember mencapai Rp1,2 triliun.

“Kalau hanya mengandalkan APBD Jember, tidak mungkin selesai,” ungkapnya.

Untuk itu, Pemkab Jember berencana melakukan lobi intensif ke pemerintah pusat agar pembangunan jalan dan infrastruktur pertanian dapat dituntaskan dalam empat tahun ke depan.

“Kami targetkan dalam empat tahun tidak boleh lagi ada jalan rusak dan infrastruktur pertanian yang tidak optimal di Kabupaten Jember,” pungkasnya.

Artikel ini telah dibaca 18 kali

badge-check

Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Wakil Bupati Lumajang Sebut Karnaval Jadi Ajang Bangkitkan Budaya Lokal

30 Agustus 2026 - 00:40 WIB

Karnaval Gucialit Dongkrak UMKM dan PKL, Kadin Lumajang Dorong Digelar Rutin

29 Agustus 2026 - 16:08 WIB

Desil Menentukan Nasib Bansos, Pemkab Lumajang Akui Tak Bisa Deteksi Perubahannya

27 Agustus 2026 - 10:54 WIB

Kaki Tak Lagi Utuh, Semangat Tak Pernah Patah: Nanik Menjaga Usaha Warisan Sejak 1946

26 Agustus 2026 - 17:57 WIB

Data Desil 1-5 Dipersoalkan, DPRD Lumajang Dorong Verifikasi Langsung ke Lapangan

26 Agustus 2026 - 16:03 WIB

Mayat Pria Diperkirakan Berusia 58 Tahun Ditemukan di Pantai Pandanwangi Lumajang

26 Agustus 2026 - 15:47 WIB

Trending di Daerah