Surabaya, – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa terus memperkuat kerja sama strategis antara Pemerintah Provinsi Jawa Timur dan Republik Rakyat Tiongkok (RRT), khususnya di bidang peningkatan sumber daya manusia (SDM) dan perdagangan.
Penguatan kerja sama tersebut dibahas dalam pertemuan Khofifah dengan Konsul Jenderal (Konjen) RRT Ye Su di Surabaya. Dalam pertemuan itu, kedua pihak menjajaki peluang kolaborasi di sektor pendidikan, manufaktur, hingga ekspor komoditas unggulan Jawa Timur.
Khofifah menegaskan bahwa penguatan pendidikan menengah di Jawa Timur dirancang selaras dengan kebutuhan pendidikan tinggi, sehingga transisi siswa dari SMA ke perguruan tinggi dapat berlangsung lebih efektif dan berkeadilan.
“Penguatan pendidikan menengah di Jawa Timur berjalan selaras dengan kebutuhan pendidikan tinggi, sehingga transisi siswa dari SMA ke perguruan tinggi dapat berlangsung lebih efektif dan berkeadilan,” kata Khofifah dalam keterangannya, Senin, (5/1/2026).
Ia menjelaskan, skema penerimaan mahasiswa ke perguruan tinggi negeri di Indonesia terdiri atas jalur tes dan jalur tanpa tes yang berbasis prestasi akademik maupun nonakademik. Menurutnya, prestasi siswa Jawa Timur selama beberapa tahun terakhir menunjukkan tren positif.
“Kalau tanpa tes, pengumumannya di bulan Maret. Itu dilihat dari prestasi, baik akademik maupun jalur prestasi. Dan sejak 2020 sampai 2025, siswa Jawa Timur konsisten menjadi yang tertinggi diterima di perguruan tinggi negeri, baik melalui jalur tes maupun tanpa tes,” ujarnya.
Selain itu, Khofifah menyampaikan Pemprov Jatim saat ini mengelola enam sekolah berasrama yang dirancang untuk mencetak calon pemimpin masa depan dengan daya saing global. Sekolah-sekolah tersebut dinilai strategis untuk menyiapkan siswa mengikuti peluang beasiswa internasional, termasuk ke Tiongkok.
“Sekolah-sekolah ini memang kami desain untuk mencetak calon pemimpin masa depan. Oleh karena itu, ketika ada peluang beasiswa internasional, termasuk ke Tiongkok, bisa kita siapkan dari sekolah-sekolah ini,” katanya.
Di bidang perdagangan, Khofifah menyoroti kuatnya sektor industri manufaktur Jawa Timur yang memberikan kontribusi sebesar 31,16 persen pada triwulan III 2025, lebih tinggi dibandingkan rata-rata nasional. Kondisi ini menjadi modal penting dalam memperluas kerja sama dagang dengan Tiongkok.
Salah satu komoditas yang dibahas dalam pertemuan tersebut adalah sarang burung walet, yang dinilai memiliki potensi besar untuk pasar Tiongkok. Namun demikian, ekspor tetap harus memenuhi standar karantina dan ketentuan internasional.
“Sarang burung walet adalah peluang besar bagi Jawa Timur. Dengan standar yang tepat dan kerja sama yang kuat, kami optimistis ekspor ke Tiongkok dapat terus ditingkatkan,” ucapnya.
Sementara itu, Konjen RRT Ye Su mengapresiasi komitmen Pemerintah Provinsi Jawa Timur dalam memperkuat kerja sama di bidang pendidikan dan perdagangan. Ia menyatakan Tiongkok terbuka untuk memperluas kolaborasi dengan Jawa Timur.
“Kami melihat Jawa Timur memiliki komitmen kuat dalam pengembangan pendidikan dan SDM. Tiongkok terbuka untuk memperluas kerja sama, baik melalui beasiswa, pelatihan, maupun kolaborasi di bidang manufaktur dan perdagangan,” pungkasnya.
Tinggalkan Balasan