Lumajang, – Di tengah kondisi kemandirian fiskal yang masih rendah, Pemerintah Kabupaten Lumajang menempatkan pajak dan retribusi daerah sebagai tulang punggung utama dalam upaya meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD). Salah satu strategi yang ditempuh adalah penerapan sistem digital dalam pemungutan pajak dan retribusi.
Bupati Lumajang Indah Amperawati mengatakan, digitalisasi menjadi langkah penting untuk memperkuat pendapatan daerah sekaligus memperkecil peluang hilangnya potensi pajak. Saat ini, kontribusi PAD Lumajang masih berada di kisaran 15 persen, mencerminkan lemahnya kemandirian fiskal daerah.
“Semua kita dorong untuk digitalisasi, termasuk pajak. Memang ada yang tidak suka, karena yang sebelumnya bisa ‘bilang-bilang’ pajaknya, sekarang peluang itu dipersempit,” katanya, Rabu (25/12/2025).
Menurutnya, meski kebijakan tersebut berpotensi menimbulkan penolakan dari sejumlah pihak, pemerintah daerah tetap berkomitmen menjalankannya demi kepentingan jangka panjang. Digitalisasi dinilai mampu menciptakan sistem pemungutan pajak dan retribusi yang lebih transparan dan akuntabel.
“Tidak apa-apa kalau ada yang tidak suka. Yang penting ada peningkatan PAD, baik dari pajak maupun retribusi,” tegasnya.
Indah mengatakan, tantangan fiskal yang dihadapi Pemkab Lumajang ke depan, salah satunya potensi pemotongan anggaran pada tahun mendatang yang mencapai Rp266 miliar. Kondisi tersebut menuntut daerah untuk lebih kreatif dan mandiri dalam menggali sumber-sumber pendapatan.
“Kalau anggaran sudah dipotong, kita harus bergerak. Bagaimana caranya meningkatkan pendapatan dan memperkecil peluang hilangnya pajak dan retribusi,” katanya.
Tinggalkan Balasan