Literasi Media Penjaga Simbol Negara yang Penting - Lensa Warta

Menu

Mode Gelap
98 PNS Lumajang Terima SK dan Diambil Sumpah, Bupati Tekankan Integritas Pantai Lumajang Padat Saat Kupatan, Perputaran Ekonomi Meningkat Bupati Lumajang: Kebersihan Pantai Jadi Kunci Wisata Berkelanjutan Cegah Sejak Dini, Bupati Lumajang Ajak Warga Rutin Periksa Kesehatan Jantung Tak Hanya Jaga di Darat, SAR Lumajang Turun ke Laut Amankan Wisata Lebaran

Daerah · 2 Jan 2026 13:47 WIB ·

Bunda Indah Tegaskan Literasi Media sebagai Benteng Kehormatan Simbol Negara di Era Digital


 Bunda Indah Tegaskan Literasi Media sebagai Benteng Kehormatan Simbol Negara di Era Digital Perbesar

Literasi Media di Tengah Perubahan Ruang Digital

Bupati Lumajang Indah Amperawati (Bunda Indah) menegaskan peran strategis literasi media dalam menjaga kehormatan simbol negara. Pesan tersebut ia sampaikan dalam Muhasabah Akhir Tahun bersama Awak Media di Pendopo Arya Wiraraja Lumajang, Selasa (23/12/2025).

Seiring berkembangnya teknologi, ruang digital tumbuh semakin cepat. Kini, setiap orang dapat memproduksi dan menyebarkan konten dengan mudah. Akibatnya, tantangan terhadap nilai kebangsaan pun semakin besar.

Tanpa pemahaman literasi media yang kuat, penggunaan simbol negara berpotensi menyimpang. Dalam banyak kasus, simbol dipakai tanpa mempertimbangkan konteks, etika, dan makna sejarahnya.


Simbol Negara Harus Diperlakukan Terhormat

Menurut Bunda Indah, simbol negara bukan sekadar elemen visual. Sebaliknya, simbol tersebut merepresentasikan martabat dan jati diri bangsa.

Bendera, lambang negara, dan lagu kebangsaan harus ditempatkan secara terhormat. Baik di ruang fisik maupun digital, prinsip tersebut tetap berlaku, termasuk di media sosial dan produk kreatif.

“Melalui literasi media, masyarakat dapat memahami batas antara kebebasan berekspresi dan tanggung jawab kebangsaan,” tegasnya.

Tanpa kesadaran itu, penggunaan simbol negara berisiko mengikis nilai dan maknanya.


Etika Bermedia sebagai Fondasi

Lebih jauh, Bunda Indah menekankan bahwa literasi media tidak hanya berkaitan dengan kemampuan teknis. Pada saat yang sama, literasi media membentuk kesadaran etis dalam bermedia.

Masyarakat perlu berpikir sebelum membuat konten. Selain itu, mereka harus menimbang dampak informasi yang disebarkan terhadap persatuan bangsa.

Dengan pendekatan ini, ruang digital dapat tumbuh sebagai ruang publik yang sehat dan bermartabat.


Ruang Digital dan Generasi Muda

Saat ini, ruang digital telah menjadi arena utama pembentukan opini. Oleh karena itu, pengaruhnya terhadap cara generasi muda memaknai identitas kebangsaan sangat besar.

Penguatan literasi media perlu diarahkan secara kontekstual. Dengan demikian, nilai nasionalisme dapat tumbuh seiring perkembangan zaman.

Pendekatan tersebut membantu menanamkan sikap hormat terhadap simbol negara secara berkelanjutan.


Peran Media Menjaga Kualitas Ruang Publik

Dalam kesempatan yang sama, Bunda Indah menyoroti posisi strategis awak media. Di satu sisi, media berfungsi sebagai penyampai informasi. Di sisi lain, media juga menjadi penjaga etika ruang publik digital.

Melalui pemberitaan yang berimbang, media dapat memberi teladan. Lebih dari itu, media mampu membangun narasi kebangsaan yang bertanggung jawab.

Peran ini menjadi fondasi kepercayaan publik terhadap informasi.


Literasi Media sebagai Benteng Nilai Kebangsaan

Melalui momentum muhasabah akhir tahun, Bunda Indah mengajak seluruh elemen masyarakat memperkuat literasi media. Dengan komitmen bersama, nilai kebangsaan dapat tetap terjaga.

Pemahaman yang tepat membuat simbol negara tidak sekadar tampil sebagai visual. Sebaliknya, simbol tetap hadir sebagai penanda identitas, sejarah, dan martabat bangsa di era digital.

Artikel ini telah dibaca 12 kali

badge-check

Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Penyaluran THR di Lumajang Berjalan Mulus, Hanya Tiga Perusahaan Absen Laporan

14 April 2026 - 15:23 WIB

Keluhan Lansia Jadi Pertimbangan, Lumajang Izinkan Pengecer LPG Terbatas

13 April 2026 - 11:25 WIB

Empat Desa di Lumajang Ajukan Pengelolaan Lahan, Status Hak Milik Tunggu 10 Tahun

13 April 2026 - 10:50 WIB

Warga Kuasai Lahan Puluhan Tahun, Pemkab Lumajang Dorong Legalisasi Lewat Skema KHDPK

13 April 2026 - 10:42 WIB

Agus Setiawan Ungkap Proyek di Lumajang Sempat Dikuasai Pengusaha Luar Daerah

11 April 2026 - 17:03 WIB

Kelangkaan LPG 3 Kg di Lumajang, Pertamina Tambah Pasokan 45 Persen

10 April 2026 - 19:09 WIB

Trending di Daerah