Ketahanan Pangan Terancam Jadi Korban Silpa, DPRD Minta Perencanaan APBD Lebih Matang - Lensa Warta

Menu

Mode Gelap
ASN Lumajang Tak Boleh Live Saat Jam Kerja: Aturan Baru Demi Wibawa Pelayanan Publik Pemdes Tempursari Pasang WiFi Gratis di Dusun Ketindan, Percepat Digitalisasi Desa Pemkab Lumajang Ajak Warga Sambut 2026 dengan Doa dan Kepedulian Sosial Istighotsah Akhir Tahun 2025, Bupati Lumajang Ajak Perbanyak Doa, Empati, dan Refleksi Diri Malam Natal di Lumajang, Bupati Titip Doa dan Tegaskan Komitmen Kerukunan

Daerah · 3 Jan 2026 09:22 WIB ·

Ketahanan Pangan Terancam Jadi Korban Silpa, DPRD Minta Perencanaan APBD Lebih Matang


 Ketahanan Pangan Terancam Jadi Korban Silpa, DPRD Minta Perencanaan APBD Lebih Matang Perbesar

Jember, – Tingginya Sisa Lebih Pembiayaan Anggaran (Silpa) APBD Jember 2025 yang masih berada di kisaran Rp 700 miliar dinilai berpotensi menghambat sektor-sektor strategis, salah satunya ketahanan pangan.

DPRD Jember menilai penumpukan eksekusi program hingga akhir tahun menjadi persoalan serius yang harus segera dibenahi.

Ketua DPRD Jember Ahmad Halim menegaskan, sektor ketahanan pangan seharusnya menjadi prioritas utama, terutama dalam menyelaraskan program pemerintah pusat dan daerah. Namun, lemahnya perencanaan dan keterlambatan pelaksanaan program justru berisiko membuat anggaran tidak terserap maksimal.

“Eksekusi program jangan selalu menumpuk di triwulan kedua atau menjelang akhir tahun. Kalau perencanaan dilakukan dengan matang sejak awal, program ketahanan pangan bisa berjalan optimal dan Silpa tidak sebesar sekarang,” katanya.

Berdasarkan laporan sementara Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) per 19 Desember 2025, Silpa APBD Jember masih berada di angka sekitar Rp 700 miliar. Hingga penutupan kas daerah akhir Desember, DPRD memproyeksikan Silpa hanya turun ke kisaran Rp 600 miliar, angka yang dinilai masih terlalu tinggi.

Menurut Halim, kondisi tersebut mencerminkan belum optimalnya pelaksanaan program, termasuk di OPD teknis yang berkaitan langsung dengan ketahanan pangan, seperti pengelolaan bantuan alat mesin pertanian (alsintan), pupuk, irigasi, hingga optimalisasi lahan pertanian.

“Tahun 2025 ini adalah tahun awal pemerintahan. Seharusnya menjadi momentum pembenahan tata kelola anggaran, bukan justru meninggalkan Silpa besar yang dampaknya bisa dirasakan langsung oleh masyarakat,” ujarnya.

DPRD berencana melakukan evaluasi menyeluruh setelah tutup buku anggaran. Setiap komisi akan diminta membedah kinerja OPD mitra kerjanya masing-masing untuk memetakan penyebab rendahnya serapan anggaran, termasuk temuan lapangan terkait keterlambatan eksekusi program dan proyek fisik.

Artikel ini telah dibaca 18 kali

badge-check

Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

50 Titik Salat Id Muhammadiyah di Lumajang

20 Maret 2026 - 14:00 WIB

PDI Perjuangan Lumajang Hadirkan Oase di Jalur Mudik, Tempat Lelah Pemudik Menemukan Jeda

20 Maret 2026 - 13:21 WIB

Imbauan Keselamatan, Jangan Paksa Berkendara Saat Lelah, Istirahat di Posko Terdekat

20 Maret 2026 - 13:00 WIB

Tiga Personel Siaga Bergiliran, Posko Mudik Lumajang Beroperasi Nonstop

20 Maret 2026 - 12:54 WIB

Fasilitas Lengkap, Posko Mudik PDI Perjuangan Lumajang Jadi Oase Pemudik

20 Maret 2026 - 12:47 WIB

Posko Gotong Royong Mudik di Lumajang Siaga 24 Jam, PDI Perjuangan Pastikan Pemudik Aman dan Nyaman

20 Maret 2026 - 12:41 WIB

Trending di Daerah