Malam Natal Lumajang Jaga Kerukunan Umat Beragama - Lensa Warta

Menu

Mode Gelap
Pemdes Tempursari Pasang WiFi Gratis di Dusun Ketindan, Percepat Digitalisasi Desa Pemkab Lumajang Ajak Warga Sambut 2026 dengan Doa dan Kepedulian Sosial Istighotsah Akhir Tahun 2025, Bupati Lumajang Ajak Perbanyak Doa, Empati, dan Refleksi Diri Malam Natal di Lumajang, Bupati Titip Doa dan Tegaskan Komitmen Kerukunan Jalan Baru Pasrujambe Buka Akses Ekonomi dan Percepat Pertumbuhan Desa

Daerah · 2 Jan 2026 13:54 WIB ·

Malam Natal di Lumajang, Bupati Titip Doa dan Tegaskan Komitmen Kerukunan


 Malam Natal di Lumajang, Bupati Titip Doa dan Tegaskan Komitmen Kerukunan Perbesar

Kehadiran Pemerintah di Malam Natal

Cahaya lilin dan lantunan kidung Natal menyelimuti sejumlah gereja di Kabupaten Lumajang, Rabu (24/12/2025) malam. Dalam suasana khidmat tersebut, Bupati Lumajang Indah Amperawati (Bunda Indah) bersama Wakil Bupati Yudha Adji Kusuma dan jajaran Forkopimda hadir untuk menyampaikan ucapan selamat Natal kepada umat Kristiani.

Selain menyapa jemaat, pimpinan daerah juga menitipkan doa bagi keselamatan dan kesejahteraan seluruh warga Lumajang. Kehadiran ini menjadi simbol perhatian pemerintah terhadap kehidupan beragama yang harmonis.


Doa Bersama untuk Lumajang Pascabencana

Bunda Indah menegaskan bahwa kunjungan tersebut bukan sekadar agenda seremonial. Sebaliknya, ia memaknai Malam Natal sebagai momentum memperkuat kebersamaan dan doa lintas iman.

Menurutnya, doa menjadi fondasi penting dalam menjaga keamanan dan persatuan daerah. Terlebih, sebagian wilayah Lumajang masih terdampak erupsi Gunung Semeru, khususnya di Kecamatan Pronojiwo.

“Meski kita berbeda keyakinan, saya percaya doa-doa baik akan dikabulkan oleh Tuhan Yang Maha Esa. Selamat Natal, sekaligus saya titipkan doa agar Lumajang senantiasa dilindungi dan diberkahi kedamaian,” ujar Bunda Indah di hadapan ratusan jemaat.


Komitmen Pemerintah Jaga Toleransi

Sementara itu, Wakil Bupati Lumajang Yudha Adji Kusuma menegaskan bahwa kehadiran pemerintah merupakan wujud nyata komitmen menjaga kerukunan antarumat beragama.

Menurutnya, keberagaman bukanlah perbedaan yang harus dipertentangkan. Justru, keberagaman menjadi kekuatan sosial Lumajang.

“Pemerintah hadir bukan untuk ikut beribadah, tetapi memastikan setiap warga dapat menjalankan keyakinannya dengan aman. Inilah wujud toleransi yang terus kami jaga,” jelas Yudha.


Pengamanan Natal Berjalan Kondusif

Di sisi lain, aparat keamanan memastikan seluruh rangkaian ibadah Natal berlangsung aman dan tertib. Kapolres Lumajang AKBP Alex Sandy Siregar menyampaikan bahwa personel kepolisian disiagakan di setiap gereja.

Langkah ini dilakukan untuk mengantisipasi potensi gangguan keamanan. Hasilnya, seluruh kegiatan ibadah berjalan lancar dan khidmat.

“Kami menyiagakan personel secara maksimal agar jemaat dapat beribadah dengan tenang dan damai,” kata Alex.


Kerukunan sebagai Modal Sosial Daerah

Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Lumajang, Ahmad Faisol Saifulloh, menambahkan bahwa semangat toleransi tetap menjadi pilar utama perayaan Natal tahun ini.

Meski keterlibatan lintas agama dalam pengamanan tidak sebesar tahun sebelumnya, semangat saling menghormati tetap terasa kuat di tengah masyarakat.

“Kerukunan inilah modal utama persatuan dan kedamaian Lumajang,” ujarnya.


Natal sebagai Penguat Nilai Kemanusiaan

Perayaan Natal di Lumajang juga menjadi ruang penguatan nilai sosial dan spiritual. Umat dari berbagai latar belakang merasakan suasana kebersamaan yang hangat.

Kehadiran pemerintah di tengah jemaat menjadi pengingat bahwa pembangunan daerah tidak hanya berbentuk fisik. Lebih dari itu, pembangunan juga mencakup penguatan nilai kemanusiaan, toleransi, dan empati.


Harapan Damai untuk Masa Depan Lumajang

Dalam doa bersama yang dipimpin para pendeta dan romo, jemaat menitipkan harapan agar bencana dijauhkan dan masyarakat hidup sejahtera.

Pesan-pesan damai dari Bunda Indah dan Forkopimda mempertegas peran pemerintah sebagai pendamping masyarakat, tidak hanya dalam urusan administrasi, tetapi juga dalam aspek sosial dan spiritual.

Dengan kehadiran pimpinan daerah, aparat keamanan, dan tokoh lintas agama, Malam Natal 2025 di Lumajang menjadi simbol kuat harmoni dalam keberagaman. Semangat saling menghormati dan menjaga keselamatan bersama terus menjadi fondasi persatuan dan kesejahteraan daerah.

Artikel ini telah dibaca 3 kali

badge-check

Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Silpa APBD Jember Tembus Rp700 Miliar, DPRD Siapkan Evaluasi Besar-besaran OPD

2 Januari 2026 - 16:53 WIB

Senduro Masuk Kategori Mandiri, Bukti Desa Mampu Menjadi Garda Terdepan Pelestarian Lingkungan

2 Januari 2026 - 16:14 WIB

Data Lemah, Pembinaan Minim, Petani Pisang Terjebak Sistem Off Taker

2 Januari 2026 - 15:52 WIB

Pemdes Tempursari Pasang WiFi Gratis di Dusun Ketindan, Percepat Digitalisasi Desa

2 Januari 2026 - 14:18 WIB

Ganti Ambulans Rusak Berat, Pemkab Lumajang Serahkan 29 Armada Baru ke Desa

2 Januari 2026 - 14:12 WIB

Pemkab Lumajang Ajak Warga Sambut 2026 dengan Doa dan Kepedulian Sosial

2 Januari 2026 - 14:02 WIB

Trending di Daerah